Ngobrol Pendakian Kerinci Bersama Mang Aris

14.27 Heru Joherujo 0 Comments

Yes Outdoor : Malem Minggu sebelum puasa kemarin ceritanya kedatangan tamu dari Cipinang dan Purwakarta nih, Mang Aris dan Pa Camat. Lama gak ketemu sehingga waktu habis digunakan untuk ngobrol, tukar fikiran dan open mind seputar pergunungan.

Kebetulan Mang Aris yang baru saja menyelesaikan pendakian ke Kerinci, seperti kang Dedy segera membuka day pack imutnya dan mengeluarkan dua bungkusan istimewa berisi teh Kayu Aro dan Kopi Yos.

Sunrise di puncak Kerinci
Bang ini ada oleh-oleh dari Kerinci. Begitu ucapnya singkat. Akhirnya segera dilakukan prosesi serah terima oleh-oleh disaksikan oleh Pa Camat.

Obrolan berlanjut, tapi Pak Camat karena terlalu capai setelah menempuh perjalanan jauh, dan kebetulan ada cukup banyak aktifitas siang hari sebelum berangkat akhirnya tepar

Jadilah kita berdua ngobrol. [MA : Mang Aris, YO : Yes Outdoor ]

YO : Mang Aris kaan baru naik Kerinci, bagi-bagi cerita atuh euy. Gimana awal mula memutuskan untuk naik ke Kerinci

MA :
Rencana sebenarnya sudah ada sekitar setahun lalu pengin kesana tapi masih terkendala partner pendakian. Mau ngajak Kang Jo tapi ada dede Athaya yang masih junior, jadinya ya tertahan deh.

Nah kebetulan waktu saya dalam perjalanan mudik, mampir ke rumah temen di sekitar Cikarang ternyata dia sedang resah juga pengin mendaki Kerinci. 


Sontak aja kita sepakat untuk bersama kesana. Pada akhirnya ada beberapa orang temen yang bergabung dengan kami. Malam itu kita langsung aja beli tiket berangkat - pulang Jakarta - Padang - Jakarta.


YO :  Persiapan apa yang dilakukan demi suksesnya pendakian gunung Kerinci


MA : Yang utama mungkin persiapan fisik ya? Selain itu peralatan juga wajib sesuai dengan s.o.p pendakian gunung, baik itu peralatan pribadi maupun kelompok.

Kebetulan saya kebagian enaknya tuh bang, karena untuk peralatan kelompok, temen-temenlah yang menyiapkan. Chiuuy..
😄😄

Bersama teman-teman HAT di puncak Kerinci
YO : Emang siapa saja yang ikut pendakian kemarin mang?

MA : Dalam pendakian kemarin, saya mendaki bersama-sama anak-anak  dari Astra Honda Motor yang suka kegiatan outdoor termasuk naik gunung. hmm.. apa ya? HAT alias Honda Adventure Team kalau gak salah. Kalau aku kan anak emas 😄😄😄😄

YO : Berangkat ke Padang naik Pesawat ya? Harusnya tuh naik motor mang, kan pendakian bersama anak Astra Honda Motor 😄😄 Critain dong kesan naik pesawatnya. Kan beda sama naik motor?

MA :
Haha.. aduh kalau naik motor bisa-bisa bulukan bang. Baju dan celana pada bolong kena panas dan hujan. Terus kalau naik motor sampai basecamp Kerinci mungkin gak jadi naik, tapi cari tukang urut buat ngelempengin otat dan urat haha. 


Ssst.. buat saya naik pesawat kali ini mungkin adalah untuk yang kesekian kalinya, tapi temen-temen mungkin yang pertama. Makanya pas take off dan landing kelihatan tuh muka-muka tegang mereka haha.

Apalagi pas landing mereka sampai panik, teriak, istighfar 😄😄 bagus juga sih buat hiburan dan ngilangin ketegangan. haha

Oh ya, kemarin dari Padang ke Basecamp kita nyarter mobil, karena memang sebelumnya kita udah ada janji.


YO : Ada persiapan menjelang pendakian? Kalau ada apa aja tuh?

MA : Seperti pendakian-pendakian gunung lainnya. Kita check dan recheck semua peralatan kelompok dan pribadi, termasuk logistik.

Sebelum memulai pendakian kita juga melakukan pemanasan dan tentunya berdoa supaya pendakian berjalan lancar sesuai yang kita cita-citakan.

YO : Kasih info dong estimasi perjalanan  dari pintu rimba ke shelter 3 dan ke puncaknya saat pendakian kemarin

MA :
Begini kang, dari catatan dan ingatan saya, perjalanan dari pintu rimba ke shelter 3 kurang lebih 5 jam perjalanan. Kemudian perjalanan dari shelter 3 ke puncak ditempuh kurang lebih dua  (2,5) jam.

Kecepatan waktu pendakian tentunya tergantung kekuatan fisik ya bang, jadi gak bisa disamakan, tapi mungkin bisa dijadikan acuan perjalanan jika ingin mendaki Kerinci.


YO :  Terus waktu turunnya berapa jam tuh?


MA : Lama waktu untuk perjalanan turun kami dari puncak ke shelter 3 kurang lebih satu  setengah (1,5) jam, dan dari shelter 3 ke basecamp sekitar 4 jam.

YO : Apa perbedaan yang mencolok jika dibanding medan pendakian gunung-gunung di pulau Jawa?

MA : Mungkin gak terlalu beda ya bang. Semuanya sama-sama nguras tenaga tapi ngangenin 😄😄😄 Artinya gak bisa disamakan untuk semua gunung karena kan punya ciri dan karakter yang berbeda. Pokoknya siapkan fisik yang prima kalau mau mendaki!

Gunung yang agak mirip dengan Kerinci mungkin gunung Slamet ya bang. Lewat Baturaden. Tapi sebagian track gunung Slamet emang ada kemiripan. Saya mau bilang Raung via Bondowoso tapi kan belum kesana yang lewat Bondowoso kalau jalur Kalibaru sudah 
😄😄😄 [Sst.. Mang Aris sambil nyelam minum air rupanya. Doi balik interviews kita tentang jalur Raung via Bondowoso ( Sumber Wringin )]

YO : Semua berhasil muncak ya mang? Apa ada kisah yang paling berat saat melakukan pendakian kemarin? Critain atuh!


MA : Alhamdulillah semua berhasil sampe puncak bang. Yang menarik adalah ketika  salah satu temen yang  fisiknya oke, tapi saat nyampe puncak dia nembak (muntah). Itulah bang kenapa fisik memang harus disiapkan secara serius dan maksimal. Tahu kenapa dia muntah-muntah bang?

YO : Wkk.. balik nembak ya mang?
Bisa jadi dia muntah-muntah karena memang ritme perjalanan yang tidak sesuai dengan kemampuan dia saat itu. Maksudnya gini, saat kita melakukan aktifitas fisik tentunya butuh udara segar ( oksigen) nah mungkin waktu itu kemampuan paru-paru dia suah maksimal dalam memanage oksigen di ketinggian yang tidak sama dengan kondisi dibawah.

Mungkin juga karena ritme perjalanan yang terlalu dipaksakan atau terlalu cepat sehingga terjadi suplay oksigen yang kurang hingga bikin pening dan kemudian muntah mang. Salah satu ciri mountain sickness tuh. Biasa terjadi di gunung dengan ketinggian lebih dari 3000 mdpl.

MA : Oooh.. iya iya bisa jadi


YO : Bagaimana rasanya saat berdiri diatap Sumatra?

MA : Amazing. Hati berdebar, mungkin karena kecapean kali ya? Yang pasti sebagai manusia saya pribadi terpukau dengan suguhan keindahan dan keagungan karya sang kholik!

YO : Setelah turun dan pulang apa masih pengin lagi mendaki Kerinci?

MA : Yoyoy dong bang. Malah pengin mampir ke tetangga-tetangganya 😄 [ Ini mungkin maksudnya gunung 7, Marapi, Singgalang ]

YO : Ada saran buat teman-teman yang mau ke Kerinci?

MA :
Yang pasti siapin fisik deh. Jangan malas olahraga sampai fisik benar-benar prima. Pilih rekan pendakian yangbisa dipercaya. Jangan lupa persiapkan bekal yang cukup, jangan sampai kehabisan bekal yaaa..
😄

YO : Ssst.. berapa budget ( anggaran ) untuk ke Kerinci kemarin?

MA : Nah ini nih. Setidaknya ada 3 juta dah biar perjalanan aman. Kalau bisa dilebihin dikit jadi ada spare untuk beli oleh-oleh
😄😄😄

Jangan lupa waktu mau berangkat ke bandara jangan mepet. Hitung waktu perjalanan ke bandara + kemungkinan kena macet dijalan. Ingat. Pesawat gak akan mau menunggu kita yang terlambat. Kecuali kalau itu pesawatnya bang Jo hahaha. Jangan lupa mandi, karena disamping kita tentu banyak penumpang lain yang wangi-wangi, jangan usik aroma wangi dengan aroma kita yang turun gunung dan gak sempat mandi haha 
😄😄😄 👍🏻

Baca Juga Yang Ini

0 komentar:

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)