02 Oktober 2014

Kata Kang Bayu Montana Tentang X Factor di Hutan/Gunung

Yes Outdoor : Dari seorang pendaki senior, alhamdulilla mendapatkan masukan yang unik tapi menarik ini. Langsung saja ke pokok masalahnya :

Apa aja sih etika hantu-hantuan di gunung? Simak baik baik ya!
Sebelum naik gunung, pastikan berdoa buat keselamatan diri dan rombongan. Jangan lupa berdoa biar gak kejadian hal ghaib dan semacamnya di gunung.
Mindset adalah segalanya. Pastikan kamu jangan mikir macem-macem di gunung, misal ntar ketemu setan lah, ketemu mantan lah, jangan. Kalau kejadian, perih hati kamu.
Kalau punya bakat bisa 'ngeliat', harap diutarakan sama sesama yang berbakat juga. Atau at least sama ketua rombongannya, atau sama temen rombongan yang sekiranya bermental baja.
Kalau kamu ngerasa gak berbakat, tapi lagi beruntung dan udah kelanjur ketemu hantu, ini peraturannya, gak tertulis sih, tapi gue rasa hampir semua pendaki tau peraturan gak tertulis ini: JANGAN CERITA ATAU BILANG ATAU HEBOH KE SIAPA-SIAPA KALAU KAMU KETEMU HANTU. Alasannya simpel, kalau kamu tetiba teriak atau berlarian gak jelas, itu akan membuat rombongan kamu kacau dan pendakianmu akan segera bubar, kalau bubarnya aman sih gak masalah, kalau bubarnya minggat satu-satu gimana? BAHAYA.
Kalau gak kuat banget, kembali lagi ke pasal 2, bilang sama ketua rombongannya, atau sama temen rombongan yang sekiranya bermental baja.
Percayalah sama ketua rombongan, dia tau apa yang harus dia lakukan untuk melindungi kamu dari hal beginian.
Jangan ngomong sembarangan. Mulutmu adalah karmamu. Sembarangan ngomong, bisa-bisa dikabulkan keinginanmu. Oh, jangan sedih, mungkin bukan ketemu hantunya yang berbahay, tapi diisenginnya, yang bikin stress.
Jangan sok bener, sok ganteng, sok cantik, maupun sok iye merasa dirimu adalah dukun, kecuali kamu adalah Ki Joko Bodo. Atau pemburu hantu. Di mata manusia lainnya, manusia kayak gitu aja ngeselinnya setengah mati, minta digetok pake palang pintu. Kalau kamu sok cantik ke penghuni gunung? Gak perlu diomongin kan akibatnya?
Ketahuilah mitos-mitos gunung setempat. Namanya mitos, pasti muncul karena terjadi sesuatu di jaman dulunya. Kayak gak boleh pake baju ijo, sempak oranye, kutang terbalik dan lain sebagainya. Ikutin aja mitos tersebut. Bukan ngajarin kamu musrik, cuma ngajarin kamu menghormati adat setempat. Lagian, apa susahnya sih gak pake sempak oranye selama naik gunung? Elah.
Kalau kamu ngerasa gak berbakat, tapi lagi beruntung dan udah kelanjur ketemu hantu, ini peraturannya, gak tertulis sih, tapi gue rasa hampir semua pendaki tau peraturan gak tertulis ini: JANGAN CERITA ATAU BILANG ATAU HEBOH KE SIAPA-SIAPA KALAU KAMU KETEMU HANTU. Alasannya simpel, kalau kamu tetiba teriak atau berlarian gak jelas, itu akan membuat rombongan kamu kacau dan pendakianmu akan segera bubar, kalau bubarnya aman sih gak masalah, kalau bubarnya minggat satu-satu gimana? BAHAYA.Kalau gak kuat banget, kembali lagi ke pasal 2, bilang sama ketua rombongannya, atau sama temen rombongan yang sekiranya bermental baja.Percayalah sama ketua rombongan, dia tau apa yang harus dia lakukan untuk melindungi kamu dari hal beginian.Jangan ngomong sembarangan. Mulutmu adalah karmamu. Sembarangan ngomong, bisa-bisa dikabulkan keinginanmu. Oh, jangan sedih, mungkin bukan ketemu hantunya yang berbahay, tapi diisenginnya, yang bikin stress.Jangan sok bener, sok ganteng, sok cantik, maupun sok iye merasa dirimu adalah dukun, kecuali kamu adalah Ki Joko Bodo. Atau pemburu hantu. Di mata manusia lainnya, manusia kayak gitu aja ngeselinnya setengah mati, minta digetok pake palang pintu. Kalau kamu sok cantik ke penghuni gunung? Gak perlu diomongin kan akibatnya?Ketahuilah mitos-mitos gunung setempat. Namanya mitos, pasti muncul karena terjadi sesuatu di jaman dulunya. Kayak gak boleh pake baju ijo, sempak oranye, kutang terbalik dan lain sebagainya. Ikutin aja mitos tersebut. Bukan ngajarin kamu musrik, cuma ngajarin kamu menghormati adat setempat. Lagian, apa susahnya sih gak pake sempak oranye selama naik gunung? Elah.Intinya adalah, gunung memang tempat 'teman-teman' kita bersemayam. Jadi, gak usah kaget-kagetan, gak usah jadi alay, jangan jadi pemburu hantu dadakan, dan tetap positive thinking. Jadilah pendaki yang bijaksana.
Segitu aja,
KPGBS 333 PGS langsung dari Salak1 Mountain.
.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)