31 Januari 2015

Lahan Kritis Seluas 22 Ribu Hektare Ada di Kabupaten Bandung

Yes Outdoor : Apa jadinya jika bukit-bukit dan gunung kita dalam kondisi rusak? Tentunya akan mengganggu ekosistem yang bisa membahayakan kehidupan manusia juga.

Efek dari rusaknya hutan diantaranya adalah :

  • Peningkatan suhu
  • Bahaya tanah longsor
  • Menyusutnya persediaan air tanah
  • dll
Salah satu kawasan yang saat ini mempunyai area lahan kritis yang luas adalah kabupaten Bandung, yang mencapai 22 ribu hektare. Wow.. fantastis, tapi menyedihkan :(  Hal tersebut seperti dilaporkan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat

Lahan kritis yang ada di kabupaten Bandung ternyata cukup luas. Tercatat, ada sekitar 22 ribu lahan kritis yang perlu diperbaiki ekosistemnya saat ini. Pasalnya, akibat lahan kritis tersebut, tingkat sedimentasi di kawasan perbukitan terus meningkat. Sehingga terjadi pendangkalan di sungai Citarum. 
"Lahan kritis yang ada di kabupaten sendiri sebesar 22 ribu ha. Itu pun baru lahan yang ada di masyarakat, belum milik lahan perhutani dan BKSDA," kata Bupati Bandung, Dadang M Nasher, di Bandung, Kamis (22/1). 
Oleh karena itu, pemkab Bandung saat ini tengah menggencarkan Penanaman ribuan pohon, guna mengatasi lahan kritis yang saat ini masih luas. Dadang mengatakan, target tahun 2015, 25 ribu hektare lahan kritis akan dihijaukan. 
"Tahun lalu kita menghijaukan 16300 ha. Tahun ini kita tingkatkan targetnya. Karena kita juga harus berfikir bagaimana seluruh warga Bandung sadar akan kelestarian lingkungan," ujarnya. 
Dikatakan Dadang, saat ini, kondisi hutan dikawasan Bandung selatan cukup memprihatinkan. Dengan tingkat kerusakan yang cukup tinggi. Wilayahnya saat ini menjadi daerah dengan tingkat potensi bencana nomor empat di Indonesia. 
"Saya lihat beberapa hutan didepannya bagus dibelakangnya jelek. Setelah ada penemuan kita akan koordinasi dengan perhutani dan PTPN, kalau ada pelanggaran akan ditindak," jelasnya. 
Dirinya juga mengungkapkan, penanaman pohon produktif harus terus digalakkan di areal hutan, terutama di daerah hulu sungai, guna mengantisipasi longsor dan sedimentasi. Selain itu, penanaman pohon produktif di lahan kritis juga berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di sekitarnya. 
"Kerusakan lingkungan, seperti sedimentasi di sungai terjadi akibat banyaknya lahan kritis. Di Citarum, sedimentasi mencapai 5 ton per hari. Ini harus diminimalisasi, di antaranya dengan melakukan penghijauan di daerah hulu," katanya. 
Dadang juga meminta, agar pohon-pohon produktif yang telah ditanam selanjutnya dipelihara oleh masyarakat sekitar. Dia juga mendorong agar berbagai elemen, seperti kepolisian, TNI, aktivis lingkungan, dan instansi terkait untuk menggalakkan penghijauan di lahan kritis. 
"Kami juga mengapresiasi masyarakat dan aparat setempat yang telah menggalakkan penghijauan di daerahnya. Dengan penanaman pohon ini, jumlah lahan kritis terus berkurang," tambahnya.
.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)