18 Maret 2016

Ngobrol Bentar Masalah Sampah Pendaki Dengan Kang Agus

Yes Outdoor : Mungkin gak begitu banyak orang yang mengenalnya ataupun pernah bertemu langsung dengan sosok yang satu ini.

Tapi bicara masalah kepedulian pada alam dan juga kawan ( tentunya ) dia adalah sosok yang dapat diandalkan dan sudah terbukti :)

Meskipun tidak memiliki ukuran fisik yang besar, tetapi dia memiliki semangat yang tinggi untuk selalu peduli pada kelestarian alam.

Contoh gampangnya adalah, tidak pernah merasa capai atau bosan untuk mau mengumpulkan sampah saat mendaki gunung.

Nah, ad sedikit obrolan nih dengan kang Agus

Kenapa kang Agus suka mendaki gunung?

Pada dasarnya saya bukan pendaki, melainkan penikmat alam, karena begitu banyak nikmat TUHAN yang di berikan. Termasuk nikmat alam yang menyuguhkan keindahan, ketenangan dan di alam saya merasa semakin tidak ada apa-apanya.

Mau angkuh? Apa yang mau diangkuhin?
Mau sombong? Apa yang mau di sombongin?
Mau tidur? Apa yang mau di tidurin di gunung..hehehe <== #Kacau nih, batu & akar pohon bisa tuh :)

Mungkin mendaki gunung bg saya bisa d bilang keharusan.karna apa?seperti yg d katakan d atas dgn mendaki gunung saya mendapatkan ketenangan dan pelajaran kehidupan yg cukup bnyak..di katakan berat bawa sampah memang namun itu dasar dan bukti kepedulian saya.


Pendaki peduli sampah
Kang Agus in action :)
Bicara masalah runtah, apa yng harus dilakukan untuk meminimalisir sampah pendaki

Kalau menurut saya sih gak susah dan gak ribet juga, bahkan bukan hanya meminimalisir sampah  melainkan mentiadakan sampah pendaki di gunung.

Intinya bukan hanya berkoar "bawa turun sampahmu" tapi menanamkan kepedulian pada setiap individu. Karena dengan peduli, saya yakin bukan cuman meminimalisir sampah melainkan mentiadakan sampah yang tersisa di gunung.

Alasannya apa? Dengan dasar peduli, individu  / kelompok pendaki gak mungkin membuang sampah sekecil apapun begitu saja, karna mereka tahu itu akan merusak pemandangan, keindahan dan yang utama adalah merusak alam juga.

Kemarin saat ikut dalam expedisi Persapalas di Jatim, bagaimana penilaian akang tentang sampah di gunung-gunung Jatim dalam rangkaian pendakian tersebut. Kalau banyak, diangkut tutun gak? Kalau sedikit diapain tuh?

Saat ikut expedisi PERSAPALAS salah satunya adalah gunung Arjuno. Sampah disana boleh dibilang tidak terlalu menghawatirkan. Kebanyakan yang kami bawa selain sampah pribadi dan kelompok ada juga kami menemukan sampah-sampah kecil seperti bungkus permen, obat masuk angin, madu saset dan botol-botol air mineral.

Oh ya, selain sampah-sampah tersebut, tabung gas mini juga cukup bnyak, tapi untuk tabung gas kami tidak bnyak membawanya turun,  hanya tabung gas bekas yang kami pakai aja yang di bawa turun.

Lah kenapa begitu kang?

Karena di jalur Purwosari ada orang yang mengumpulkannya dengan rapih. Orang tersebut mempunyai maksud lain untuk memanfaatkannya. Alhasil hanya 2 kantung sampah yang kami bawa turun. ***#Waduh harusnya bantuin tuh orang dengan ngangkutin sisa tabung gas mini, biar gak harus jauh-jauh mencarinya disepanjang jalur pendakian :) hehe


Ok kang makasih obrolan singkatnya, lain waktu kita lanjut lagi, sekalian tolong pijitin saya ya? 

Hahaha.. siap kang jo hehe

2 komentar:

  1. saya mendukung gerakan pembersihan sampah gunung kang...
    kan sayang tuh kalo gunung yang indah jadi rusak gara-gara

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin.. betul sekali kang Adam, selain merusak pemandangan, sampah juga tidak menyehatkan :) dan bisa jadi sumber bencana. Khusus untuk jenis sampah plastik, berapa tahun bisa terurai? Intinya harus ada kesadaran bersama. Kalau perlu ada tindakan tegas yang dilindungi undang-undang tentang penanganan sampah pendaki :) Salam.. trims udah mampir dimari

      Hapus

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)