27 Januari 2017

Mau Dikemanakan Mapala Setelah Kasus UII?

Yes Outdoor :Beberapa hari kebelakang kita dikejutkan dengan sebuah musibah besar yang muncul setelah kegiatan Mapala UII dalam Diksar Great Camping (GC) ke-37 pada 13-20 Januari 2017 di kawasan gunung Lawu memakan korban jiwa dan yang dirawat di rumah sakit.

Ini tentunya ada yang menyimpang dan tidak seharusnya terjadi. Tapi ibarat nasi sudah menjadi bubur, penyesalan tinggal penyesalan dengan bermacam nada getir dan mencibir dari berbagai pihak.

Bukan hanya kepada mapala sebagai organisasi, tatapi kampus, dalam hal ini UII sebagai sebuah lembaga pendidikan. Meskipun rektornya menyatakan mundur tetapi kasusnya tidak berhenti disini.

Tindak kekerasan dalam kegiatan mapala bukan lagi jamannya. Senioritas bukan berarti kebebasan berekspresi & mengeksploitasi junior untuk sekedar kepuasan atau standar yang tidak terukur.


Bukan kekerasan yang harus dikedepankan tetapi kedisiplinan mungkin akan lebih baik. Disiplin yang ditopang dengan semangat dan mental pantang menyerah.

Bagaimana bisa membentuk itu? Ah, tiap organisasi tentu punya caranya sendiri. Tapi kembali menyikapi kasus yang menimpa adik-adik kita di mapala UII, kira-kira akan dibawa kemanakah mapala kita nantinya?

Untuk UII sendiri sudah jelas-jelas membekukan kegiatan mapala termasuk kelembagaannya di kampus. Apa itu sebagai jalan keluar yang bijak?

Hmm.. saat kita sering mengumandangkan kegiatan kepecinta-alaman, tentu pilihan pembekuan bukan hal tepat ( meskipun telah diputuskan sampai waktu yang belum ditentukan ).

Sebagai seorang individu, bisa saja para mahasiswa yang punya minat pada kegiatan kepecinta-alaman dan aktivitas outdoor bergabung dengn sebuah club, komunitas ataupun perkumpulan yang sejenis.

Tapi tentunya sebagai seorang mahasiswa mereka akan ada yang merasa kurang dengan ketidak-hadiran mapala di kampus tempat mereka menimba ilmu.

Tapi kembali lagi ke kasus diatas. Akan dikemanakan mapala kita pada umumnya dan mapala UII secara khusus setelah kasus yang menciderai dan mencoreng nama mapala sebagai suatu lembaga?




0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)