14 Desember 2009

Navigasi Darat dan Survival


Senang berpetualang di alam bebas? Hutan, gunung, pantai, caving dsb. Sebaiknya kita jangan mengabaikan salah satu materi dasarnya yaitu ilmu navigasi dan survival. Kita tentu tahu,  kadang dalam menjalani hidup di lapangan tidak selalu sejalan ideal dengan yang kita harapkan. Karena saat kita memasuki alam bebas, secara tidak langsung nasib kita juga akan ditentukan oleh alam itu sendiri. Nah tentu kita menginginkan yang terbaik untuk tim kita, so pelajarilah, kenalilan navigasi darat dan survival...


1. Navigasi Darat
Navigasi bisa diartikan sebagai penentuan posisi dan arah suatu perjalanan pada medan yang kita lalui maupun dalam peta. Navigasi bisa diobagi menjadi navigasi darat, sungai, pantai dan laut, tapi yang umum kita pelajari dan digunakan adalah navigasi darat.

Navigasi darat sendiri bisa kita simpulkan sebagai ilmu yang khusus mempelajari cara seseorang dalam menentukan suatu tempat dan memberikan bayangan medan, meliputi keadaan permukaan serta bentang alam dari bumi dengan bantuan minimal peta dan kompas. Navigasi darat secara dasar adalah penentuan titik awal perjalanan, tanda medan, arah kompas, perkiraan jarak, orientasi medan, perubahan kondisi medan serta mengetahui ketinggian suatu tempat.

Peralatan Dalam Navigasi Darat


  1. Kompas, yaitu alat yang digunakan untuk menentukan arah mata angin ( Utara, Selatan, Barat, Timur, Barat Daya, Barat Laut ) berdasarkan sifat magnetik kutub bumi. Kompas yang umum digunakan yaitu Kompas Bidik/Prisma.
  2. Altimeter, yaitu alat yang digunakan untuk menentukan ketinggian suatu tempat berdasarkan perbedaan tekanan udara
  3. Peta, yaitu gambaran sebagian / seluruh permukaan bumi dalam bentuk 2 dimensi dengan suatu perbandingan skala tertentu. Yang sering digunakan adalah peta topografi. Suatu peta yang baik terdiri dari judul, nomor, koordinat, skala, kontur, tahun pembuatan, legenda dan deklinasi magnetis
  4. GPS ( Global Positioning System ) yaitu suatu alat berupa system radio-navigasi global yang kerjanya menggunakan beberapa satelit dan stasiun bumi. Fungsinya adalah menentukan lokasi. Navigasi yakni menentukan satu lokasi ke lokasi lain, tracking ( monitoring perjalanan di permukaan bumi ) dll.
Selain menggunakan peralatan tersebut diatas, secara sederhana dan sudah digunakan oleh nenek moyang kita dalam menentukan suatu arah bisa menggunakan bantuan alam sekitar maupun bangunan karya manusia misalnya :


  1. Tanda-tanda alam seperti matahari, bulan dan rasi bintang
  2. Tanda-tanda karya manusia seperti Masjid, makam dan membuat kompas sederhana dari silet yang bermagnet yang diletakkan diatas permukaan air.
  3. Flora dan Fauna, misalnya apabila kita 
  • mengamati pohon dan melihat adanya sejenis lumut, maka biasanya bagian yang lebat adalah pada sebelah barat pohon. 
  • Tumbuhan pandan hutan biasanya lebih condong ke arah timur. 
  • Sarang semut/serangga biasanya ada di sebelah barat pepohonan.
  • Bagian pohon yang lebih lebat biasanya adalah di arah barat dsb
Mencegah dan Penanganan Saat tersesat

Tersesat yaitu hilangnya orientasi, tidak mengetahui posisi yang sebenarnya dan juga arah yang akan dituju. Hal ini bisa saja terjadi saat kita melakukan perjalanan pada malam hari, kurangnya menggunakan peta maupun seringnya melakukan potong kompas. Hal-hal umum yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kemungkinan tersesat antara lain :

  1. Lapor ke petugas terkait saat mau mendaki gunung meliputi lama perjalan dan juga anggota yang ikut serta
  2. Mintalah guide dari orang yang mengetahui medan tersebut
  3. Gunakan panca indera untuk mengingat perjalanan kita
  4. Ikutilah jalur yang ada, kurangi hobby potong kompas, kalau perlu saat melewai persimpangan, buatlah suatu tanda yang bisa dikenali
  5. Perhatikan obyek alam sekitar kita yang jelas seperti, bukit, sungai, mata air, tebing maupun gunung / pemandangan sekitar
  6. Melihat ke arah belakang saat melakukan pendakian kadang bisa membantu ingatan kita saat harus kembali menuruni gunung dengan mengingat apa yang kita lihat tadi
  7. Kuasailah Navigasi Darat beserta peralatan yang digunakannya


Pedoman yang digunakan saat kita menyadari telah / sedang tersesat, yaitu STOP :


  • S = Seating, berhentilah dulu, isitirahat, hilangkan rasa panik kita maupun anggota tim
  • T = Thinking, berfikirlah secara logis tentang keadaan yang sedang dihadapi
  • O = Observation, dengan melakukan pengamatan medan sekitar, tentukan arah dan pelajari tanda-tanda alam dari posisi kita serta cobalah untuk mengingat seberapa lama kita keluar dari jalur yang benar sampai pada lokasi kita tersesat saat ini
  • P = Planning, buatlah perencanaan yang akan diambil dengan disertai konsekuensinya
Saat kita tersadar sedang tersesat, maka sebaiknya kita :


  1. Lihatlah waktu kita tersesat. Pagi, siang, sore ataupun malam
  2. Buatlah tempat berlindung, shelter bifak maupun dengan memasang tenda apabila memungkinkan untuk melindungi dari cuaca buruk
  3. Fungsikan peralatan navigasi dan komunikasi kita, GPS, peta, kompas, HT, telpon selluler kalau memang kita beruntung mendapatkan sinyal, maupun indikator alam
  4. Kita bisa juga membuat petunjuk yang bisa memudahkan orang lain dalam mencari posisi kita, misalnya dengan membuat api / asap, pada malam hari dengan memainkan lampu senter maupun dengan membuat petunjuk-petunjuk lain di jalur yang tadi kita lewati
  5. Dalam kondisi apapun usahakan untuk tetap bersama dengan tim
  6. Kalau terpaksa menunggu bantuan, cobalah untuk tetap bertahan dengan perbekalan yang ada, kalau perlu manfaatkan tumbuhan ataupun mencari air untuk bertahan sampai datangnya bantuan.
Cobalah untuk bisa menggali pelajaran survival kita

  • S = Size up the situation ( menentukan situasi yang sedang kita hadapi )
  • U = Undue haste makes waste ( jangan berbuat yang tidak perlu )
  • R = Remember where we are ( ingatlah dimana kita sedang berada )
  • V = Vanguish fear dan panic ( hilangkan kepanikan dan rasa takut )
  • I = Improve ( berimprovisasi, cobalah berbuat sesuatu yang bisa membantu kita )
  • V = Value living ( harghailah hidup kita )
  • A = Act like the native ( berlakulah secara alami seperti biasanya )
  • L = Learn basic skill ( cobalah untuk memahami kemampuan dasar kita )
Saat kita harus bersurvival yang sangat berpengaruh adalah aspek yang berkaitan dengan psikologis ( meliputi perasaan takut, panik, cemas, sepi, bingung, tertekan, bosan dengan keadaan ), Aspek fisiologis ( sakit, lapar, haus, luka, lelah ) dan aspek lingkungan ( panas, dingin, kering maupun hujan / badai )
Komponen Survival terdiri yaitu :


  1. Sikap mental, kita harus memiliki hati yang kuat untuk bisa mempertahankan hidup, menggunakan akal sehat serta berfikir dengan jernih dan optimis
  2. Usahan untuk tetap menjaga kondisi fisik yang fit dan kuat
  3. Tingkat pengetahuan dan keterampilan hidup di alam bebas
  4. Pelatihan dan pengalaman di lapangan
  5. Survival kit yang kita miliki termasuk peralatan komunikasi
Garmin eTrex Venture HC GPS Receiver



Garmin-eTrex-Venture-HC-Receiver

Kebutuhan dasar saat kita ber survival
1. Air

Saat persediaan air kita menipis kita harus ingat dengan cara-cara pencarian air. Misalnya dari mata air, sungai, mengumpulkan air hujan, embun air dari tumbuhan ( rotan, lumut, akar gantung dsb )

2. Makanan

Cobalah untuk memanfaatkan sumber makanan yang mungkin tersedia di area berupa tumbuhan maupun binatang. Bagian tumbuhan yang dapat dimakan yaitu buah, batang, daun dan umbi atau akar. Hal umum yang harus dihindari dari mengkonsumsi tumbuhan antara lain :



  • hindari tumbuhan dengan warna mencolok
  • hindari tumbuhan bergetah putih, kecuali yang telah kita kenal
  • cobalah untuk mencicipi sedikit dengan mengoleskan pada bagian kulit kita. Kalau ada efek gatal, merah ataupun rasa panas pada kulit biasanya ia memiliki sejenis racun. Hindarilah untuk mengkonsumsinya
Untuk binatang, umumnya hampir semua jenis binatang dapat kita konsumsi. Misalnya unggas, ikan, reptil dsb. Yang menjadi kendala kita adalah menangkap binatang-binatang tersebut 

3. Shelter

Yaitu tempat perlindungan. Kalau ada tenda kita bisa mendirikan    tenda di lokasi yang paling ideal, kalau terpaksa kita bisa membuat bifak. Tujuan utamanya yaitu untuk memberikan perlindungan bagi kita dari keadaan alam, panas, dingin, hujan dan angin. 

4. Api

Api  bisa kita gunakan untuk memberikan kehangatan, penerangan, memasak bahan makanan dsb 

5. Keputusan yang kita ambil, apakah akan menetap sambil menunggu bantuan, ataupun bergerak mencari jalur yang benar




Itu Jo... sekelumit materi yang saia harap bisa menambah sedikit wawasan kita yang gemar berpetualang..

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)