22 Januari 2010

Mangrove Mati Akibat Tercemar Pasir Proyek

Selama 2009 sebanyak 470.000 meter kubik material disedot dari kolam dermaga PPP. 



SURABAYA POST -- Sekitar 2 hektare hutan mangrove (hutan tanaman pantai) di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kota Probolinggo mati meranggas. Matinya tanaman jenis bakau dan api-api itu diduga karena batang bawahnya tertimbun material hasil pengerukan kolam dermaga PPP.
Meranggasnya hutan mangrove di sisi timur pabrik kayu lapis PT Kutai Timber Indonesia (KTI) itu terlihat merata. Hanya beberapa batang saja yang terlihat masih bertahan hidup.


Matinya tanaman hutan pantai setinggi sekitar 2-5 meter itu diduga karena akar-akar (napas)-nya hingga pangkal batang tertimbun material pasir dan lumpur dari proyek pengerukan kolam dermaga PPP. Pemandangan serupa juga terlihat di areal hutan mangrove di sisi selatan PPP di Kel./Kec. Mayangan, Kota Probolinggo itu. Tanaman mangrove setinggi sekitar 1 meter yang ditanam PT KTI kondisinya lebih parah lagi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Probolinggo, Drh H Wirasmo mengakui, selama 2009 sebanyak 470.000 meter kubik material disedot dari kolam dermaga PPP. Dan pada 2010 ini pelaksana proyek PT Tri Perkasa, Surabaya masih akan mengeruk kolam dermaga hingga Februari mendatang. ”Meski selama 2009 sudah dikeruk 470.000 meter kubik, ternyata masih ada kendala sedimentasi di kolam dermaga,” ujar Wirasmo, Kamis (21/1).

Untuk mengatasi sedimentasi di Zona 3 di kolam dermaga, PT Tri Perkasa mengeruk kembali sedimentasi itu. Dua kapal keruk dikerahkan untuk menyedot sedimentasi. Sedimentasi berupa pasir dan lumpur itu kemudian dibuang ke arah hutan mangrove di sisi timur PT KTI dan di sebelah selatan PPP Mayangan. Dampaknya, hutan mangrove seluas sekitar 2 hektare itu rusak berat.

Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Probolinggo, Endro Suroso mengaku tidak dilibatkan dalam proyek PPP yang mengakibatkan rusaknya hutan mangrove. ”Itu proyek provinsi, BLH hanya sebatas pengawasan,” ujarnya.
Sementara itu Kabid Pengelolaan Sumber Daya Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Probolinggo, Sudianto mengatakan, kawasan di sebelah PPP Mayangan itu belakangan memang dicanangkan untuk diuruk.

Hal senada diungkapkan Direktur Muda PT KTI, Capt. M. SainLatief. ”Memang benar, yang menanam mangrove di sebelah selatan pelabuhan perikanan itu KTI. Karena terkena material pengerukan, lokasinya dipindahkan ke sebelah barat Rusunawa,” ujarnya.

Source

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)