17 Agustus 2014

Perayaan HUT RI Ke 69 Di Semeru Oleh Lebih Dari 3000 Pendaki

Yes Outdoor :  Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 69 ini, seperti tahun-tahun sebelumnya selalu dirayakan oleh bangsa Indonesia. Tak ketinggalan pula ribuan pendaki gunung yang tersebar diseluruh wilayah NKRI memperingatinya dengan melakukan upacara bendera di gunung.


Salah satunya adalah di gunung Semeru yang menjadi gunung tertinggi di pulau Jawa. Sedikitnya ada tiga ribu orang pendaki merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 di rute pendakian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kebanyakan dari mereka mendaki khusus untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan.

Kepala Balai Besar TNBTS, Ayu Dewi Utari, mengungkapkan jumlah pendaki itu diakumulasikan dari masa pendakian khusus Hari Kemerdekaan selama 14-17 Agustus. Jumlah kuota pendaki pun bertambah dari 500 menjadi seribu orang per hari. Biasanya, pendakian gunung api setinggi 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) itu membutuhkan waktu 3-4 hari untuk persiapan naik, kemping, dan turun dari puncak.

"Jumlah pendaki 3 ribu orang itu kami hitung berdasarkan jumlah 1.000 pendaki naik, 1.000 pendaki sedang di puncak, dan 1.000 pendaki lainnya sedang turun," kata Ayu kepada Tempo, Ahad, 17 Agustus 2014.

Ayu menduga jumlah pendaki lebih dari 3 ribu orang karena berdasarkan pengalaman selama ini, masih saja ada pengunjung yang membandel, yang nyelonong diam-diam ke puncak Mahameru tanpa izin. Untuk menekan jumlah "penyelundup", Balai Besar TNBTS memberlakukan sistem pendaftaran online sejak Juli 2013 sekaligus menjadi penanda pembatasan kuota pengunjung. Pembatasan kuota juga ditujukan untuk menghindari kerusakan ekosistem.

Khusus untuk perayaan HUT Kemerdekaan tahun ini, jumlah pengunjung dilipatgandakan jadi seribu orang, dengan rincian 500 pendaki yang lebih dulu mendaftar secara online dan 500 pendaki yang datang langsung.

Seluruh pendaki dibekali kantong plastik daur ulang agar sampah logistik bawaan mereka bisa dibawa turun. Pendaki juga wajib sekaligus memungut sampah di sepanjang rute pendakian saat pulang. Hal ini dilakukan TNBTS berdasarkan pengalaman perayaan Hari Kemerdekaan tahun lalu, yang menyisakan sampah sebanyak 2 ton.

Pengelola kawasan TNBTS sebenarnya melarang pendaki berkemah di Arcapodo. Arcapodo berada di ketinggian 2.900 mdpl dan merupakan pos maupun basecamp kesembilan dari sepuluh rangkaian rute pendakian yang terdekat dengan puncak. Sebaliknya, pendaki dharuskan berkemah di Pos Kalimati, basecamp kedelapan di ketinggian 2.800 mdpl dan berjarak 14,9 kilometer dari Ranupani, dengan waktu tempuh 360 menit alias 6 jam. Namun, pendaki lebih senang berkemah dan mengadakan upacara bendera peringatan HUT Kemerdekaan Arcapodo.
.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)