26 September 2015

Berbagi Cerita Kisah Perjalanan dan Rundown Pendakian Gunung Kerinci

Yes Outdoor : Setuju atau tidak, gunung Kerinci adalah salah satu gunung yang memiliki pesona keindahan alam dan memiliki ekosistem yang masih terpelihara. Tapi tidak mudah untuk bisa mendaki puncak Sumatera ini.

Meskipun banyak open trip maupun pendakian digelar untuk mencapai puncak tertinggi pulau Sumatera, tetapi yang namanya mendaki dengan sedikit anggota tim adalah sebuah pengalaman yang keren. Dan tentunya berkesan. Ups.. jadi inget dengan pendakian solo saya bertahun-tahun yang lalu.

Back to Mt. Kerinci, Kenapa Kerinci? Berikut sedikit interview dengan dua orang pendaki yang saya kenal akrab mereka berdua sejak beberapa tahun yang lalu. Seperti sudah kita unggah di Yess Outdoor ini, tentang pendakian ke gunung Kerinci yang baru saja mereka lakukan. Mereka? Ya mereka. Siapa? Mang Deddy & ceu Fauziah :)

Berikut beberapa pertanyaan yang sempat disampaikan ke mereka berdua :


1. Kenapa Kerinci?

Karena kita orang Indonesia dan memiliki kesempatan.

Tahukah kamu Indonesia terdiri lebih dari 17500 pulau dan 13% dari pegunungan vulkanik dunia dimiliki oleh Indonesia, tersebar dari Sabang sampai Merauke? Salah satu gunung tersebut adalah Kerinci 
yang terletak di provinsi Jambi dengan ketinggian 3805 mdpl yang menjadikan Gunung Kerinci,  sebagai gunung vulkanik tertinggi di Indonesia. 

Mountaineer.. ciyee (y)
Tapi, bukan itu motivasi terbesar saya dan partner saya untuk mendaki Kerinci. Sebagai orang Indonesia yang telah menghabiskan waktu lebih dari 20 tahun (20 tahun!) tinggal di pulau Jawa, rasanya kami tak akan menghabiskan waktu yang tersisa lagi dengan hanya menikmati keindahan pulau Jawa. Indonesia itu luas (ingat? Lebih dari 17500 pulau)! 

Kebetulan saya dan partner memiliki hobby yang sama dan sama-sama membuka kesempatan pada setiap kemungkinan. Kami memutuskan pertualangan kami mengelilingi Indonesia dimulai dari Sumatra, dari titik tertinggi Pulau Sumatra.



2. Konon naik berdua ya? Sebelumnya ingin berapa orang yang ikut dalam pendakian Kerinci? Tapi salut tetap dengan Plan A utk bsa berdiri diatap Pulau Sumatera

Ya, akhirnya kita mendaki gunung Kerinci berdua saja. Jumlah minimal dalam grup pendakian. Dari Januari 2015, saya dan partner merencanakan pendakian ini dan mulai ‘meracuni’ kawan-kawan kami, terutama dari Komunitas Pendaki Gunung Balad Soekarno (KPGBS) untuk ikut serta dalam pendakian ini. Enam orang adalah kemungkinan terbesar jumlah team kami pada saat itu. Empat orang dari Jawa, saya, partner saya, Dedi, Bang Unay dang Bang Jo. Dua orang lagi adalah kawan kami dari kaki gunung Kerinci, Bang Abex dan Bang Alan. Tetapi karena berbagai halangan, akhirnya kami mendaki Kerinci berdua saja.

Salut tetap dengan plan A?

Sebenarnya kami sudah mempersiapakan untuk worst-case, termasuk jumlah team dalam pendakian. Meskipun kami hanya berdua, pendakian Kerinci harus tetap di laksanakan. Kami sudah berniat, merencanakan, mempersiapkan dan inilah saatnya kami mengeksekusi apa yang telah kami rencanakan.
Team tidak akan membuat anggota nya gagal.
Anggota tidak akan membuat team nya gagal.Anggota yang satu tidak akan membuat anggota lain nya gagal.

Dan saya bersyukur memiliki anggota team seperti Dedi, dia banyak memotivasi saya dalam berbagai hal termasuk dalam pendakian ini.



3. Kendala dalam perjalanan yang paling berkesan?

Alhamdulillah tidak ada kendala yang begitu berarti. Hanya ada satu kejadian dimana kami mengejar waktu untuk camp di Shelter 2 dan ternyata kami sudah melewati Shelter 2 karena tidak adanya signpost/plang disana. 

Keadaan fisik sudah mulai menurun pada saat itu dan perang batin antara melanjutkan ke shelter 3 atau turun balik ke shelter 2 pun terjadi. Tetapi karena alasan keselamatan dan mengingat kondisi fisik kami, kami akhirnya memutuskan untuk kembali ke shelter 2.


Perjuangan menuju atap Sumatera yang menguras fisik & mental


4. Apa yang harus disiapin untuk bisa mendaki Kerinci





1. Niat dan tekad yang kuat

Saya menjadikan niat dan tekad menjadi nomor satu karena percaya deh ketika kamu berkata “saya mau”, itu akan membuka peluang lain untuk “saya akan” dan pada akhirnya “saya sudah melakukan itu”. Jangan lupa beri tahu teman-teman terdekat mu tentang niat kamu. Mereka yang akan mengingatkan ketika kamu lupa. “Eh, katanya lo mau ke Kerinci, Kapan tuh? Beneran gak nih?” haha


2. Mulai menabung
Untuk orang yang tinggal jauh dari Gunung Kerinci seperti kami, pendakian ini membutuhkan biaya yang lumayan tidak sedikit. Apalagi untuk saya yang belum bekerja. Haha. Saya membutuhkan waktu sampai tujuh bulan untuk menabung demi mimpi saya. 

adventure & outdoor kerinci
Mang Dedi

3. Bekali diri dengan informasi tentang Gunung Kerinci

Banyak catatan pendakian Gunung Kerinci tersedia di Internet. Yang kamu butuhkan adalah membaca, membandingkan dan meng-extract informasi penting yang ada didalamnya terutama dalam hal dibawah ini :
  • Transportasi: Jadwal Pemberangkatan/kepulangan, nomor telepon, harga. 
  • Penginapan: Lokasi dan harga. 

Jalur Pendakian dan waktu rata-rata pada setiap pendakian (berapa hari dan malam) sampai waktu rata-rata dari satu pos ke pos yang lainnya. Hal ini penting untuk management waktu/logistic/pakaian pendakian kita nantinya.


4. Membuat daftar peralatan pendakian (pribadi dan group) dan lengkapi

Buatlah checklist dalam peralatan pendakian baik peralatan pribadi maupun group. Keuntungan merencanakan pendakian dari jauh-jauh hari adalah kita mempunyai waktu untuk menabung dan melengkapi apa yang kurang.


5. Bekali diri dengan mountaineering skills

Mendaki gunung termasuk kegiatan yang berbahaya. Selalu persiapkan untuk worst case agar kita siap menghadapi berbagai kemungkinan. Pengetahuan tentang cara bertahan hidup/survival, Pertolongan Pertama Pada Kecekalan (P3K), navigasi, tali-menali dll.

6. Persiapkan Mental dan Fisik

Mendaki gunung memerlukan komitmen kita dalam meluangkan waktu dan tenaga. Berjalan ribuan meter dengan beban berat dan target waktu bukan hal yang mudah. Persiapakan mental untuk kesulitan dan ketidaknyamanan yang mungkin dihadapi saat pendakian.

Persiapan fisik

Memperkuat otot kaki dengan jogging dan squats dengan rutin dan Push-up untuk menguatkan otot tangan. Jalur kerinci terutama dari shelter 2 ke shelter 3 mengharuskan kita untuk root climbing dan kekuatan otot tangan sangat di butuhkan. Latihan back-up secara rutin pun diperlukan supaya punggung lebih kuat saat menggendong carrier.


5. Saat menjejakkan kaki dipuncak, apa yg ada dlm fikiran. Ada harapan mungkin? Apa yang ada dalam fikiran?
How small we are and how big God is…
Narsis ah :) mang Ded & ceu Fauziah
Itu yang ada dalam fikiran saya. Diberi kesempatan untuk berdiri di atap tertinggi pulau Sumatra, menyaksikan betapa gagah nya gunung kerinci dan menapaki setiap jalurnya yang challenging menyadarkan saya betapa maha besarnya tuhan dan betapa kecilnya kita sebagai makhluknya. Terimakasih Kerinci, engkau telah memberikan banyak pelajaran tentang kerendahan hati.


6. Ada harapan mungkin?

Ingin kembali ke rumah dengan selamat. Haha. Itu harapan pertama. Berada di alam bebas berhari-hari dengan segala keterbatasan dan bahanya membuat kita lebih mengerti arti rumah. 

Harapan selanjutnya adalah untuk bisa menapaki kaki di puncak-puncak lainnya di Indonesia dan merasakan lagi apa yang kami rasakan ketika berada di puncak Kerinci.

Ya, sebenarnya pendakian kerinci ini memberi kami (saya dan Dedi) ide-ide gila, haha. Salah satunya adalah cita-cita kami untuk membuka usaha sendiri suatu hari nanti, sehingga kami memiliki waktu dan financial yang cukup untuk petualangan kami.

Danau Gunung 7

7. Selain Kerinci, ekspedisi kemarin kemana aja? Sayang waktu dan kesempatan kan jika hanya mendaki Kerinci?


Selesai mendaki Gunung kerinci 2 hari 1 malam (2-3 September 2015) kami melanjutkan pendakian ke danau Gunung 7, danau tertinggi se-Asia Tenggara (4-5 September) dan menikmati perkebunan teh Kayu Aro. 

Pada 5 september malam, perjalanan pun dilanjutkan ke Bukit Tinggi dan tiba pada 6 September pagi . Berjumpa dengan kawan kami, Bang Dedi Firmana, kami melanjutkan perjalana ke Air Terjun Nyarai setelah beistirahat beberapa jam di rumah bang Dedi. 

Dibutuhkan waktu sekitar 1.5 jam trekking, air terjun nyarai menjadi tempat yang cocok untuk melepas semua kepenatan. Pada 7 September kami pergi ke tempat wisata disekitar Bukit Tinggi seperti Panorama, Lubang Jepang, Great Wall of Koto Gadang, Benteng Fort de Kock, Jembatan Limpapeh, Kebun Binatang, Rumah adat Minangkabau dan terakhir kami kuliner disekitar Jam Gadang dan tidak lupa membeli oleh-oleh khas Padang untuk keluarga dirumah, Kerupuk Sinjai. 

Pada tanggal 8 September, kami melanjutkan perjalanan dari bukit tinggi ke kota Padang untuk selanjutnya pulang ke rumah di Ciamis.


8. Kesan selama & setelah pendakian

Pendakian kerinci sangat berkesan, terutama pada saat summit attack. Kami bangun pukul 2 pagi dan melakukan persiapan, sarapan, dan membuat air jahe panas untuk diperjalanan. Perjalanan menuju ke shelter 3 dilakukan dengan sangat hati-hati, penerangan yang terbatas, membuat kami berjalan selangkah demi selangkah dengan berpegangan pada akar-akar, kalau boleh saya bilang itu adalah roots climbing. 

Kami harus benar-benar konsentrasi untuk memilih pegangan yang kuat sebelum melangkahkan kaki. Dan pengalaman menyaksikan sun rise meskipun itu dijalur menuju Tugu Yuda, tidak bisa dilukiskan oleh kata-kata, danau gunung 7 yang merupakan danau tertinggi di Asia tenggara sudah mulai terlihat saat itu. Kami sempat tertegun dan terdiam menyaksikan keindahan yang ada di depan mata kami. It was wonderful! Subhanallah..

Pada saat pulang, dan melihat gunung Kerinci dari perkebunan Kayu Aro, saya sempat tak percaya bahwa kami baru saja mendaki gunung Kerinci. Saya bilang pada Dedi,Percaya gak? Kita baru aja ada di atas sana! It was freaking high! Tinggi banget !” tapi yeah, we did it, kami telah mendaki Gunung Kerinci.

Kebun teh berasa punya sendiri :) - Foto dengan latar gunung Kerinci

Danau Gunung 7 pun memberikan kesan yang sangat berarti, bisa tidur dibawah milky way nya ditemani suara gemercik air danau yang terhempas ke bebatuan, ah it was just so perfect! Kalau saja danau gunung 7 dekat dengan rumah saya, mungkin saya sudah seminggu sekali kesana! Hehe.


9. Setelah Kerinci mau kemana?


Dalam jangka pendek (tahun 2016), kami berencana untuk mendaki gunung Rinjani. Untuk jangka panjang, puncak Jaya Wijaya adalah cita-cita kami. Semoga kami dan kawan yang membaca diberi kesehatan, rezeki dan kesempatan untuk berpetualang mengelilingi Indonesia yang indah ini ya !



10. Boleh dong berbagi rundown dan detil schedule pendakian kemarin?

Ini adalah rundown dan detil  perjalanan yang kami lakukan.

Tempat
Timeline
Durasi
Harga
Note
Tasikmalaya-Lebak Bulus dengan bus Primajasa
1/9/2015
7am-1pm
6 jam
Idr 60k/orang

Lebak Bulus- Bandara Soeta dengan Bus Damri
1/9/2015
1.30pm-2pm
30 menit
Idr 40k/orang

Bandara Soeta- Bandara Minangkabau, Padang
1/9/2015
7pm-9pm
2 Jam
Idr 1300k/orang

Bandara Minangkabau- Kayu Aro
1/9/2015-2/9/2015
9pm-5am
8 jam
Idr 180k/orang
Kemahalan karena harus bayar biaya calo (normal: idr 150-170). Tips: Langsung hubungi travel yang telah janjian sebelumnya dan kalau ada calo yang tanya, bilang mau dijemput teman.
Pintu Rimba - Pos 1
2/9/2015
9am-9.25am
25 menit
Idr 7.5k/orang/hari
Sebelum pintu rimba kita berhenti di R-10 untuk registrasi
Pos 1-Pos 2
2/9/2015
9.25am-10am
35 menit


Pos 2-Pos 3
2/9/2015
10am-10.45am
45 menit

Ada sumber mata air di Pos 3. Tetapi karena sedang musim kemarau, sumber air itu kering.
Tips: persiapkan air cukup untuk pendakian.
Pos 3- Shelter 1
2/9/2015
11.11am-12.40pm
90 menit


Shelter 1-Shelter 2
2/9/2015
1.30pm-5-pm
3 jam 30 menit

Mendirikan tenda di shelter 2. Shelter 3 sering terjadi badai karena tempat nya terbuka. Di Shelter 2 seharusnya ada sumber air, tetapi sedang kering karena kemarau.
Shelter 2-Shelter 3
3/9/2015
3.20am-4.20am
1 jam

Summit attack start dari jam 3.20 am.
Shelter 3- Tugu Yudha
3/9/2015
4.20am-7am
2 jam 40 menit


Tugu Yudha-Puncak
3/9/2015

7am-7.45am
45 menit


Puncak-Shelter 2
3/9/2015
8.30am- 12pm
3 jam 30 menit


Shelter 2-Pintu rimba
3/9/2015
1pm-5.30 pm
4 jam 30 menit


* Untuk melihat table di smartphone resolusi 480 x 800 pixel kebawah sebaiknya gunakan mode Landscape

Diatas adalah detail pendakian gunung kerinci, tanggal 4/9/2015 pendakian gunung 7 dilanjutkan, tiket masuk gunung 7 adalah sama seperti tiket masuk kerinci yaitu idr 7.5k/orang/hari. 

Pendakian gunung 7 ditempuh paling lama 4 jam dengan jalur yang terdiri dari akar-akar pohon. Kami memutuskan untuk turun tanggal 5/9/2015, and it was worth it, Danau Gunung 7 indah sekali! 

Bukit Tinggi - Dijamin indah nih tempat. Don't missed it
Jangan lupa untuk membeli oleh-oleh khas kayu aro ya, yaitu teh dan kopi Jambi yang banyak di jual di warung-warung sekitar pintu masuk gunung 7. Sebelum pulang ke rumah Bang Abex, kami menyempatkan untuk photo-photo di perkebunan Kayu Aro dengan latar belakang Gunung Kerinci, cantik sekali!

Tanggal 5/9/2015 malam kami naik travel ke bukit tinggi dengan harga idr 130k/orang dan dijemput oleh bang Dedi di travel agent sekitar jam 5 pagi. Setelah istirahat, jam 10 pagi kami pergi ke air terjun nyarai, sekitar 1.5 jam dari rumah Bang Dedi. 

Tiket masuk air terjun nyarai adalah idr 25k/orang. Untuk menuju air terjun nyarai kita harus berjalan/trekking sekitar 1.5 jam. Tapi tenang saja, semua itu terbalas kok dengan keindahan air terjun nyarai.

Jangan lupa untuk menyempatkan jalan-jalan di tempat wisata bukit tinggi ya! Harga tiket nya murah-murah, dari idr 5k-10k saja dan kamu sudah bisa keliling banyak tempat. Jangan lupa juga untuk makan nasi padang dan beli kerupuk sinjai untuk oleh-oleh!

Dipendakian ini, untuk akomodasi dan transportasi selama di Kerinci dan Bukit Tinggi kami sangat terbantu sekali oleh Bang Abex, Bang Alan dan Bang Dedi. Terimakasih ya abang-abang kami sangat menghargai sekali bantuan kalian terutama waktu yang diberikan. Waktu adalah pemberian yang paling berarti dari seseorang karena sedetik pun mereka tak akan pernah mendapatkannya kembali. Sekali lagi, terimakasih banyak!

Well selamat atas kesuksesan pendakian gunung Kerinci, danau 7 dan wisata disekitar Sumatera Barat. Semoga rencana-rencana kedepan juga akan berjalan dengan baik dan sukses.



Note mountaineer

  1. Fauziah Abdillah | Instagram: fauziahabdillah
  2. Deddy Supriadi



3 komentar:

  1. Terima kasih udah berbagi kisahnya dengan Yes Outdoor kawan :) Next time kita jalan bersama lagi

    BalasHapus
  2. keren mas, gagah kerinci telah ditaklukan.. kalo saya masih jadi cita-cita mas ke kerinci :D

    jejakumurku.blogspot.com sama kok blog outdoor juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih bang Ramadhan.. lebih tepatnya bukan ditaklukkan :) mungkin sekedar dikunjungi, berbagi kisah perjalanan & pengalaman. Setuju atau tidak, setiap perjalanan pasti punya cerita dan pengalaman tersendiri.
      Btw, blog jejakumurku boleh juga tuh.. Terus berbagi informasi, mungkin berguna untuk banyak orang. Salam rimba

      Hapus

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)