09 September 2013

Sistem Operasional Prosedur Rock Climbing

Yess Outdoor : Semua jenis kegiatan outdoor pasti memiliki prosedur baku yang harus dilaksanakan oleh para penggiatnya.

Satu tujuan pasti dengan dilaksanakannya prosedur tersebut adalah demi keselamatan pelakunya.

Seperti halnya dengan pendakian gunung, maka dalam hal kita melakukan pemanjatan tebing/rock climbing-pun memiliki prosedur.
Rock Climbing

Berikut ini adalah prosedur yang biasanya ada dalam pemanjatan tebing/rock climbing supaya pelaksanaannya berjalan dengan aman, lancar serta target tercapai :

1. Pemilihan Jalur
Pemilihan jalur panjat bisa kita peroleh dari berbagai sumber literatur, data dan informasi langsung dari para  pemanjat yang pernah melakukan pemanjatan dilokasi yang sama serta dengan melakukan pengamatan secara langsung di lokasi.
Rute pemanjatan

2. Orientasi jalur
Dalam orientasi jalur pendakian, kita perlu memperhatikan berbagai faktor.

Diantara yang harus kita perhatikan adalah jenis batuannya, tinggi tebing/medan yang akan menentukan jenis & banyaknya peralatan yang harus kita bawa.

3. Peralatan.
Kita harus menyesuaikan peralatan menurut medan yang kita panjat. Hal ini berkaitan dengan teknik pemanjatan & jenis medan yang kita lalui. Pastikan kita membawa peralatan dan logistis yang memang benar-benar sesuai dengan kondisi jalur/medan pemanjatan.
Peralatan

4. Pembagian Tugas Personil
Kita memerlukan manajemen dalam setian pemanjatan. Salah satunya adalah pembagian tugas tiap personilnya. Pembagian tugas ini misalnya menentukan leader, belayer, maupun yang nantinya bertugas sebagai pembersih jalur pemanjatan.

5. Cleaning
Seperti kita sebutkan pada point 4 diatas yaitu adanya cleaner/pembersih jalur. Tugas utamanya adalah membersihkan jalur dari alat pengaman yang dipasang oleh leader.

Cleaner atau sweeper biasanya adalah pemanjat terakhir. Seorang cleaner wajib memperhatikan keselamatan diri juga, artinya tidak semua pengaman wajib dibersihkan tergantung dengan nilai/resiko yang akan terjadi bisa pengaman tersebut dibawa. Misalnya kemampuan pengaman lainnya dalam menahan beban cleaner.

6. Catatan pemanjatan
Sebaiknya selesai melakukan pemanjatan, kita bisa membuat sebuah dokumentasi dari pemanjatan tersebut. Dokumentasi bisa berupa foto, video maupun catatan pemanjatan yang nantinya akan berguna untuk kita maupun orang lain yang melakukan pemanjatan dilokasi yang sama.

Catatan tersebut sebaiknya menyertakan :
  • Nama tempat
  • Jumlah personil
  • Jenis batuan & data tebing
  • Tinggi & kemiringan
  • Lama pemanjatan
  • Sketsa jalur pemanjatan/lintasan climbing
  • Catatan khusus bisa ada hal-hal tertentu
  • Lainnya yang berhubungan dengan pemanjatan
Demikianlah sekelumit tentang prosedur dalam rock climbing :)

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)