14 Agustus 2016

Trip Curug Plumbon Bersama Trio Wal Wil Wul

Yes Outdoor : Kebumen tuh memiliki banyak lokasi menarik untuk dikunjungi dan dinikmati keindahannya. Mulai dari pantai, gua, waduk atau bendungan, bukit-bukit, sejarah serta tentunya kuliner.

Hal tersebut semakin nyaman untuk dinikmati karena didukung oleh  kultur masyarakatnya yang ramah. Semua itu bisa dinikmati jika kita berkesempatan untuk mengunjungi daerah yang berada di pesisir selatan Jawa Tengah.

Itulah sekilas tentang potensi yang ada di Kebumen seperti yang diungkapkan oleh bro Hari. Kebetulan dia baru saja mengunjungi salah satu lokasi menarik dan menawarkan keindahan alam.

Berikut catpernya :

Sebelumnya saya pernah berbagi kisah tentang ngetrip ke curug Sikebut di kawasan Karanggayam. Kali ini saya coba untuk sedikit berkisah tentang perjalanan ke curug Plumbon.

Curug Plumbon
Curug Plumbon
Weekend kali ini saya mengunjungi sebuah curug di Kebumen, namanya biasa disebut dengan curug Plumbon, mungkin mengambil kata dari desa dimana curug itu berada. Lokasi curug tersebut tepatnya berada di desa Plumbon Kecamatan Karangsambung.

Nah, trip kali ini dimotori oleh beberapa alumni Gaspala yang tentunya tergabung dalam Sigma. Kami berangkat pada Minggu pagi, sesuai rencana kami untuk berkumpul di SMAN 2 Kebumen.

Meskipun meleset dari jadwal semula untuk start jam 9 menjadi jam 10 tetapi ini masih bisa ditolerir. Maklumlah, kebiasaan kebanyakan dari orang kita yang fleksible haha.. Asli, itu bukan contoh yang baik.

Saya sendiri lebih memilih untuk jadi yang terdepan, on time dan menjunjung tinggi kesepakatan yang telah diambil bersama, supaya tidak menciderai perasaan teman-teman yang datang tepat waktu. Minimal saya tidak mengecewakan mereka karena datang jam 11, misalnya haha.. Meskipun saya datang ke SMAN 2 sendirian tanpa ada yang menemani.

Oh ya ding, sebenarnya saat saya tiba di SMAN 2, disana telah hadir dua orang yang sugguh tidak asing. Imam Kuncoro dan Septi. Dalam fikiran saya terbersit kata

"Wah mereka datang on time. Mungkin malah mereka datang bersamaan. Apa mereka sedang ada hubungan khusus ya? Sehingga jadi sangat bersemangat? "
Wkk.. sedikit liar yah fikiran saya tadi. Mungkin ini karena teringat keisengan dari kang Jo yang ngerubah Dp BBM saya menjadi Jomblo Grade Ori wkkk. Padahal saat itu saya masang gambar jersey tim sepakbola dan kebetulan saya juga jualan itu. Jadi kalau berminat bisalah melalui japri haha..

Curug Plumbon
Cek waktu. Harus On Tiime

Asem, saya jadi orang terakhir yang datang di SMAN 2 Kebumen pagi itu!  Setelah ngobrol sana sini, Wal Wil Wul,  has hes hos sambil bernostalgia dengan suasana Smanda dan Posko gaspala, akhirnya pada 10:30 kami bertiga berangkat dengan penuh semangat.  Emang gak banyak peserta sih, karena banyak yang berhalangan, jadi ya cuma kami bertiga yang melakukan perjalanan ke curug Plumbon.

Enf Ing Eng.. pagi itu kami mulai meluncur ke lokasi melalui jalur pintas yaitu  dengan memilih jalur timur SMANDA. Kendaraan kami pacu melalui Jatimulyo, Tanuharjo, Kalijaya, Krakal. Oh ya, Krakal itu terkenal dengan pemandian air panasnya. Dan jika kita naik bukit di belakang pemandian, maka kita akan disuguhi pemandangan indah pantai selatan Kebumen.

Nah, saat sampai di pasar Krakal kami berhenti sejenak untuk mengisi bengsin. Ups.. bengsin apa bensin ya? Lebih amannya, saya gunakan kata bahan bakar deh haha. Perlu diketahui bersama, motor saya tidak diisi saat itu karena masih full, kan saya bisa isi sendiri di Pom Bensin saya dekat pasar Kewayuhan haha..

Selepas isi bahan bakar, kami melalui jalur yang mulai menanjak  melewati beberapa desa dan area persawahan yang emang luas banget pokokelah! Pemandangan asli indah banget, hamparan sawah dan ketika kami mulai sampai di  desa Wadasmalang, disana dengan annggunnya nampak sebuah aliran sungai.

Menuju Curug Plumbon
Menuju Curug Plumbon
Cek waktu menggunakan jam tangan, ternyata saat 11 siang kami telah sampai di sebuah pertigaan pasar Plumbon. Asli sebuah perjalanan yang enak untuk dinikmati. Terlebih dalam beberapa hari ini Kebumen bercuaca hujan dan mendung, hingga hawa panas banyak tereduksi oleh cuaca dan suhu yang sejuk.

Kami meminta ijin dan sekaligus laporan pada seorang pemilik warung, bahwa kami bertiga akan menuju ke Curug Plumbon. Tanpa banya basa basi dan ba bi bu, kami bertiga segera menuju lokasi.

Gak harus berjalan jauh, kami bertiga melangkahkan kaki menyusuri sungai, sekitar 300 meter, sampailah kami di lokasi dengan kaki yang "Gupak Belet" alias berlumuran lumpur. Dekat kan?  Dan tentunya tidak melelahkan apalagi menyita banyak waktu seperti saat saya montoran dari Kebumen ke Bandung haha.

Ternyata saat kami berara di lokasi, disana ada beberapa orang lain yang juga menikmati suasana curug Plumbon. Bahkan mandi disana. Mungkin biar afdhol kali ya?

Kami cuek aja sih dan gak ngerasa terganggu apalagi berniat mengganggu mereka. Sing penting jeprat jepret tidak ketinggalan. Untuk apa? Ya untuk mengabadikan suasana dan oleh-oleh untuk Yes Outdoor haha.

Curug Plumbon
Kedung Curug Plumbon, Lantai Atas Haha..
Sebenarnya saya ingin segera mandi. Maklum dari pagi sengaja gak mandi. Tapi saya menahan diri untuk tidak mandi dilokasi itu, karena saya punya lokasi favorit untuk mandi dan menikmati suasana Curug Plumbon. Kalau saya jadi bidadari mungkin akan sering mandi di curug ini deh.. haha.

Lokasi favorit saya untuk mandi berada sedikit di atas sih. Tapi asli, tempatnya asyik banget, karena memiliki satu spot dengan kedalaman yang lumayanlah. Orang sini biasa menyebutnya sebagai kedung.

Alhasil, kami cuma sebentar saja berada di lokasi pertama ini dan melanjutkan ke kedung yang saya maksud dengan menyusuri kembali sungai dan naik lewat kebun penduduk wkkkk.

Eit, kalau ada yang ngikutin jalur saya, mohon jangan melakukan tindakan yang merugikan pemilik kebun haha. Asli, ini himbauan serius!

Oh ya, ada info dari pemilik warung bahwa disana banyak taneman jati dll yang rusak karena digunakan untuk berpegangan. Hal ini pastinya sangat disayangkan. Maafkan kami ya pak.. bu...

Jika ingin potong kompas, tentunya akan sedikit susah juga, karena kebetulan  medannya terasiring dengan beda ketinggian sekitar 1meter. Ada lagi jalur yang   becek becek gak ada ojek. Tambah gupak belet lagi deh kakiku... hohoho... cuma becanda. Kalau kang Jo kan naik gunung suka ngojek juga tuh haha..

Naaah, setelah brjalan sebentar (gak ada 15 menit deh) akhirnya kami, Trio Wal Wil Wul sampai di lokasi yang pas buat slibon alias mandi hahaha. Tapi karena waktu hampir masuk dhuhur, saya memilih untuk menunggu sebentar alias gak langsung nyemplung bro! Takut digigit ular atau diculik dedemit hahaha... becanda ya...

Menuju Curug Plumbon
Trio Wal Wil Wul di Curug Plumbon
Setelahnya, Imam yang nyemplung duluan karena dia tuh ahli menyelam dan sering keluar masuk air di Natuna sana hahahha. Survey dulu maksudnya bro. Saya kan gak piawai berenang, padahal rumah deket kali Lukulo. Aiih jadi malu sama kang Jo  yang jago berenang wkkkk...

Yuk kita lirik si Septi.

Hmm.. rupanya dia sedang asyik jeprat jepret. katanya lagi males berbasah-basahan haha.. Selanjutnya, ketika waktu sudah pas dan menerima info dari Imam, saya segera menceburkan diri.. nyemplung.. plung.. meski harus jalan pelan-pelan takut kepleset, karena memang licin. Maklumlah, efek lumut, jadi jalannya sampai lumutan wkkk

Akhirnya basah juga saya di kedalaman 150 - 180 Cm mungkin ya? Gak terlalu dalam tapi cukuplah untuk menikmati airnya. Asyik banget dah renangnya. Foto lagi dong fotooooo... sampai merasa cukup foto dan renangnya. Mungkin ada lebih dari 30 menit kami disana.

Sekitar 12:30 kami sepakat untuk kembali ke parkiran montor. Ups.. sempat kami melihat ular. Sepertinya ular rangon sih, tapi gapapa.. amanlah. Sampai di parkiran kami bertemu rombongan keluarga yang juga inging ke curug tapi sempat nyasar. Kasihan juga, kalau tadi kami tahu, tentunya bisa saya pandu tuh mereka ke curugnya wkkk..

Sampai juga kami di warung tadi. Segera kami memesan kopi, makan gorengan dan gak lupa bayar parkir bro. Gak cuma itu tentunya, karena kami juga terlibat obrolan yang asyik disana. Adalah sedikit pengetahuan yang didapat tentang daerah sana. Berapa sih yang harus dibayar? Kopi 2 ribu. Gorengan seribu, parkir motor 2 ribuan. Terhitung murahlah.

Setelah dirasa cukup, akhirnya kami pamit dan pulang dengan mengambil rute lain biar gak bosen sekaligus menikmati pemandangan yang berbeda. kami putuskan untuk melewati jalur Kaligending.

Sekian trip singkat hari ini yang juga bertepatan sama Hari Pramuka. Duuh jadi inget dengan PDW 2016 yang gak lepas dari kisah di  Taman Pramuka. Hiks hiks. Selamat hari pramuka..!

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)