21 Oktober 2015

Hutan Terbakar, Asap Menyebar, Korban Berjatuhan

Yes Outdoor : Kabut asap yang sudah berbulan-bulan ini melanda negara kita sudah selayaknya menjadikannya sebagai bencana nasional. Meski tidak semua daerah merasakan efek negatif kabut asap tersebut, tetapi nyatanya ribuan atau bahkan jutaan orang menjadi korban bencana kabut asap akibat pembakaran lahan maupun kebakaran hutan. Gak kebayang kerugian material maupun non material dari bencana tersebut.

Berbicara tentang kebakaran hutan dan korban yang jatuh akibat kebakaran hutan, beberapa hari lalu juga diberitakan diberbagai media cetak, maupun digital tentang adanya pendaki gunung yang menjadi korban kebakaran hutan di gunung Lawu. Tentu saja mereka masuk kedalam daftar pendaki Indonesia yang meninggal di gunung.

Mungkin masih ingat dengan tragedi kebakaran gunung Lawu sebelumnya yang membuat ratusan pendaki terjebak di gunung Lawu? Dan kejadian terbakarnya hutan gunung Lawu tahun ini-pun terulang kembali.

Setidaknya ada 7 orang pendaki  yang meninggal akibat bencana kebakaran hutan di gunung Lawu tersebut. Mereka adalah para pendaki yang terjebak kebakaran hutan disekitar Pos 3 dan Pos 4 gunung Lawu via jalur Cemoro Kandang.

Gunung Lawu - Sekitar Jalur Pos 4

Sebelum gunung Lawu mengalami kebakaran, di Jawa Barat setidaknya gunung Gede, gunung Papandayan juga mengalami kebakaran hebat, dan juga gunung Guntur.

Korban yang meninggal digunung Lawu memang semuanya adalah para pendaki yang terjebak kebakaran hutan. Tetapi di wilayah Sumatera dan Kalimantan, tentunya lebih banyak lagi korban akibat pembakaran hutan dan pembukaan lahan.

Bahkan sektor ekonomi-pun terganggu akibat terjadinya bencana kabut asap ini. Anak-anak ( balita ) dan golongan lanjut usia adalah mereka yang paling merasakan dampak dari pembakaran hutan dan kabut asap. Jangan sampai saudara-saudara kita mengalami lebih lama lagi bencana asap ini, dan jangan sampai kejadian serupa terulang kembali di Indonesia.

Tegakkan hukum, beri hukuman terberat kepada pihak-pihak yang sengaja membakar hutan. Black List perusahaan tentu tidak mengobati semua kerugian. Artinya pemerintah memang harus bersikap "kejam" kepada para pelaku penyebab bencana kabut asap & pembakaran hutan.

Jika kita mengikuti berita-berita nasional, tentunya juga masih teringat berbagai lokasi terjadinya kebakaran hutan. Bahkan di Papua juga ada hutan yang terbakar. Musim kemarau bisa jadi alasan faktor alam.

Daun-daun kering yang terpapar langsung oleh sinar matahari dalam waktu lama serta gesekan-gesekan dengan benda kering disekitarnya, bisa jadi sebagai penyebab timbulnya api. Meskipun itu tidak seperti tindakan yang dilakukan oleh manusia yang sengaja membakar hutan untuk membuka lahan. #StopPembakaranHutan

Menyikapi semua itu, sebagai seorang pendaki hendaknya selalu waspada ketika sedang melakukan pendakian. jangan bikin api jika tidak urgent, jangan lupa pula mematikan kembali dan pastikan jika api tersebut telah benar-benar padam tanpe menyisakan sedikitpun bara. Karena bisa jadi menjelma sebagai pemicu api besar, karena memang cuaca saat ini sedang terik dan hujan belum juga mau turun.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)