22 September 2016

Hipotermia - Penyebab dan Cara Menanganinya

Yes Outdoor : Salah satu kasus yang seringkali ditemui dalam aktivitas outdoor khususnya pendakian gunung adalah hipotermia.

Hipotermia merupakan penurunan suhu tubuh dibawah batas normal suhu badan yaitu 36/37 derajat Celcius, sehingga organ tubuh tidak berfungsi semestinya

Gejala umum dari hipotermia misalnya, kedinginan, lemas, menggigil, pucat, disorientasi, bibir membiru, merancu dan tidak bisa mengontrol kesadaran (seperti sedang kesurupan) hingga pingsan.

Semakin lemah dan tidak bisa mengontrol kesadaran dirinya, artinya korban dalam keadaan makin parah. Untuk itu, sebelum semuanya memburuk, segerakanlah  memberi pertolongan pada korban.


Penyebab Hipotermia


Umumnya hipotermia disebabkan oleh :

1. Udara dingin
2. Menggunakan pakaian basah ( oleh air atau keringat )
3. Kurang asupan nutrisi ( makanan dan minuman )

Ketiga hal tersebut biasanya saling terkait satu sama lain, makanya sangat dianjurkan saat melakukan suatu aktivitas di alam terbuka, kita bisa mengontrol diri sendiri dari ketiga untur tersebut.

Yang harus selalu terpenuhi adalah tenaga / energi yang dihasilkan dari makanan atau minuman (3). Artinya untuk bisa terhindar dari hipotermia, kondisi fisik kita harus dalam keadaan kuat karena nutrisi yang cukup.

Selanjutnya, udara dingin dan pakaian basah (1&2). Perhatikan itu, khususnya saat kita istirahat atau diam dalam waktu lama. Kalau memang kita mau istirahat lama, seperti ngecamp atau menunggu cuaca membaik dalam tenda sebaiknya cek pakaian. Jika basah segera ganti dengan yang kering.


 
Penanganan

Pastikan korban segera mendapat penanganan yang tepat, sehingga kondisinya tidak semakin memburuk dengan :

  1. Jangan membiarkan atau meninggalkan korban seorang diri
  2. Melindunginya dari hawa dingin, termasuk hembusan udara atau angin
  3. Cek pakaian, jika basah segera ganti dengan yang kering dan hangat
  4. Gunakan thermal blankate untuk menjaga suhu tubuh tidak terus turun dan stabil
  5. Masukkan ke dalam sleeping bag
  6. Berikan asupan minuman dan makanan hangat yang mengandung kalori
  7. Bisa juga menaruh botol berisi air hangat dibagian perutnya, gerakkan perlahan dan merata
  8. Usahakan untuk tetap menjaga kesadarannya dengan jalan mengajak komunikasi. Terkadang korban merancu, ngomong gak jelas dan gak teratur, bertingkah seperti orang kesurupan, usahakan untuk bisa menenangkannya

Hipotermia itu membutuhkan kejujuran

Ya, hipotermia itu membutuhkan kejujuran, karena sebenarnya sebelum dia menyerang, korban sudah bisa merasakan gejalanya.

Saat kita atau teman perjalanan mulai merasakan gejala tersebut, segeralah untuk bertindak yang benar. Jangan pernah mengacuhkan dan menganggap sepele. Kita ( atau korban ) bisa memberitahukan kepada teman seperjalanan lainnya tentang gejala dan kondisi yang terjadi, atau segera mengkonsumsi makanan, karena hipotermia bisa datang dari perut kosong.

Jika kita sudah merasakan gejalanya, jangan memaksakan seolah kita dalam keadaan sehat dan baik-baik saja, karena itu tindakan yang salah.

Ingatlah bahwa hipotermia adalah penyakit yang paling banyak memakan korban orang-orang yang aktiv melakukan kegiatan outdoor seperti pendakian gunung.

Jadi sebenarnya hipotermia bisa dideteksi dan dikenali gejalanya, tapi kita harus jujur pada diri sendiri juga pada teman seperjalanan.

Selanjutnya adalah bagaimana kita bisa menanganinya dengan baik, supaya kondisi korban tidak semakin buruk.

So, mendaki gunung bolehlah kita gagal mencapai puncak, tapi menangani hipotermia kita harus berusaha maksimal untuk berhasil, dan bisa melanjutkan kembali perjalanan meski harus menunda sampai kondisi kembali kondusif atau mengulanginya dilain waktu.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)