22 Maret 2014

Tarif Pendakian Rinjani Naik Tajam???

Yes Outdoor : Kalau benar bahwa tarif pendakian ke Rinjani disahkan dengan tarif barunya per April nanti, bisa jadi ongkos kesana benar-benar akan terkatrol naik. Sebuah kabar yang tidak populis :(

Tarif baru pendakian ke Gunung Rinjani sebesar Rp 250 ribu bagi wisatawan mancanegara serta Rp 20 ribu untuk wisatawan Nusantara dinilai terlalu mahal. Tarif ini akan mulai berlaku pada 1 April 2014 untuk setiap orang/setiap hari.  Nah itulah permasalahannya.. per orang per hari. 

Pemasukan dari tiket masuk ini harus disetorkan sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kepada Kementerian Kehutanan.

Berdasarkan tarif baru, jika pendakian memerlukan waktu empat hari, berarti biaya tersebut dikalikan empat untuk pengunjung lokal maupun asing. Okelah kalau untukbturis asing, tapi untuk pengunjung lokal? Sepertinya layak dipertimbangkan lagi.

Tarif lama untuk wisatawan lokal adalah Rp 2.500, sementara wisatawan asing Rp 20 ribu. Artinya, nilai kenaikan tarif yang ditetapkan untuk wisatawan asing mencapai 1.150 persen, sementara wisatawan lokal 700 persen. "Kami menganggap kenaikan ini tidak berdasar. Terlalu besar," kata Ketua Rinjani Trek Management Board (RTMB), Lalu Gita Ariadi, Jumat sore, 21 Maret 2014, di kantornya.

Selama ini, kata dia, pungutan yang diberlakukan oleh RTMB bagi pendaki macanegara adalah Rp 150 ribu per orang dalam sekali perjalanan. Namun kabupaten setempat mendapat 20 persen dari pungutan ini. Sedangkan desa dan masyarakat adat masing-masing mendapat Rp 10 ribu. RTMB mengelola sisanya untuk menjaga kebersihan gunung. Sampah yang dibawa turun oleh porter, seperti kaca, kaleng, atau botol plastik, juga diuangkan. Pemasukan dari sampah ini kira-kira Rp 25 ribu.Menurut Gita Ariadi, pemberlakuan tarif baru akan memberatkan para pelaku bisnis pariwisata, yaitu agen perjalanan dan pengelola pendakian. Mereka bermarkas di pintu masuk pendakian ke Rinjani, yaitu Desa Senaru, Kabupaten Lombok Utara, dan Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. "Mereka sudah memasang tarif lama ke mitranya di luar negeri sejak enam bulan lalu," ujarnya. Karena itu, kontrak paket pendakian bisa merugikan mereka jika tarif baru diberlakukan.

Adapun jika kontrak paket dibatalkan, dia melanjutkan, para pemandu pendakian yang berjumlah 107 orang, 46 di antaranya perempuan, dan 650 porter tidak akan mendapat pemasukan. Belum lagi sejumlah pekerja di pondok-pondok wisata di sekitar gunung. 

Ia meminta Kementerian Kehutanan memberlakukan tarif baru tersebut secara bertahap. Dia juga meminta tarif berlaku untuk tiap pendakian, bukan per hari. "Kami minta kenaikannya secara bertahap," ucap Gita Ariadi.Gita Ariadi sudah menyiapkan surat dengan nomor 05/RTMB/17.03/2014 yang akan dikirimkan ke Menteri Kehutanan terkait dengan pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor12 Tahun 2014 tentang jenis dan tarif PNBP.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Agus Budiono mengakui penetapan tarif itu mengundang penolakan. Pada 12 Maret 2014, Balai TNGR telah melakukan sosialisasi ihwal tarif baru ini. "Kami juga menunggu tanggapan dari Asosiasi Perjalanan Wisata," kata Agus. 

Jumlah pendaki ke Gunung Rinjani pada 2013 mencapai 19.912 orang yang terdiri atas 13.002 wisatawan asing dan 6.909 wisatawan lokal. Adapun pada 2012 jumlah total pendaki yakni 14.719 orang yang meliputi 9.199 pendaki asing dan 5.520 pendaki lokal. Artinya, ada kenaikan 35 persen.

Source 
.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)