25 Februari 2016

Mengupas Rasa Penasaran Hasil Reboisasi Mangrove Oleh Gaspala

Yes Outdoor : Pecinta alam bukanlah seberapa banyak gunung yang telah didaki, bukanlah sesering apa bisa berdiri di puncak tertinggi dan bukan pula sejauh mana bisa menjelajah alam.

So simple banget sih, makna dari pecinta alam. Memiliki kepedulian pada kelestarian alam/lingkungan disekitar. Nah penjabaran dan prakteknya itu yang bisa jadi akan amat panjang karena bentuknya beraneka ragam. Tetapi semua akan kembali dihadapkan pada "Memiliki kepedulian pada kelestarian alam/lingkungan disekitar".

Bicara mengenai kepedulian pada kelestarian alam/lingkungan disekitar jadi ingat artikel sebelumnya tentang gaspala yang ikut dalam kegiatan hari sampah nasional dan juga salah satu wujud kecintaan mereka untuk menghijaukan kawasan pantai dengan menanam ribuan batang pohon mangrove saat memperingati HUT mereka.

Kebetulan sekali, Den  Baguse Hari Satria kembali menginformasikan tentang keadaan pantai Lembu Purwo setelah reboisasi tersebut.

Berikut ini hasil pengamatannya, untuk Yes Outdoor.

Berawal dari rasa penasaran untuk mengetahui  kondisi tanaman mangrove/bakau yang kami (Gaspala Smanda Kebumen) tanam pada  Mei 2010 lalu, saya mencoba untuk mengecek langsung ke lokasi yang berada di laguna sungai wawar, desa Lembupurwo dan Wiromartan, kecamatan Mirit, kabupaten Kebumen.

Gaspala penuh semangat mengangkut 4000 bibit mangrove ke lokasi reboisasi


Kamis pagi sekitar pukul 8.45 saya sudah siap untuk meluncur ke lokasi. Sendirian, tanpa teman maupun pendamping dan hanya menggunakan sepeda motor.

Dalam perjalanan tersebut saya langsung menuju ke jalur paling selatan di Kebumen, yaitu jalan Daendels yang berada sangat dekat dengan pantai selatan pulau Jawa.

Pertimbangan saya untuk mengambil jalur selatan ini adalah faktor lalu lintas yang cenderung tidak crowded, bahkan bisa dibilang sepi. Enak untuk dinikmati dengan santai.

Mengupas Rasa Penasaran Hasil Reboisasi Mangrove
4000 bibit mangrove siap tanam


Hal tersebut tentunya sangat berbeda jauh dengan jalur utama yang merupakan jalan provinsi yang sudah pasti padat.

Tanpa terasa, sampailah saya di pertigaan desa Bocor yang kondisi jalannya bergelombang dengan kombinasi lubang dijalur tersebut. Tetapi saya masih bisa melewatinya dengan santai, karena sudah diwilayah pantai sehingga sepertinya saya juga menjelma sebagai anak pantai hahaha.

Hampir gak sadar, ketika jam9.45 ternyata  saya telah sampai di perbatasan desa Lembupurwo - Wiromartan. Sempat terhenti sejenak dan berfikir, apa ini jalan yang pernah saya lewati dulu ya?

Mengupas Rasa Penasaran Hasil Reboisasi Mangrove
Reboisasi Laguna desa Lembu Purwo oleh Gaspala


Mungkin karena saya terlalu sering mikir, hingga uban pun mulai tumbuh dikepala :) hehe.. Tapi akhirnya saya yakin seyakin-yakinnya, bahwa ini adalah jalur tersebut.  Jalur menuju Laguna yang hampir 6 tahun dulu kami lalui saat mengadakan reboisasi.

Menyusuri jalan berpasir, dengan perkebunan penduduk di kanan dan kirinya sungguh membuatku merasa seperti sedang berada di suatu daerah seperti di film-film petualangan.

Akhirnya sampai juga di ujung jalan. Ternyata disana telah bnyak perubahan dari waktu lalu. Wah banyak kandang ayam juga rupanya :) tapi saya kan vegetarian, jadi gak makan ayam. Kalau tidak, bisa jadi saya sudah pesen satu atau dua ekor untuk dibakar haha.

Mengupas Rasa Penasaran Hasil Reboisasi Mangrove
Duduk bentar joss haha


Dibawah sebuah pohon yang cukup rindang akhirnya saya parkirkan kendaraan saya dan berkomunikasi dengan para petani sekitar sebelum minta ijin untuk menuju ke laguna.

Meskipun cuaca cukup terik, tetapi rasa penasaran saya mengalahkan segala macam godaan untuk bisa segera sampai dilokasi yang dulu kami tanami ribuan pohon mangrove.

Jreng...

Laguna Lembu Purwo
Jam 10 : 5 di lokasi Laguna desa Lembupurwo

Tanba basa-basi, akhirnya saya sampai juga di laguna yang dituju. Mulut bergumam, mata terbelalak selanjutnya mulut gantian menganga haha untung gak kemasukan pasir pantai yang tertiup angin haha

Foto-foto disini adalah hasil jepretan saya dilokasi :) sejenak lupa dengan printer saya yang belum laku, maupun jersey dan juga jamur crispy yang laris manis haha



Mengupas Rasa Penasaran Hasil Reboisasi Mangrove
Kondisi terkini hasil reboisasi mangrove



Tapi ada juga rasa galau atau sedikit bingung, heran, saat ingat sejumlah 4000 batang pohon mangrove yang dulu ditanam dari jenis propagul, saat ini nampaknya telah berubah.

Saya sendiri tidak bisa membayangkan seperti apa jadinya jika ke 4000 tanaman mangrove tersebut tumbuh bersama, tapi bisa jadi  ada sebagian yang mati atau terbawa arus.

Jumlah yang tumbuh saat ini tentunya tidak sama dengan yang dulu pernah kami tanam. Saya juga melihat ke seberang juga terlihat tanaman bakau yang hampir sama tingginya.

Mengupas Rasa Penasaran Hasil Reboisasi Mangrove
Nampak serombongan burung hinggap di pohon mangrove


Saya tidak tahu itu hasil dari reboisasi gaspala ataupun pihak lain. Tapi saya bersyukur kawasan laguna tersebut telah berubah menjadi lebih hijau. Artinya ada kesadaran dari Gaspala maupun pihak lain untuk bisa melestarikan alam dan lingkungan.

Kalau ada teman-teman Gaspala, tolong kasih tahu saya perkembangan reboisasi disana. Maklum setelah reboisasi 1 ( padahal masih ada reboisasi lanjutan ke 2 dst ), saya langsung berkarir di Borneo, sehingga tidak sepenuhnya mengikuti aktivitas Gaspala selanjutnya.

Mengupas Rasa Penasaran Hasil Reboisasi Mangrove
Hijau dan asri


Akhirnya setelah merasa cukup menghilangkan rasa penasaran dari hasil reboisasi mangrove di laguna desa Lembupurwo oleh Gaspala, saya melanjutkan perjalanan pulang.

Saya, Den Baguse Hari Satria melaporkan dan melampirkan haha....



2 komentar:

  1. Contoh nyata kepedulian sispala dan para alumni ini mah mas bro. Salut untuk mereka dan semoga bibit-bibit kecintaannya bisa terus tumbuh. Tapi iraha yeuh merapat ka lembah bongkok

    BalasHapus
  2. Bang Jo ditunggu merapat di Padang. Kita ke KERINCI bang Jo

    BalasHapus

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)