28 Februari 2015

Memperingati 200 Tahun Letusan Dahsyat Tambora 1815 - 2015

Yes Outdoor : Kembali lagi kita angkat topik tentang Tambora dalam rangka memperingati 200 tahun  letusan dahsyat gunung Tambora, yang sebelumnya telah kita angkat disini.

Tambora sendiri merupakan sebuah gunung berapi yang ada di Bima, Nusa Tenggara Barat yang memiliki tinggi 2851 Mdpl yang memiliki kaldera terbesar di Indonesia akibat letusan dahsyatnya pada 1815 lalu.

Menyambut dua abad (200 tahun) meletusnya gunung Tambora, 10-11 April 1815, gunung berapi yang terletak di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, pemerintah daerah menyiapkan empat kelompok kegiatan Tambora Menyapa Dunia (TMD) di berbagai daerah se Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai bagian dari target kunjungan wisatawan sebesar dua juta orang. Puncak acaranya diperkirakan mencapai 15 ribu orang yang hadir di kawasan gunung Tambora.



Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal mengemukakan hal ini di kantornya, Selasa 24 Februari 2015 siang. "Kegiatan road map Tambora Menyapa Dunia tidak hanya fokus di Dompu tetapi menyebar," katanya.

Adapun kelompok kegiatan bakti sosial dan pengembangan ekonomi kreatif sebagai awal kegiatan adalah menyelenggarakan operasi katarak dan bibir sumbing, penghijauan hutan kawasan Tambora pecinta lingkungan dan Dinas Kehutanan, pameran produk unggulan seperti kopi Tambora dan pasar rakyat serta pesta kuliner yang puncak acaranya di Desa Doro Ncanga. "Konsumsi makanan lokal Dompu dan Bima disiapkan untuk yang hadir," kata Faozal.

Kegiatan kelompok kedua adalah berbasis seni dan budaya. Seluruh sanggar di lingkar Tambora akan diperkenalkan termasuk menyajikan musik country konvensional dan modern, hingga upacara selamatan laut di kawasan Samota (Satonda, Moyo, Tambora) yang dijadwalkan diluncurkan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). Di lingkar Tambora ini juga dilakukan pawai budaya 1 April 2015, Jambore Seni dan Budaya di Dusun Pancasila yang paling dekat menuju pendakian Tambora.

Berikutnya, kelompok kegiatan ketiga yaitu Seminar dan Pengembanga Ilmu Pengetahuan yang dijadwalkan mulai 20 Maret 2015 berupa seminar pariwisata untuk menyiptakan citra Tambora. Juga ada seminar arkeologi di Bima 9 April 2015, peluncuran kembali buku La Hami, pameran arkeologi dan museum 7-9 April 2015, seminar Arsitektur Landscape tentang Vulkanologi, 9-12 Agustus 2015 dan pameran foto yang sengaja dijadwalkan setelah puncak peringatan agar dapat melibatkan para fotografer yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Adapun kelompok kegiatan keempat berupa sport adventure untuk minat khusus. Yaitu Tambora Bike yang berlangsung empat hari 8-11 April 2015 menyusuri jalanan dari Lombok sampai Dompu, Mount Tambora Ultra Trail Run 7-11 April 2015, Tambora Chalenge (Trans Sumbawa) yang juga sama waktu penyelenggaraannya, 7-11 April 2015. Kemudian ada pula lari 10 K di Dompu 5 April 2015, Sepeda Gunung Nusantara 10 April 2015, pacuan kuda di Bima yang memiliki kekhasannya menggunakan joki cilik (anak-anak) di Bima dan Dompu dalam waktu yag berbeda. "Bahkan ada atraksi Menangkap Sapi menggunakan laso," ujar Faozal.

Kegiatan lainnya adalah Trabas Tambora oleh Ikatan Motor Indonesia (4-5 April 2015), Ekspedisi Selebriti Mendaki Tambora 1 Juni 2015, Tambora Savana Run 31 Mei 2015 dan Lakey Kite Surf Exhibition Camp di pantai Lakey Kecamatan Huu Dompu 21-23 Agustus 2015. "Waktunya disesuaikan dengan musim ombak yang bagus, banyak peselancar yang datang," ucapnya.

Untuk kepentingan puncak acaranya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat juga mengantisipasi ketersediaan kamar penginapan yang terbatas. Pemerintah mendatangkan hotel terapung yang memiliki 150 kamar, tenda polisi dan tentara selain base camp perusahaan kayu yang ada di Calabahi di kaki Tambora.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB menjadwalkan untuk suksesnya kunjungan dua juta wisatawan, Sabtu 28 Februari 2015 mendatang akan melakukan pencanangan Obyek Wisata Bersih di Pelabuhan Penyeberangan Bangsal Lombok Utara yang merupakan lokasi datang dan perginya wisatawan ke kawasan wisata Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Sehari kemudian, juga melakukan observasi lokasi TMD di kawasan Tambora.
Jadi apakah kita salah satu dari ribuan orang yang akan memperingati Letusan Dahsyat Tambora 1815 - 2015 ?

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)