06 November 2013

Kisah Perjalanan "Aheng" Mendaki Gunung Sumbing


Yess Outdoor : Pagi ini teringat sebuah kisah pendakian yang sudah usang. Kisah mendaki puncak gunung Sumbing melalui dega Garung.

Bersama ketiga kawan, Baron (alm), Paijo, Gopar (semua itu nama panggilan) kami adalah pendaki yang terakhir berangkat dari basecamp.

Tidak ada yang aneh, semua berjalan seperti biasa. Kami mempersiapkan semuanya termasuk perjalanan menuju puncak yang akan kami lalui.

Diantara mereka, saya adalah yang paling sering ke gunung Sumbing karena memang udah lupa berapa kali kesana. Secara pribadi-pun saya memiliki lumayan banyak cerita dengan area tersebut.

Saat itu kami melakukan persiapan akhir sekitar pukul 21:30, packing dan segalanya. Setelah semua dianggap siap, kami melakukan pendakian dengan melakukan doa bersama, memohon agar perjalanan kami bisa sukses (sampai puncak & kembali ke peradaban :) ).

Tentunya dengan berbekal penerangan kami mulai melangkahkan kaki kami meniti jalan-jalan setapak. Oia, saat itu kami memilih untuk melalui jalur baru. Sebenarnya selama perjalanan tidak ada hal yang aneh. Kami semua melihat lampu-lampu senter milik pendaki lain yang telah memiliki ketinggian diatas kami.

Sementara kami terus berjalan sambil sesekali becanda dan terus memandangi kerlip lampu-lampu senter yang seolah saling berkomunikasi.

Gak ada yang aneh, sungguh.. gak ada yang aneh dengan perjalanan itu, bahkan kami juga tidak menemukan keanehan selama menyusuri setapak. Semua berjalan biasa, normal-normal aja, kecuali ketika kami  berempat memasuki area terbuka dengan sisa-sisa kebakaran hutan.

Ya saat itu kami telah memasuki area Watu Kotak & sekarang kami melihat para pendaki yang berangkat lebih awal ada dibawah kami. Terlihat jauh.. mungkin butuh waktu 2-4 jam untuk sampai ditempat kami.

Semua tidak menyadari bahwa kami mendaki "terlalu cepat". Karena waktu itu belum juga sampai tengah malam. Dan...

Kami tidak melewati satu orang pendaki-pun untuk sampai ketempat itu. 
Itulah yang membuat saya merasa aneh, akhirnya dengan berbagai pertimbangan, kami putuskan untuk ngecamp di area batu kotak tersebut. Masak, makan dan ngobrol sekenanya dengan team kami.

Sengaja, saya tidak mau menceritakan keanehan tersebut kepada mereka, hingga akhirnya mereka bertiga sadar. Ketika menjelang fajar mulai berdatangan kelompok pendaki yang berangkat duluan. Mungkin sore atau selepas maghrib dan isya.

Saat kami bertemu dan saling sapa, terjadilah obrolan yang membuat kawan-kawan mulai sadar ketika pendaki-pendaki tersebut menanyakan, "Berangkat jam berapa mas?"

Salah satu dari kami menjawab : "jam 10 kurang!"

Mendengar jawaban kami, pendaki tersebut menjawab, "Ah becanda sampean?"

Memotong percakapan tersebut, baru saya bilang, "benar, kami berangkat paling akhir dari basecamp. Hampir jam 10 malem. Saya juga heran karena telah ada disekitar sini tadi sebelum jam 12".

Ah.. sudahlah apapun yang ada dipikiran mereka biarkan menjadi urusan mereka. Akhirnya kami putuskan untuk benar-benar istirahat & melanjutkan perjalanan ke puncak sekitar jam empat pagi.

Pagi itu, dengan cuaca cerah, akhirnya bisa menikmati pemandangan indah sunrise bersama kawan-kawan. Sebuah kepuasan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Tentang kisah yang mengiringi perjalanan kami, apalah itu, mistiskah itu? Sudah menjadi kenangan dan masih seringkali saya ingat kejadian itu yang memang terkadang datang sendiri.

Mungkin ada juga diantara rekan-rekan yang pernah memiliki kisah mirip-mirip dengan kami?



.

12 komentar:

  1. Podo mas...dulu aq mendaki ke sumbing jalur cepit desa bulu..waktu itu mendaki sendiri tanpa kawan atopun bareng pendaki lain...jd cuma saya saja...mula2 normL2 saja sih...
    Tp sewaktu dah nyampe pertengahan jalur...kok dari atas banyak suara kayak anak2 pramuka...komplit...malahan ada suara pria dan wanita yg pacaran gitu...pikir saya senang kan ada teman neh yg juga mendaki...e e slma menuju puncak saya gak ktemu satu pun pendaki...pukul 22 nyampe puncak , sepi...boro boro pendaki....satu tenda pun tak ada..
    Ya udah malam itu saya ngecamp sendirian kaya orang hilang...
    Paginya menjelang sunrise saya keluar tenda...tak ada satupun pendaki di puncak...
    Gilaaaa...jd siapa yang teriak2 waktu itu ya?suara rombongan siapa waktu itu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Jati, beruntungnya sampean bisa menemukan kejadian "istimewa" seperti itu :) tapi ya begitulah mendaki gunung, terkadang kita mengalami kejadian-kejadian istimewa. Gak hanya di Sumbing, di tempat lain pun kita bisa mengalaminya. Yang penting kembali pada niat awal kita, kesana kita melangkah :)
      Salam kenal mas, terimakasih udah mampir & baca coretan ini

      Hapus
  2. Balasan
    1. Argopuro lebih aheng :) gak boleh tidur dirawa #catet oyii..

      Hapus
  3. terimakasih untuk berbagi cerita * semoga tidak bosan trus naik gunung hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. bosan ya? gak tau kapan.. mungkina tidak bosan.. tapi kita liat z nanti & ah.. sudahlah #carisepatubaru :)

      Hapus
  4. Menjelang akhir September 2014 saya dengan teman2 dari Solo naik gunung ini dari jalur desa garung. Pas malam2 dibawah batu kena badai hingga harus berusaha cari tempat aman. Dalam badai tersebut diantara kami ada yg mendengar suara orang2 berteriak2, seperti diatas kami. saat badai reda lalu kembali melanjutkan perjalanan ternyata tidak ditemukan orang hingga di puncak. saya tidak tau itu tadi suara siapa hiiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh.. Garung ya? kirain Parung :) hehe.. kalau Parung di Bogor mas.. makasih komennya & mungkin akan tetap jadi misteri untuk sampean tuh suara-suara gaduh.. mungkin mereka anggota dewan atau menteri yang suka bikin gaduh :))

      Hapus
  5. Aku dapet suara gamelan jawa tempo lama..plus di gatakan ada pesan pake tulisan arang bakar.. tulisan nya jangan lama-lama disini ada Gunderewo.. HAH. dan kita-kita gak dapet Puncak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. serius itu bro? begitulah sebuah pendakian, kadang ada aja kisah-kisah specialnya.. btw trims udah mampir disini

      Hapus
  6. Balasan
    1. Trims udah mampir di lapak ini :) moga jadi inspirasi yg baik untuk berbagi

      Hapus

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)