05 Maret 2015

Siapa Yang Nyampah Di Gunung?

Yes Outdoor : Salam rimba untuk semua penggiat akativitas outdoor. Apakah pernah kefikiran atau bahkan merasakan bahwa saat ini sampah-sampah organik mamupun non organik semakin menumpuk dihampir semua gunung?

Gak hanya di Jawa, bahkan diluar Jawa pun pada gunung-gunung favorit seperti Rinjani, kasus penumpukan sampah sangat mengenaskan.. menghawatirkan! Padahal sudah banyak himbauan, sudah banyak gerakan nyata seperti opsih, bersih gunung, bawa sampah sendiri sampai kebawah dan masih banyak lagi jenis kegiatan seperti itu yang intinya adalah untuk menumbuhkan kesadaran setiap orang yang mendaki untuk tidak merusak alam dengan meninggalkan sampah. Cukuplah tapak kaki kita yang tertinggal disana.

Sampah Semeru :(
Salah seorang pemandu wisata gunung Rinjani, Amin dari Desa Sembalun seringkali mendapatkan pertanyaan mengenai sampah juga, seperti yang dikatakannya  ”Saya selalu ditanya oleh para wisatawan, kenapa kawasan Gunung Rinjani ini kotor dan penuh sampah” .

Harusnya pertanyaan seperti itu tidak muncul kan? Apalagi Rinjani sudah menjadi geo wisata dan taman nasional. Sudah barang tentu harusnya mendapat perhatian serius mengenai kebersihan dan kelestarian alamnya. Jangan sampai rusak oleh orang-orang yang gak punya kesadaran akan bahayanya sampah.

Apa mungkin sampah-sampah itu menggunung karena ada pemahaman yang salah dari sebuah kaliman "Jangan ambil apapun kecuali foto?" sehingga ada pendaki yang gak mau mengambil sampah? Haha.. gak bener itu :) lol

Sungguh disayangkan memang, kegiatan pendakian yang positif itu harus mengorbankan alam hanya karena kurangnya kesadaran dari sebagian oknuk pendaki gunung. Merasa jijik atau jorok dengan sampah mungkin ya mereka?

Apakah tidak pernah mendengar yang namanya opsih? Apalagi kode etik pecinta alam? jangan sampai kita hanya jadi penikmat alam yang tidak bisa menjaga kelestariannya!

Pernah suatu saat ketika turun bersama teman seperjalanan, kita mungutin banyak sampah disepanjang jalur, sementara rombongan pendaki lain terlihat hanya melihat aksi kita, entah apa yang mereka bicarakan. Tapi berawal dari niat baik, semoga sekecil apapun, meskipun itu sedikit dan minimal sampah sendiri yang kita bawa turun, keyakinan selalu ada bahwa alam tidak akan tertimbun sampah jika semua pendaki melakukan apa yang kita lakukan.

Kepercayaan masih tetap tinggi bahwa masih banyak rekan-rekan kita yang concern dan peduli akan kebersihan dan kelestarian alam dengan mengkampanyekan tentang sampah. Jika sampai saat ini kasus nyampah masih saja terjadi dan menumpuk, lalu siapa sih sebenarnya orang-orang yang nyampah itu?
Opsih sampah non organik 
Mungkin harus apa punishment pada mereka yang secara sengaja meninggalkan sampahnya selama melakukan aktivitas pendakian maupun kegiatan lainnya dialam terbuka.

Setiap orang yang melakukan pendakian harus terus diberi pengertian dan pemahaman untuk tidak nyampah, khususnya mereka yang masuk dalam kategori pemula. Para pendampingnya yang lebih senior harus mampu memberi contoh sekaligus mengajak mereka untuk selalu peduli.

Jika semua pihak telah memiliki kesadaran, mungkin tidak aka ada lagi yang namanya opsih, karena sampah-sampah sudah tidak nampak berserakan disepanjang jalur pendakian. Itu masih sebatas angan-angan. Semoga kita bisa memulai menjaga kelestarian, keindahan alam dari diri kita sendiri, yaitu niat dan kedisiplinan untuk tidak nyampah.

Alam Indonesia itu indah, sangat disayangkan jika harus rusak oleh kecerobohan kita tentang sampah!



0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)