Curhat Pendaki Galau Oleh Mahameru

12.30 Heru Joherujo 0 Comments

Yes Outdoor : Ciyee.. ada yang curhat nih :) yang lagi ngebet pengin ke Mahameru. Katanya penasaran banget dan ingin membuktikan apa yang banyak dibicarakan orang-orang tentang puncak Mahameru.


Bang, saya pengin banget naik ke puncak. Tapi dari informasi yang ada, semua pendaki dilarang untuk mendaki sampai ke puncak Mahameru!
Lokasi ini bisa jadi spot menarik pengobat resah di Mahameru

Hehe.. emang begitulah informasinya. Lalu tinggal bagaimana menyikapinya?

  • Apakah akan patuh untuk menyatakan cukup mendaki sampai Kali Mati? 
  • Atau ada niatan untuk memaksakan diri mendaki hingga ke puncak Mahameru, yang artinya melanggar Larangan yang ada dengan segara resikonya? 
  • Atau membatalkan pendakian ke Mahameru karena gak mau mendaki hanya sampai di Kali Mati?

Cukupkan sampai disini :)

Penasaran dan galau bener nih si "Budi", sebut aja demikian yang udah merencanakan pendakian ke Mahameru bersama beberapa temannya dari tahun kemarin.

Karena dia meminta masukan, ya mau gak mau kita kasih masukan dong... tanpa menggurui, sekedar membuka fikiran aja ya.. Begini Bud..

Mendaki itu bukan sekedar perkara fisik, tapi juga logika dan management nafsu. Artinya kita mendaki harus menggunakan semua potensi yang ada pada diri kita, dilengkapi dengan segala jenis peralatan, perlengkapan dan management yang baik, termasuk kerjasama tim.

Tentang pelarangan mendaki sampai ke puncak Mahameru itu bukan satu hal baru. Jadi gak heran kalau kita juga bisa milhat postingan foto orang-orang yang mendaki kesana di area puncaknya. Dan itu salah satu penyebab  kegalauan itu tumbuh.

Kalau mau tertib ya cukupkanlah mendaki sampai di Kalimati. Kalau gak tertib dan gak bisa menahan nafsu untuk muncak, mungkin bisa saja melakukan pendakian sampai ke puncak Mahameru dengan berbagai resiko dan konsekuensi yang ditimbulkan. Percayalah aturan itu hadir tentu karena ada alasan dibaliknya. Salah satu yang utama adalah keselamatan para pendaki itu sendiri. Ingat dengan beberapa accidental yang terjadi  di jalur menuju puncak?


Lalu kalau gak mau mendaki hanya sampai Kalimati, tapi juga ingin tertib? Ya sebaiknya urungkan niat untuk ke Mahameru. Tentukan Plan B dan buat perencanaan yang matang.

Saya sendiri pernah mengalami hal semacam itu, juga dengan Semeru yang akhirnya bikin rencana baru dan target baru. Mungkin karena waktu itu cuma berdua jadi gak terlalu susah untuk menentukan target barunya :)

Jadi inget di penghujung tahun 2017 lalu ada beberapa teman yang penasran dengan pendakiannya di Semeru dan juga kecewa alias gak puas dengan pendakiannya tersebut yang  hanya diijinkan sampai di Kalimati.

So, apa kamu mau mengikuti kekecewaan dan penasaran yang sama dengan mereka?

** Mahameru = Semeru

Baca Juga Yang Ini

0 komentar:

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)