15 Juni 2016

Baru Dibuka, Beberapa Pendaki Semeru Tersesat

Yes Outdoor : Gunung Semeru memang memiliki pesona dan daya tarik yang seperti tak lekang oleh waktu. Gunung tertinggi di pulau Jawa tersebut menjadi salah satu tujuan utama pendakian di pulau Jawa yang gak boleh dilewatkan.

Ribuan pendaki tiap tahunnya berlomba-lomba untuk bisa berdiri dipuncak tertinggi pulau Jawa tersebut. Tak hanya pendaki domestik, diantara mereka banyak pula pendaki mancanegara yang tertarik untuk mendaki gunung Semeru ini.

Pendakian ke Semeru pada dasarnya sah-sah saja dilakukan oleh setiap orang yang memenang memiliki kemampuan fisik, teknik pendakian dan juga mental yang baik. Atau sangat disarankan untuk mencari pemandau pendakian jika memang tidak yakin dengan kemampuan mendaki, misalnya dalam hal pengenalan medan, supaya tidak tersesat.





Dan yang pasti adalah mengikuti aturan yang diterapkan pihak pengelola taman nasional. Jangan sekali-kali mendaki tanpa melalui prosedur yang benar.

Awal bulan ini, kita tentu telah mendengar hilangnya  pendaki mancanegara di gunung Semeru ini.  Sejak tanggal 3 Juni, Lionel Du Creaux tidak ada kabar beritanya. Padahal pendakian gunung Semeru sendiri baru dibuka awal Mei kemarin, ternyata sudah ada beberapa orang yang tersesat disana.

Lionel (Swiss) dan Alice Guignard (Prancis) yang berangkat ke Semeru ternyata tidak mengikuti prosedur (perijinan) yang seharusnya, alias, menjadi pendaki ilegal.

Ranu Kumbolo Gunung Semeru

Snapshot

Lionel dan rekannya, Alice Guignard, berangkat dari Malang dan masuk ke Ranupani pukul 07.00 WIB. Mereka langsung menuju lokasi pendakian tanpa memberi tahu petugas di pos pendakian.  

Pukul 10.22, keduanya tiba di Ranu Kumbolo dan melanjutkan perjalanan ke Kalimati pukul 11.55. Selanjutnya mereka mendaki Watu Gede sekitar pukul 14.01. Pukul 17.47 Alice tidak melanjutkan perjalanan karena tidak kuat dan kembali ke Kalimati.

Karena tidak tahu jalan, Alice tersesat ke arah Arcopodo. Di lokasi ini, Alice bertahan dan menunggu selama dua hari. Pada Senin, 6 Juni 2016, Alice ditemukan Heri Sumantri dari Tim Haspala Malang yang sedang memandu tamu. Alice ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB setelah teriakannya minta tolong dan kebetulan didengar Heri. 


Alice mengaku terakhir bertemu Lionel di Watu Gede yang merupakan jalur menuju ke Mahameru

Saat ini tim SAR masih berusaha untuk mencari dan menemukan pendaki tersebut. Bahkan utusan dari Konsulat Jenderal Swiss di Surabaya juga ikut berkoordinasi dengan mendatangi Poso tim SAR di Ranupani berkenaan dengan hilangnya salah seorang warganya di gunung Semeru.

Semoga survivor bisa segera ditemukan, mengingat telah banyak korban hilang / tersesat di Semeru karena mengacuhkan himbauan agar tidak mendaki sampai ke puncak Mahameru.


Oh ya, sebelumnya ada juga pendaki asal Cirebon yang tersesat di Semeru yang akhirnya ditemukan setelah empat hari pada Mei kemarin, menambah jumlah orang yang hilang / tersesat digunung dalam beberapa tahun ini.

Last, semoga ini bisa jadi renungan bagi kita semua yang suka mendaki gunung maupun beraktivitas di alam terbuka.



yes-outdoor.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)