22 Oktober 2014

Naik Gunung Tas Harus Gede?

Yes Outdoor : Ada yang menggelitik diingatan nih. Gara-garanya inget hampir dua dasawarsa yang lalu saat ada seorang yang nyeletuk sambil berlalu mengayuh sepedanya. "Wah ada astronot jalan diaspal!".

Wkwkwk.. jadi pengin ketawa nih. Ceritanya waktu itu saya sedang dalam perjalanan dari rumah untuk menuju jalur yang dilalui bus AKAP yang menuju Purwokerto untuk misi pendakian ke gunung Slamet.

Kenapa jalan kaki? Ya karena saya lebih menikmatinya daripada harus menumpak kendaraan untuk menempuh perjalanan yang hanya sekitar satu km ke lokasi penghentian bus. Dengan menggendong tas Alpina 100 Liter memang itu berasa cukup berat, tapi ya harus dibawa. Nanti dah ceritainnya :)

Gak ada marah atau gusar dengan celetukan tadi, dan saya-pun hanya menanggapinya dengan senyuman dan lambaian tangan kanan. Dan kejadian tadi masih terngiang sampai perjalanan dalam bus, dan juga ketika mulai menapaki setapak menuju puncak Slamet via jalur Bambangan.

Dan lagi-lagi setelah hampir lupa dan udah lupa kapan tuh kejadian pastinya, tapi hari ini terngiang kembali ketika melihat teman-teman pendaki yang menggendong tas-tas berukuran besar. Lalu kenapa tasnya besar-besar? Haruskah memlih tas yang besar? Dan.. apa memang selalu menggunakan tas yang besar?

Narsis di Ciremai


Penjelasannya begini *maaf jikasubyektif

Naik gunung adalah suatu aktivitas yang harus memperhatikan segi keselamatan dan juga kenyamanan dalam menjalaninya.

Naik gunung memerlukan management dan perencanaan yang matang. Inilah yang terkait dengan jumlah beban dan barang yang harus dibawa oleh seorang pendaki gunung, maupun porter.
Seingat saya waktu itu hendak mendaki Slamet selama 5 hari, ngisi liburan. Dan itu waktu yang cukup lama untuk beraktivitas didalam hutan. Karena *waktu itu* dengan 5-6 jam saya sudah bisa mencapai puncak, perjalanan malam. Biasanya jadi rombongan/pendaki bontot yang naik kesana setelah ngurus simaksi yang waktu itu nilainya jauh lebih murah daripada sepiring nasi yang dijual dibasecamp :)
Biasanya ngobrol dengan pendaki atau dengan pak juru kunci (alm. Bpk Muhaeri ) dan ibu di ruang tengah atau di dapur yang lebih hangat karena dekat dengan api.
Akh.. ngelantur.
Itulah kenapa seorang pendaki bisa membawa tas berukuran besar. Jadi bukan untuk sekedar narsis, tapi ya karena memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pendakian.

Cuaca sering tidak terduga, persiapkan alat & perlengkapan pendukung *Mt. Slamet


Coba kita acak apa yang ada didalam tas para pendaki gunung itu?

1. Peralatan :

  • Tenda
  • Sleeping Bag
  • Jaket Tebal
  • Raincoat
  • Flysheet
  • Sleepingpad / matras
  • Tali atau weebing
  • Kompor
  • Tabung gas atau Spirtus
  • Alat komunikasi
  • Alat masak (Misting, Teko dll)
  • Piring
  • Gelas
  • dll

2. Perlengkapan :

  • Penerangan
  • Tracking pole / tongkat
  • Pisau
  • Alat jahit 
  • Kamera
  • Korek api
  • Kantong sampah / trash bag
  • Tissue basah dan kering

3. Obat-obatan :

  • Bermacam obat-obatan
  • Obat pribadi
  • Perban
  • dll
4. Makanan dan minuman :
Point ini sekali lagi tidaklah sama, tetapi disesuaikan dengan selera dan rencana yang disusun oleh para pendaki tentang menu makan dan minum serta ngemilnya. Mungkin bisa seperti ini :
  • Beras
  • Telor
  • Mie Instant
  • Kornet
  • Buah-buahan
  • Gula
  • Kopi
  • Teh
  • Minuman penghangat
  • Margarin atau minyak goreng
  • Agar-agar
  • Air minum
  • Air untuk masak
  • dll

Itulah yang mengakibatkan para pendaki membawa tas yang cenderung berukuran besar. Tapi besar kecilnya tas tentunya juga disesuaikan dengan lama perjalanan.

Selain itu ada ukuran standar yang mungkin sebaiknya diketahui oleh para pendaki yang berkenaan dengan beban ideal yang boleh dibawa oleh seorang pendaki yang beriksar antara 30% - 45% dari berat badannya.

Dan ingat juga tentang cara packing yang baik biar kita nyaman dalam menopang beban yang berat selama perjalanan.



.

4 komentar:

  1. pingn bnget bisa naik gunung syng gk bisa gk pernh puny uang untuk beli praltnny dn jg gk ad yg ngjkin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih untuk kunjungannya :) Salam kenal.
      Sebenarnya untuk bisa naik gunung, kita tidak harus memiliki, dalam arti membeli seluruh peralatan dan perlengkapannya. Kita hanya diwajibkan untuk mengikuti standar operasional dan keselamatan pendakian dengan alat dan perlengkapan yang cukup banyak jumlah dan jenisnya.
      Saat ini sudah cukup banyak pihak yang menyewakan peralatan untuk mendaki. Kita bisa menggunakan jasa mereka untuk memenuhi kebutuhan alat dan perlengkapan.
      Kadang tidak semua itu adalah peralatan pribadi, bisa jadi itu juga masuk peralatan tim. Jika masalah teman, kita juga bisa mencarinya. Tapi pastikan mereka adalah orang-orang yang memang memahami tentang aktivitas ini.
      Cobalah cari informasi tentang pendaki gunung, termasuk komunitas pendaki dll yang berhubungan dengan kegiatan outdoor

      Hapus
  2. Bagus Mas postinganya. Salam lestari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. ada tamu agung nih :) salam kenal mas Koko. Trims udah singgah disini

      Hapus

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)