13 Oktober 2016

Pentingnya Menyiapkan Pendakian Termasuk Perijinan

Yes Outdoor :Mendaki gunung bisa jadi sesuatu yang komplek, padahal sebenarnya aktivitasnya sendiri tidaklah terlalu kompleks dan rumit.

Umumnya kita mendaki adalah dengan mempersiapkan diri sedari awal seperti latihan fisik, mengurus perijinan, mempersiapkan perjalanan dan melakukan pendakian itu sendiri.

Tapi ketika saya membaca salah satu kiriman artikel dari den Baguse Hari Satria tentang salah satu pendakiannya ke gunung Gede bersama teman-teman, kakak dan juga salah seorang seniornya, sebutlah kang Parman.

Perjalanan pada awalnya lancar tanpa dan mereka bisa ketawa dan bercanda selama perjalanan mereka dai Kebumen sampai Jakarta dan sampai ke basecamp.

Permission
Tapi pada akhirnya, perjalanan yang sebenarnya bisa dinikmati dan disyukuri menjadi sesuatu yang mencekam, khususnya untuk kang Parman. Perjalanan melewati jalur indah sepanjang jalur gunung Gede tersebut seperti menjadi neraka wkkk... #katanya

Selidik  punya selidik, doi melakukan pendakian tersebut tanpa ada permission dari sang ibu ratu.

Pentingnya Menyiapkan Pendakian Termasuk Perijinan

Entah angin darimana sang istri menaruh rasa curiga karena handphone kang Parman tidak bisa dihubungi, ditelpon dan sms pun sangat lama direspon.

Alhasil, entah sebuah tebakan atau apalah, ketahuan juga tuh kang Parman sedang melakukan pendakian. Diancamlah dia oleh si ibu ratu. Demikianlah awal perjalanan dan pendakian tersebut menjadi cerita horror.

Semua personil melakukan perjalanan dengan enjoy dan bisa menikmati pendakian tersebut, kecuali kakang Parman yang nampak pucat, takut, cemas dan sering murung atau tiba-tiba menjadi liar tak terkendali karena sudah membayangkan saat ketemu ibu ratu dia bakal kena hadian gagang cangkul atau sapu lidi yang bisa melayang sewaktu-waktu wkkk...

Alhasil, dia bergegas turun gunung melalui jalur Cibodas meninggalkan tim tersebut dengan perasaan tidak karuan. Mungkin dia berlari kencang, melompati batuan dan akar-akar pohon disepanjang jalur biar segera sampai di Basecamp Cibodas.

Syukurlah, sampai juga dia ke basecamp. Dan tanpa berbenah, bersih-bersih badan, segera dia meluncur ke Bogor dan Jakarta. Menggunakan angkutan umum dilanjutkan dengan KRL.

Dalam perjalanannya, pasti orang-orang yang ditemuinya, khususnya mereka yang berdekatan lama akan merasa mabok, karena doi benar-benar turun gunung langsung jalan.

Dalam perjalanan dan rasa cemasnya, akhirnya sampailah dia di stasiun Cikini. Segera turun dari KRL dan apa yang terjadi?

Doi sempoyongan dan terjatuh, sampai-sampai harus dibantu berdiri oleh beberapa tukang ojek yang mangkal disana.

Untung saat itu dia telah menghubungi teman seangkatannya, dengan inisial Bandot untuk menjemput dan mengamankan dia yang baru sadar kondisinya berantakan serta merasakan sakit disekujur tubuh karena memforsir fisik secara berlebihan.

Demikianlah kisah singkat yang diangkat dari salah satu artikel den Baguse Hari yang belum sempat dipublish disini.

Intinya adalah, ketika kita naik gunung sebisa mungkin berangkat dengan perasaan tenang. Jika kita seorang pelajar atau mahasiswa sebaiknya meminta ijin atau setidaknya memberitahu kepada orang tua atau saudara yang dituakan kalau akan melakukan pendakian.

Jika telah berkeluarga seperti kang Parman dan ibu ratu, sudah seharusnya memberitahu dan meminta ijin bagaimanapun caranya.

Gak usah takut atau khawatir, karena itu hanyalah sebuah komunikasi. Seandainya kita bisa berkomunikasi dengan baik tentunya tidak akan mendapatkan kesulitan.

Contohnya nih kang Joko, karena komunikasi yang baik dia bisa naik gunung ke Salak dan lainnya. Bahkan beberapa kali membawa keluarganya untuk melakukan acara camping keluarga diberbagai tempat. Tentunya yang adem-adem dan berkabut, karena itu adalah sesuatu yang dia suka.

Beda lagi jika naik gunung adalah sebuah profesi, misalnya sebagai pemandu wisata ataupun seorang porter. Kapanpun dan  kemanapun kita akan mendaki tentunya akan mendapat ijin dari ibu ratu, karena itu merupakan salah satu sumber rejeki untuk keluarganya.


2 komentar:

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)