04 Agustus 2016

Pendakian Merbabu Via Selo - Part 2

Yes Outdoor : Waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi ketika kami berempat selesai packing. Selanjutnya kami minta ijin / pamit untuk mendaki kepada pak Sunar yang saat itu kebetulan ada di halaman depan.

Sebelum melakukan pendakian, kami berempat memulainya dengan berdo'a bersama. Ini adalah salah satu prosedur yang biasa dilakukan supaya pendakian kita berjalan dengan lancar dan sukses. Karena gunung Merbabu via Selo ini sungguh indah sekali pemandangannya.

Berdo'a Selesai
Merupakan kalimat pertama yang mengiringi langkah kami menuju ke jalur pendakian. Track pertama yang dilalui berupa jalan setapak sekitar 1 km menuju bukin Gancik. Dengan track yang lumayan nanjak, sepertinya kami dipaksa untuk langsung mengerahkan segala kekuatan yang ada.

Ciaat.. ciaat.. langkah demi langkah kami susuri jalur tersebut dengan nafas yang boros hingga merasa lega saat sampai di bukit Gancik. Bukit gancik sendiri merupakan sebuah lokasi wisata yang tengah dibangun oleh penduduk setempat.

Panorama pendakian gunung merbabu via Selo
Panorama pendakian gunung merbabu via Selo - Track ke puncak setelang Watu Lumpang

Dari lokasi tersebut nampaklah hamparan area luas diantara Merapi dan Merbabu. Disana kita sempatkan untuk istirahat sekitar 15 menit sambil mengabadikan moment awal pendakian Merbabu kali ini di bukit Gancik.

Jalur setelah bukit Gancik adalah jalan setapak yang landai diantara ladang penduduk dan juga kawasan hutan milih perhutani. Datarnya benar-benar memanjakan kaki untuk melangkah. Tapi tetap aja sesekali kita istirahat.

Belum juga setengah jam kita berjalan diarea tersebut, terdengarlah raungan mesin motor dibelakang kita. Rupanya ada segerombolah penduduk setempat mengendarai motor ke Pos 1 untuk mempersiapkan perkemahan untuk pendaki dari Belanda yang ingin menjadi saksi keindahan gunung Merbabu.

Kami beri mereka jalan untuk melanjutkan sampai ke Pos 1 dimana motor-motor tersebut akan diparkir semalaman. Setelah semua motor lewat, kami lanjutkan perjalanan. Gak sampai 10 menit, sampailah di Pos 1.

Istirahat asyik saat turun gunung
Wow penuh gaya mereka deh :) Istirahat asyik saat turun gunung
Ternyata disana masih ada para pemotor tadi. Mungkin mereka sedang menunggu kami, atau mau minta foto bareng saya hahaha.. Sempat ngobrol dengan mereka dan mendapatkan informasi seputar misi mereka untuk mendirikan perkemahan dibawah bukit Teletubies untuk turis manca.

Selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan dengan membawa banyak peralatan dan bekal yang pastinya berat. Tapi cepat sekali pergerakan mereka hingga hilang disebuah belokan. Kemudian suara mereka pun ikut hilang ditelan heningnya suasana waktu itu.

Matahari mulai terik, ketika kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Pos 2. Oh ya medan menuju Pos 2 sebenarnya enak untuk dilalui, apalagi tracknya termasuk masih baru dan tidak terlalu nanjak. Cukup banyak bonus bisa kita jumpai disana.

Persiapan menjamu pendaki asing di Merbabu
Porter lokal mempersiapkan fasilitas untuk pendaki Asing nih
Setengah jam perjalanan, sampailah kita di Pos 2. Perjalanan menjelang Pos 2 ini mengingatkan rute pendakian di Semeru dah. Hmm.. Semeru.  Gak harus beristirahat, saya coba mengabadikan moment kami melintasi track itu, hingga semua tim melewatinya dan melanjutkan perjalanan menuju ke bukit Teletubies.

Rupanya di dekat Pos 2 itu, kami melihat sekelompok orang penduduk tadi sedang mempersiapkan tenda-tenda yang tadi diceritakan. Dalam hati, mewah juga nih perkemahannya. Lihat foto aja ya :)

Saya sempatkan untuk ngobrol sekitar 15 menit, meskipun 3 orang lainnya tetap melanjutkan perjalanan dan nampak telah sampai di tengah bukit. Akhirnya karena gak mau tertinggal semakin jauh, saya kembali melanjutkan perjalanan untuk menyusul mereka.

Menyusuri track yang terbuka dan menanjak, sampailah kami dipuncak bukit Teletubies. Dari sana perjalanan dilanjutkan melalui track yang menurun dan berakhir di Pos 3.

Tenda untuk pendaki luar negeri di Merbabu
Nampak tenda dengan fasilitas kasur & bantal angin. Pasti nyaman  deh :)

Pos 3 Batu Tulis 

Pos 3 merupakan area yang cukup luas dan merupakan pertemuan jalur ke Selo (Lama). Banyak sekali tenda berdiri disana. Sepertinya milik para pendaki yang mendaki kemarin.

Karena hari mulai beranjak siang, maka kami putuskan untuk istirahat dan masak siang. Tapi rupanya gak cukup sampai disitu, saat melihat track setelah Pos 3 ini yang cukup menantang dan pasti butuh konsentrasi tinggi serta fisik extra, maka saya memutuskan untuk mendirikan tenda disana dan akan melanjutkan perjalanan pada pagi harinya.

Sementara itu Rizky dan Singgih ( demikian nama dua pendaki asal Halmahera dan Pare Pare tersebut ) berniat akan kembali melakukan perjalanan pada pukul 10 malam.

Meja kursi outdoor di Merbabu
Meja dan kursi-kursi ini diletakkan tepat menghadap gunung Merapi. Keren View-nya

Pasang  Tenda - Masak - Nimatin Sunset - Nikmatin Malam Dengan Api Unggun

Setelah mendapatkan lokasi ideal yang memang untuk mendirikan tenda, segera kami berempat memasang tenda yang berdekatan. Gak sampai 30 menit tenda telah berdiri dan barang-barang di bongkar.

Acara selanjutnya adalah masak untuk makan siang yang berlangsung beberapa lama sampai benar-benar siap saji. Tapi ada sebuah trouble dengan Rizky dan Singgih yang kompornya bermasalah. Sudah dicoba perbaiki dan tak mendapatkan hasil.

Dari sana ada sesuatu yang bikin saya sigap menanyakan. "Rizky, apa kamu terbiasa bikin api di kampung sana?" karena dalam situasi tersebut dia dengan cekatan cari ranting-ranting kering dan menyalakan api hingga jadi untuk kemudian memasak dengan kayu bakar.

Rizky anak Halmahera sedang beraksi jadi koki :) masak pakai kayu bakar
Segeralah kita kasih mereka kompor dan gas yang baru saja digunakan supaya mereka bisa cepat masak. Gak cuma nasi tapi juga menu tambahan. Sambil menunggu mereka masak, kopi panas telah tersaji dan dibagikan untuk sekedar menghangatkan perut dan ngurangin stress :) haha.. sigak juga nih koki nya. Siapa lagi kalau bukan Neng Rini :) trims.. cantik.

Jadilah kami nikmati siang itu dengan makan menu sederhana dilanjutkan bersantai sampai sore bahkan menjelang senja. Banyak juga para pendaki yang naik atau turun hari itu. Beberapa rombongan sempat ngobrol santai dengan kami.

Saat menjelang sunset dengan cuaca cerah tidak kami sia-siakan untuk mengabadikan moment disana. Dengan bermodal tripod banyak pose kami coba bidik. Klik.. klik.. klik..

Berfoto saat senja
Dengan bantuan tripod, kita ambil foto nih di puncak bukit Teletubies saat menjelang senja

Selanjutnya adalah acara malam, dengan bikin api unggun setelah bergerilya mencari kayu-kayu dan ranting kering dan tentunya gak lupa santap malam.

Zzzz... malam itu sebenarnya tidak terlalu berasa dingin tapi sepertinya ketiga rekanku merasa hawa dingin yang membuat istirahat malam seperti kurang sempurna. Tapi itu wajarlah, namanya juga tidur di gunung haha..

Oh ya, Singgih dan Rizky akhirnya membatalkan niat untuk melanjutkan perjalanan pada tengah malam tuh :) Sempet turun gerimis juga malam itu, kucoba untuk menampung air hujan, tapi ternyata tidak berlangsung lama dan hanya rintik-rintik.

Sunrise - Lanjutkan Perjalanan
Sejak jam 4 pagi saya memang sudah terbangun dan memasak air minum juga menyiapkan makanan supaya saat melanjutkan perjalanan semua memiliki tenaga yang cukup, karena medan setelah Pos 3 ini langsung dihadapkan pada tanjakan yang ekstrim dan licin.

Sabana 1 gunung Merbabu
Sabana 1. Pemandangan elok selepas track nanjak diatas Pos 3. Aslinya lebih indah deh :)

Pagi itu menjelang sunrise sudah banyak pendaki berdiri berjajar dengan aktivitas masing-masing untuk menantikan moment terbitnya matahari. Meskipun tidak dinikmati dari puncak, tapi keindahannya tetap membuat kita kagum.

Selesai sudah prosesi menyaksikan sunrise, selanjutnya kita mempersiapkan  sebuah perjalanan menuju puncak. Persiapan selesai menjelang pukul 7 pagi itu.

Tanpa tunggu waktu lebih lama dan matahari semakin terik, kami lanjutkan perburuan kami ke puncak Merbabu. Sisa perjalanan kami adalah Sabana 1, Sabana 2, Watu Lumpang dan Puncak.

Setelah melalui track super licin dan menanjak, sampailah kami di Sabana 1. Sepanjang mata memandang hamparan rumput luas terbentang hingga ke arah bukit-bukit yang ada disana. Gunung Merapi tetap kokoh mengeluarkan asap dan ada dibelakang kita.

Ingin sekali rasanya berlama-lama disana, karena memang mata benar-benar dimanjakan dengan pemandangan indah yang tersaji. Asli indah banget! Salah satu spot yang indah di Merbabu.

Perjalanan kita lanjutkan lagi, meskipun saya harus melambat karena sesekali mengabadikan moment juga pemandangan disepanjang jalur. Akhirnya dalam waktu gak terlalu lama, kami sampai di Sabana 2 setelah menyusuri jalan menurun dan berpasir.

Api unggun
Api unggun untuk menghangatkan badan

Tak kalah indahnya dengan Sabana 1, di Sabana 2 juga tampak banyak tenda berdiri disana. Memang Sabana 1 dan Sabana 2 adalah area yang ideal untuk ngecamp, karena selain keindahan yang tersaji, angin disana juga tidak terlalu kuat dan yang penting jarak menuju puncak jauh lebih singkat. Satu jam perjalanan kita sudah bisa mencapai puncak *Syarat & ketentuan berlaku :)

Setelah melewati Sabana 2 ini kita akan menemukan track yang menurun, sedikit datar untuk kemudian nanjak lagi menuju pertigaan Watu Lumpang. Dari Watu Lumpang ini perjalanan kepuncak bisa kita tempuh dalam waktu 30-an menit melalui track yang terus nanjak, tapi tidak ekstrim. Kita bisa menikmati perjalanan di track tersebut dengan segala yang ada, karena sangat disayangkan jika kita melewatkan keindahan pemandangan yang tersaji disana.

Puncak

Tiit.. tiit.. tiik.. waktu menunjukkan jam 8:20 pagi, saat satu persatu dari kami berhasil mencapai batas tertinggi di gunung Merbabu. Berasa kita telah mencapai sebuah kemenangan bisa berdiri disana dengan keindahan bentang alam yang tersaji.

Sedikit selebrasi dan rasa syukur juga seperti biasa mengabadikan moment saat di puncak.

Cukup banyak juga pendaki saat itu dari berbagai daerah di Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah dan bahkan pendaki manca negara dari Belanda yang sebelumnya sempat kita ulas dikit. Ternyata 3 orang diantaranya juga muncak di Merbabu meskipun harus bersusah payah tapi katanya puas dengan keindahannya. Bahkan mereka berencana akan melanjutkan perjalanan ke Lombok untuk mendaki Rinjani. Wow.. pengin ikut sebenarnya, tapi harus bersikap professional lah.. haha ada kerjaan yang gak bisa ditinggal lama-lama :) wkkk
Peta pendakian gunung Merbabu via Selo Basecamp Baru
Peta pendakian gunung Merbabu via Selo Basecamp Baru

Turun Gunung
Sekitar jam 10 pagi setelah merasa cukup bercengkrama dengan puncak akhirnya kami putuskan untuk turun gunung. Hal ini kita ambil juga dengan pertimbangan supaya siang sudah sampai di basecamp.

Dengan sigap den semangat serta tetap fokus kami susuri jalur menuju tenda kami melewati track yang tadi kami lewati.

Jalan, lari, luncat, ambil foto, petik arbey liar untuk sekedar cemilan ataupun sebagai pengganti air minum, karena memang sepanjang jalur selepas Pos 3 cukup banyak arbei liar yang tumbuh deng subur dan buah cukup besar.

Jam 11 : 20 kami telah sampai ditenda. Istirahat sebentar, lalu kita bongkar tenda dan repacking semua peralatan juga perbekalan yang ada untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan.

Semangat sekali kami saat itu. Entah apa yang ada di benak kami, pokoknya kami ingin cepat-cepat sampai basecamp.

Bener aja langkah kami seperti berlomba-lomba untuk segera sampai kembali di bukit Gancik. Sampai akhirnya kami benar-benar sampai disana dan istirahat cukup lama sambil meminum minuman penambah ion tubuh yang dijual oleh salah seorang warga Selo.

Sepanjang perjalanan ke bukit Gancik kami seringkali bercanda, bahkan melihat Rizky yang mulai merasakan sakit dikaki juga tidak mengurangi candaan kami dengan fokus pada apa yang dirasakan Rizky haha..

Perjalanan dilanjutkan menyusuri jalur setapak yang menuntut kekuatan kaki, khususnya lutut dalam menahan berat tubuh. Sesekali kami jalan mundur supaya lebih nyaman.

Akhirnya sampai juga di basecamp menjelang jam 13:30 siang itu. Alhamdulillah sampai juga di garis start :)

Notulen Perjalanan :
  • Basecamp - Bukit Gancik - Pos 1 : 1 jam
  • Pos 1 - Pos 2 :  30 menit
  • Pos 2 - Pos 3 : 1 jam
  • Pos 3 - Sabana 1 : 30 menit
  • Sabana 1 - Sabana 2 : 30 menit
  • Sabana 2 - Watu Lumpang : 20 menit
  • Watu Lumpang - Puncak : 30 menit
*Bersifat tentatif tergantung situasi real yang dihadapi

Baca Kisah Sebelumnya dong :)

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)