10 Agustus 2015

Ceramah Singkat Untuk Dua Orang Pendaki Unyu-unyu :)

Yes Outdoor : Naik gunung lagi, naik gunung lagi. Gak bosen juga ya? :) Haha.. malahan sekarang ini kegiatan pendakian gunung seperti tumbuh lagi. Banyak orang sekedar mencoba dan penasaran ataupun mereka yang memang sudah menggelutinya sejak lama.

Dengan makin majunya teknologi informasi, serta boomingnya media sosial secara tidak langsung berperan besar dalam menaikkan rating naik gunung :)

Apapun itu, patut disyukuri dengan sebuah garis bawah. Artinya adalah semakin banyak anak bangsa yang aktif dengan kegiatan ini, maka bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memiliki semangat kebersamaan serta bisa belajar banyak hal dari sana.

Keindahan Edelweis di Alun-alun Suryakencana

Garis bawahnya adalah tentang kesadaran untuk tidak nyampah seperti yang dilakukan oleh Trashbag Community, penguasaan materi atau teknis pendakian.

Kesadaran untuk tidak nyampah memiliki fungsi fital untuk bisa menjaga kelesatarian lingkungan. Jangan lagi ada yang nyampah di gunung dah.. karena gunung bukan tempat sampah. Dan.. gunung adalah warisan untuk generasi selanjutnya :)

Penguasaan materi atau teknis pendakian sudah barang tentu adalah menu wajib bagi setiap pendaki. Janganlah mencoba untuk mendaki tanpa menguasai teknis pendakian, karena ini berhubungan dengan keselamatan.

Pernah dulu suatu ketika saya ngasih "ceramah" pada dua orang pedaki atau pengunjung Taman Nasional Gede Pangrango, yang beriat mendaki ke puncak gunung Gede dengan bekal nekat (sepertinya) atau ketidak tahuan dan rasa ingin yang dibumbui dengan penasaran.

Mereka nampak kepayahan dengan nafas yang  beradu cepat  keluar masuk hidung.Berbekal sisa 2 botol air mineral 500 ml, pakaian alakadarnya dan makanan kecil yang meraka bawa. Saya coba menyapa dan ngobrol dengan mereka berdua dan seikit ngasih resep agar naik gunung menjadi aman dan nyaman.

Intinya adalah mereka ingin mendaki ke gunung gede dan menikmati keindahan Surya Kencana. Saat itu waktu sekitar pukul 15:10. Tanpa ragu saya kaasih mereka masukan tentang apa itu naik gunung, persiapan, teknis dan bekal apa saja yang wajib dibawa, resiko dan banyak hal yang terkait dengan aktivitas pendakian gunung.

Mereka tampak bingung dan saling pandang satu sama lain, sampai akhirnya saya tanya mereka. Gimana? Masih mau naik dengan segala resiko?

Akhirnya mereka memilih untuk turun, dengan mendapatkan 1 botol air mineral lagi dan 2 apel + roti untuk mereka turun. Saya bilang, mungkin kamu nanti sampai bawah saat matahari sudah tenggelam. Bawalah senter ini :) Dan semoga suatu saat nanti bisa menjadi seorang pendaki gunung.

Sambil bersalaman, dan sedikit cipika cipiki.. upss... kaga :)  Berpamitan doang & ucapan terima kasih atas "ceramahnya" kita berpisah 30 menit sebelum Kandang Badak.

Mereka bergegas turun sampai hilang dibelokan setapak dan dedaunan. Harapan saya, semoga mereka selamat sampai kebawah. Dan semoga mereka kini bisa menjadi orang yang bisa menikmati keindahan alam Indonesia dan menjadi orang yang cinta dengan kegiatan mendaki gunung :) Semoga..

3 komentar:

  1. mksh abang gimbal. sepertinya saya sama sama andi itu yang diceramahin.
    untung bisa sampai cibodas pas mahrib. gara" abang kita jadi selamat dan sedikit" belajar ilmu naik gunung

    BalasHapus
  2. Bagus tuh bisa kasih masukan untuk pendaki berbekal fisik dan nekat biar tidak menambah daftar celaka digunung

    BalasHapus
  3. Hoho hoo.. trims untuk kunjungan & jejaknya disini

    BalasHapus

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)