13 Februari 2010

Caving Gua Pengantin

Caving. Teringat kata itu saat temanku Dani Surip, Minggu kemarin datang dan mengajak-ku untuk caving. Ternyata udah lama sekali tidak lagi ber-caving ria. Lebih dari 10 tahun lamanya. Ke Gua Pengantin yang ada di bukit kapur dekat lokasi wisata Gua Jatijajar, Petruk dan Pantai Logending. Memang disana terdapat banyak sekali gua alam yang masih sangat jarang dijamah manusia. 
 

Salah satu yang indah dan pernah kami masuki beberapa kali meski tidak sempat sampai ke ujungnya, yang konon butuh waktu sampai 2 - 3 hari itu. Meski kami hanya masuk kedalam perut bumi di Gua Pengantin dalam hitungan beberapa jam lamanya, hal itu telah mampu memberikan kesan yang dalam. 

Berbeda dengan pengalaman kita mendaki, di dalam kegelapan perut bumi, ternyata kita bisa memperoleh apa yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Sungai bawah tanah dengan airnya yang sangat jernih dengan jenis aliran yang bermacam ragamnya.
Tajamnya batu karang didalam gua. Indahnya stalagtit maupun stalagmit yang jadi ornamen dalam gua yang kadang saat diberi cahaya akan memantulkan seperti kristal yang indah. Suasana dalam gua yang kadang terasa aneh setelah beberapa kali kami masuk kadang berkabut juga seperti di gunung.


Langkah awal yang menggetarkan, saat kita memasuki mulut gua. Menuruni jalan gelap, berlumpur hingga setinggi lutut dan disambut oleh riuhnya kelelawar yang terbang keluar mulut gua. Diwaktu berikutnya kita disajikan pada pemandangan lain yang lagi-lagi diluar pikiran kami. Dalam gua itu ternyata
Serangga
memiliki dinding dan langit-langit yang tinggi juga sampai beberapa puluh meter mungkin. Disana kita juga menjumpai penghuni kegelapan berupa serangga, seperti jangkrik. Tidak hanya itu, saat kita mendengar suara riak air, makin penasaranlah kami dibuatnya, ternyata kami menemukan aliran sungai bawah tanah yang berair sangat jernih dan dingin. Sungguh indah.


Kami masih terus menikmati sajian perut bumi itu sampai kami melihat pemandangan yang lain. Dalam gua itu kami jumpai air terjun yang membuat kami penasaran untuk memanjatnya, karena katanya masih ada beberapa air terjun lainnya. Kami-pun panjat air terjun itu, memberi satu kesenangan manakala telah sampai di atasnya dan menyusuri lagi lorong-lorong gelap itu, kami jumpai air terjun lainnya dan seperti yang tadi, kami memanjatnya.Tapi sayang sekali kami tidak bisa bertahan lebih lama didalam sana, karena memang peralatan dan persiapan yang minim.  :(


Itu cerita dulu.... yang kini hadir kembali. Apa bisa yah? nanti tgl 26,27,28 Pebruari ini kesana lagi? Ah... pingin sekali rasanya kembali kesana



Kelelawar

Ornamen Gua



3 komentar:

  1. Rupanya temanku ini punya memoris yang melekat bila bercaveing ria...ya?
    Tapi ni bagus potonya kaya dunia dibawah dunia.posting juga Aventure lainnya...

    BalasHapus
  2. Ya Kriesz.. mantab. Ga ramai kaya di permukaan ya? :)

    BalasHapus
  3. Oya... Shoutmix nya, diganti aja deh... ke Cbox.. sulit buat temen2 ninggalin jejak....

    BalasHapus

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)