23 Juni 2015

Salam Rimba : Salut Untuk Teman-teman Penebar Racun

Yes Outdoor : Lama juga gak nulis, maklum lagi sibuk neh :) Tapi kali ini nyempetin nulis juga setelah digelitik orang-orang penebar "racun". Haha..

Rasa syukur saya panjatkan, dengan telah memasuki bulan suci ramadhan 1436 H ini. Salut-pun tak lupa saya acungkan pada teman-teman yang masih juga memiliki semangat tinggi untuk berpetualang dialam pada bulan suci ini.

Cukup banyak yang mengajak, atau sekedar lempar "racun" supaya terpengaruh efeknya, kliyeng..kliyeng :) dan mau diajak mendaki, meskipun tidak selalu ke tempat-tempat setinggi gunung Slamet, Semeru atau Ciremai.

Maksud mereka mungkin, mencoba untuk mencari kawan sekedar bertabur di alam atau pun hutan tanpa mengganggu aktivitas puasa. Hehe.. Maaf kawan, kali ini aku memilih untuk sedikit mengendorkan frekuensi berpetualang, selama ramadhan ini.

Ada tawaran ke Prau, Ungaran, Tangkuban Parahu, gunung Kapur ataupun situs gunung Munara.  Pak Camat Yogi malah mau ke Ciremai, bawa motor pula dari Purwakarta, #Salut.

Hehe.. kalau mau mencoba, bolehlah dijajal mendaki sumbing pada 21 hari ramadhan. Kalau dulu waktu itu cukup banyak penduduk sekitar gunung Sumbing mendaki.

Saya-pun sempat menikmati pendakian waktu itu, mendaki malam, diterjang hujan dan badai yang berselimut dingin di 21 hari ramadhan.

Yang meninggalkan kesan, lemah sekali waktu turun siang hari, tenggorokan kering kerontang, kaki berasa berat untuk melangkah, perut gak mau bersahabat karena memang asupan yang terbatas diwaktu sahur.

Sebuah makna perjuangan yang besar untuk bisa menjada ibadah puasa, hingga sampai di basecamp sore hari, menanti waktu buka puasa dengan duduk dan sesekali tiduran :)

Sebuah kisah menarik yang didapat dari gunung Sumbing, bertemakan Pendakian Malam 21 Ramadhan Mt. Sumbing :) Bukan cerita aheng, tapi sebuah perjuangan melawan diri kita sendiri.

Mending kita nabung dulu, untuk persiapan pendakian bulan syawal. Ups kang Deddy Reptil ngajak pula ke  Kerinci. Boleh tuh, setelah lebaran?

Mari kita rencanakan dulu secara matang, mungkin nanti setelah kita lewati bulan ramadhan ini. Syawal? Setelah Syawal? Bisa jadi.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)