21 April 2010

Pendakian Massal Sundoro 20 - 23 Maret 2010 (2)

Malam itu-pun pasukan terpecah menjadi 3 kelompok. Dipuncak, sebelum puncak dan saya sendiri di bawah dengann mereka yang kurang vit / sakit. Malam itu terasa lama sekali, meski cuaca bisa dikatakan cerah, tapi dinginnya malam benar-benar dapat kita rasakan. Waktu terus bergulir hingga akhirnya datang waktunya kami untuk bersiap melanjutkan perjalanan yang tertunda.


Waktu itu ketika mentari telah muncul dan kita-pun selesai memasak untuk sarapan pagi kami + minuman hangat, kami bongkar tenda yang kebetulah sekali mereka udah pada sehat. Sebagian peralatan yang bisa kami keringkan, kami jemur. Cover tenda, cover bag, sleeping pad, sepatu, kaos kaki dan juga baju kami. Saatnya-pun tiba setelah semuanya dirasa siap dan peralatan selesai kami repacking, pagi itu kami lanjutkan lagi sisa perjalanan ke puncak.

Sundoro Puncak Timur


Tidak terlalu lama kami ketemu kawan-kawan kami di tempat yang lebih tinggi dan bersama kami lanjutkan jalan. Pun kami jumpai lainnya lagi, Begog, Bendod, Eno juga lainnya. Rasanya jarak ke arah puncak makin dekat saja, berbekal semangat dan rasa penasaran sebagian kawan kami akan puncak Gunung Sundoro hari itu. Akhirnya sekitar pukul 11 siang kami berhasil menggapai puncak itu.


Kulihat mereka semua ada dalam kesibukan bersama. Sebenarnya tidak terlalu lama waktu kami untuk berada di kawasan puncak itu, karena memang harus bersiap turun. Setelah selesai makan, minum dan berpose sana-sini di puncak, bersih-bersih sampah untuk kami bawa turun, bongkar tenda-tenda kami , saat itu di puncak kami mendirikan 4 tenda meski akhirnya tidak semuanya terisi.


Belum lagi kami selesai packing, kabut dan hujan sudah menghampiri kami. Yang munkin itu memang kebiasaan di Sundoro yang sering berkabut dan hujan ( minimal itulah yang ku alami hampir tiap kali sejak pertama mendaki gunung itu 1992 lalu ). Tapi itu tidak menyusutkan semangat kami. Justru dalam waktu yang tersisa dan dalam rintikan hujan, kami masih mencoba untuk take beberapa foto ( sayang blm di apload kesini krn saya ga pegang tuh gambar.. hiks.. :( ).


Akhirnya ketika waktu menunjukkan pukul 13 lebih kami lanjutkan perjalanan kebawah. Dan lagi-lagi kabut di puncak waktu itu begitu tebal yang menghalangi pandangan mata kami dan memaksa kami untuk berhenti sejenak dan memperlambat langkah kami. Masih saja mereka mengambil beberapa pose di sekitar kawah sumur Gunung Sundoro. Akhirnya kami paksa mereka segera turun karena pertimbangan waktu yang makin sore, kemungkinan terkena hujan lagi saat perjalanan turun yang membuat jalan makin licin dan akan memperlambat langkah kami.


Benar juga, akhirnya hujan itu-pun turun dengan lebatnya. Dan itu membuat pasukan yang tadinya dalam satu kelompok-pun terpecah. Menjadi 3. Saya pun ingin sekali segera sampai di Basecamp Kledung. Sempat berlarian kebarisan terdepan, tapi akhirnya saya sadah kalau akan lebih baik kalau ada yang bersedia jadi sweeper di barisan paling belakang. Ok.. saya akan jadi sweeper, berhenti dalam guyuran hujan tanpa mantol maupun raincoat selama hampir 1 jam ( karena emang pendakian ini ga saya persiapkan dan kepastian untuk berangkatpun mendadak. ) bukan hal yang baik sebenarnya. Beberapa kali tubuh ini menggigil. Akhirnya saya ketemu juga dengan grup paling belakang, yang ternyata disana ada yang bermasalah dengan fisik juga ranselnya.


Waktu itu gelap mulai datang, kami terus merayap pelan kebawah dalam suasana gerimis. Ah entah apa yang terjadi dengan teman-teman didepan, mereka tentu punya kisah sendiri. 


Lama sekali kami melangkah turun, berbekal ransel rusak, yang akhirnya kami buang dan anggota yang kehabisan fisik serta penerangan malam yang tidak semestinya. Untuk 6 orang dalam gelap malam dan guyuran hujan kami hanya memiliki 1 buah lampu penerangan. So pasti itu bikin kami berjalan sangat pelan. Udah tidak mengingat waktu, pikiran-pun hanya tertuju ke basecamp dan sesekali diantara kami bergumam kesal dengan kawan-kawan yang ada di depan. Teganya mereka tidak ingat kami, dengan penerangan yang sangat minim dan temen kami yang kehabisann fisik.


Sungguh itu perjalanan Sundoro paling lama yang saya alami. Hiburannya adalah saat teman kami ada yang jatuh, meski kasihan dan iba tapi itu membuat kami terus bersemangat. Belum lagi kalau saya liat kang Maman yang payah dalam mengendalikan lampu senternya. Sirik banget dia ga mau berbagi dengan saya yang ada di paling belakang, hampir tidak pernah kebagian cahaya. Ah.. rika jan Man... njeleih banget... hahaha..


Saat diantara kami mulai berulah dengan kata-kata salah jalur dan diantara mereka berdebat sedangkan saya hanya tersenuym melihatnya, saya terus mengamati Gunung Sumbing didepan mata. Kok para pendaki Gunung sumbing udah pada tinggi ya pencapaiannya? Dalam hati saya bertanya. Ini dah jam berapa? Tidak terasa hujan sudah reda, dan baju kami-pun kering kembali karena suhu panas tubuh kami yang terus bergerak ke bawah. Perut kami mulai bernyanyi, hanya berbekasl sedikit sisa makanan, kami berbagi seadanya.


Ada yang udah ga sanggup tapi kami bujuk dengan sedikit memberi harapan, bahwa di basecamp kita akan mendapatkan makanan hangat. Mie ayam, bakso, kopi ataupun teh dan susu adalah sebagian kata yang kami ucapkan untuk menyemangatai kawan kami. Ojek.. nanti setelah masuk perkebunan akan ada ojek yang membawa kita ke basecamp, atau kalau mau istirahat-pun ada pos SAR. hehehe.. ternyata itu ga ada yang bener.. udah pasti lah... ini kan bukan musim pendakian?


Memasuki jalan batu masih saja dia terdiam, jatuh dan keliatan kecapaian. Beberapa kali lagi aku lihat yang mendaki Gunung Sumbing, udahmakin tinggi mendekati puncak. Di sekitar atau bahkan diatas Batu kotak Gunung Sumbing. Akhirnya kita terus menyusuri jalan berbatu tadi, sampai akhirnya masuk ke perkampungan dilereng Gunung Sundoro itu. Kang Maman yang di depan terlihat bingung karena tidak menemukan basecamp dan harapan yang dicarinya-pun diamm dan dengan wajah bingungnya berkata, Kang.. basecampnya mana? Haha.. sungguh saya juga bingung karena harusnya diatas kita ambil jalur kiri tapi itu tertutup gundukan tanah. Hingga akhirnya mereka memutuskan beristirahat di depan sebuah rumah. 


Saya sendiri menuju basecamp, tapi kemudian berbalik pikiran. Ah mending mencari makan dulu. Karena waktu itu ternyata udah jam 4 lebih. Langsung menuju jalan, berharap ada warung yang buka. Benar saja ternyata disana masih ada warung yang buka. Segera saya belanjakan sekantung makanan siap makan untuk kawan-kawan yang menunggu di rumah penduduk tadi juga saya sendiri.

Akhirnya saya temui mereka dan membagikan mereka makan, kemudian saya dengan kang Maman melanjutkan sisa perjalanan yang tinggal beberapa menit dan ratusan meter ke arah basecamp. Akhirnya sampai juga di basecamp. Disana kami melihat kawan-kawah kami semua tengah tertidur pulas. Subuh itu kami temui Emak pemilik basecamp yang akan berangkat ke masjid di subuh yang dingin itu, dan mempersilakan kami masuk.

Didalam, kami meminta kawan-kawan kami lainnya, Lalao dan... ah entah siapa aku lupa untuk menyusul mereka yang sedang istirahat di depan rumah salah seorang penduduk. Dengan membawa 4 setel sandal mereka bergegas dan saya juga Kang Maman segera istirahat dengan harapan mereka dapat menemukan dan membawa kembali mereka ke basecamp.


Tapi sampai setengah enam pagi mereka belum juga datang, dan itu membuatku penasaran untuk selanjutnya menjemput mereka, membawa tas mereka serta mengajak kawan-kawan kloter akhir kami untuk menuju basecamp. Akhirnya sampai juga. Ga lama setelah itu hadirlah sajian minuman hangat dan sarapan pagi untuk kami. Ya Allah.. terimakasih atas pertolongan dan nikmat yang Kau berikan hingga kami bisa kembali bersama-sama kumpul di basecamp itu.


Sambil menunggu kendaraan jemputan, kami melakukan Evaluasi Pendakian Massal Sundoro 20 - 23 Maret 2010 itu. Dan hasilnya kurang lebih adalah :

  • Kekurangan perlengkapan
  • Fisik yang tidak dipersiapkan dengan baik
  • Masih ada egoisme diantara kami
  • Itu menjadipendakian terlama
  • Itu memberikan kami sebuah kesadarann dalam melakukan setiap kegiatan untuk mempersiapkannya dengan serius
  • dll
Sundoro Puncak Barat


2 komentar:

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)