22 Juni 2016

Dua Pengalaman Seru Ngojek Saat Mendaki

Yes Outdoor : Mencoba membandingkan pengalaman naik ojek saat hendak mendaki. Ada alasan tersendiri kenapa memilih naik ojek daripada harus berjalan saat hendak mendaki gunung.

Kita coba pilih dua pengalaman ngojek saat mendaki gunung Raung via Garduata (Bondowoso) dan ngojek di gunung Sumbing. Dua pilihan yang memang memberi kesan tersendiri dan keduanya memiliki dua alasan yang identik yaitu memangkas waktu perjalanan dan tenaga setelah puluhan jam perjalanan menuju basecamp kedua gunung tersebut.

Ngojek di gunung Raung

Di gunung Raung via Sumber Wringin kita bisa memilih untuk menggunakan jasa ojek untuk sampai di pos Pondok Montor. Sebuah awal untuk melakukan pendakian ke puncak gunung Raung.

Rute yang dilalui cukup bervariasi, mulai dari jalan aspal, tanah, berbatu kemudian memasuki perkebunan atau ladang penduduk dengan variasi tanaman yang ada.

Dua Pengalaman Seru Ngojek Saat Mendaki

Driver disana boleh dibilang sangat lincah ketika mengendalikan laju motor, khususnya saat masuk area ladang penduduk.  Meliak liuk diantara ribuan pohon dengan track tanah yang cukup licin, hingga beberapa kali mengalami sliding.

Kecepatan lari lumayanlah, untuk ukuran motor dengan membawa beban cukup berat, tas 80 liter full dan 40 liter kebetulan menjadi jatah yang saya bawa. Itu karena kita naik cuma berdua hingga tidak cukup hanya membawa dua kontainer besar 80 liter dan Bogaboo 100 liter.. alamaak.

Gak cuma driver yang matanya mengamati track yang dipilih, sambil menopang beban di punggung saya juga ikut mengamati jalur didepan yang akan dilalui dengan sesekali melihat ke samping atau ke belakang karena banyak obyek yang menarik untuk dilihat :)

Track yang harusnya dilalui menggunakan motor trail, ternyata mampu dilewati dengan sukses oleh motor cube / bebek.

Untuk sebuah pengalaman seru yang memicu naiknya adrenaline, biaya yang dikeluarkan sepertinya sepadan. Bahkan bisa dibilang murah jika dibanding kita harus berjalan kaki dari basecamp sampai ke pos pondok montor, setidaknya harus ditempuh jalan kaki selama 1,5 sampai 2 jam.

Ngojek di gunung Sumbing 

Satu lagi kisah ngojek saat mendaki adalah ketika mendaki gunung Sumbing. Setelah lama banget gak mendaki Sumbing, akhirnya kesana dengan pengalaman dan kesan baru.

Ngojek adalah salah satu pengalaman baru saat mendaki gunung tersebut. Meskipun perjalanannya tidak sejauh ngojek di gunung Raung dan medannya cenderung lebih terbuka, tapi tetap saja itu sebuah perjalanan yang bisa memompa adrenalin.

Perjanalan sekitar 10 - 15 menit melalui jalan aspal dan dilanjutkan dengan jalan berbatu di area terbuka dengan kanan kiri perkebunan penduduk.

Yang menarik adalah modifikasi motor dan kita yang justru naik di depan, sedangkan sang driver mengendalikan motor dengan menopang tas carrier kita di belakang. wkkk.. seru juga nih! Jika penasaran bolehlah dicoba :)

Kesimpulan

Dari kedua lokasi ngojek tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa meskipun memiliki track yang berbeda, tetapi para driver memiliki skill dan penguasaan medan yang baik, sehingga mereka bisa mengendalikan motor dengan baik pula.

Khusus untuk ngojek di Raung, saya merasakan itu sebuah sensasi yang mengasyikkan dan layak dicoba. Gak cuma naik, di basecamp kita juga sudah bisa minta kontak driver untuk menjemput saat kita turun.. hehe

Yang unik lagi dari ngojek di Sumbing adalah ketika perjalanan turun, maka kita sebagai ojeker (penumpang) berganti posisi menjadi duduk di belakang dengan sebagian besar motor diberi pegangan atau penahan tangan. Mungkin maksudnya adalah supaya penumpang tidak mendorong driver di depan saat turun, karena kemiringannya yang lumayan curam, dengan demikian si driver tetap bisa mengendalikan motor dengan baik.

Saran saya, jika merasa ngeri atau sedikit takut sebaiknya mintalah kepada si driver untuk memacu laju motornya lebih pelan.

Ngojek? Wahy not?

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)