23 Oktober 2014

Masih Suka Mendaki Gunung? Buset!

Yes Outdoor : Kadang tanpa kita perkirakan sebelumnya, ada aja kejutan yang datang. Apapun itu, bisa saja secara spontan terjadi. Hal seperti itu baru saja terjadi, saat saya bertemu dengan seorang teman dan keluarganya. Nah, ceritanya nih orang tahu dari dulu kalau saya suka mendaki gunung dan kebetulan kami berkawan juga dimesia sosial.

Singkat cerita, dia nanyain dan saya menjawab :

Teman : Kamu masih suka naik gunung?
Jawab  : Iya alhamdulillah masih suka!
Teman : Buset! Apa sih yang dicari digunung? Kenapa sih masih sering mendaki?
Jawab  : Hehe.. Kalau kamu pengin tahu jawabanmu, baiknya cari sendiri jawabanmu di gunung ! :)
Teman : Hahaha.. sialan!

Sebenarnya pertanyaan seperti itu udah sering dan mungkin udah bosen juga mendengar orang-orang menanyakan pertanyaan tersebut. Pasti teman-teman yang juga suka mendaki pernah atau sering juga mendapatkan pertanyaan seperti itu. Ada yang menjawab kalau mereka mendaki gunung karena menghargai hidup dll.
Gunung Slamet, Januari 2014

Yang jelas, kita mendaki gunung tidak hanya mengandalkan keinginan tetapi menggunakan logika dan pertimbangan yang matang, karena memang kita sadar, kegiatan ini memiliki resiko yang "keren".
Mendaki juga harus taat aturan dan menggunakan logika. Gak sekedar fisik doang :) 
Saya yakin, jawabannya pasti bermacam-macam. Tapi itu semua tentu beralasan. Karena dulu saya juga punya teman lain yang nanyain hal seperti itu dan syukur alhamdulillah, akhirnya dia menemukan jawabannya sendiri, meskipun saat ini gak tahu dia ada dimana.

Kalau dia dulu nanyanya lebih ekstrim lagi, "Kenapa sih kamu suka naik gunung? Gak takut celaka atau meninggal apa?" Karena pertanyaannya dalem banget, maka saya menjawabnya juga ada sedikit bonus, "Pengin tahu kenapa? Sebaiknya kamu mendaki dulu! Kalau masalah celaka atau meninggal, orang ditempat tidur juga bisa jatuh dan meninggal".

Naik gunung? Ngapain sih naik gunung?

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)