13 Desember 2009

Hipothermia






Bagi kita yang akrab dengan kegiatan outdoor tentu tidak asing dengan istilah hipothermia. Hipothermia mungkin sudah jadi hal yang umum mengiringi aktivitas outdoor kita apa bila kita lalai dalam memperhatikan bermacam faktor penting tentang aktifitas kita di alam bebas. Secara garis besar bisa kita artikan sebagai, penurunan suhu tubuh secara abnormal karena tubuh sudah tidak mampu lagi untuk memproduksi suhu panas untuk menggantikan panas tubuh yang hilang secara cepat karena pengaruh ( suhu ) sekitar yang ekstrim.




Misalnya saat kita beada di dataran tinggi, gunung, adanya badai, hujan dan sebagainya. Selain hal itu kadang hipothermia juga terjagi karena "si korban" sendiri yang tidak peduli atau tidak menyadari dengan dirinya. Misalnya saat sedang melakukan pendakian  dalam keadaan lapar dan basah, kurangnya melindungi bagian tubuh yang sensitif terhadap udara dan angin sekitar, misalnya pada bagian kepala, seperti pelipis, telinga dsb. Suhu tubuh orang normal adalah sekitar 37°C, sedangkan orang yang mengalami hipothermia, suhu tubuhnya berada dibawah normal misalnya 35°C atau lebih parah lagi dibawah itu. Hal fatal yang diakibatkan oleh hipothermia ini adalah kematian.




Beberapa  tips agar kita tidak mudah terkena hipothermia adalah :







  1. Persiapkan perjalanan kita sebaik  mungkin termasuk persiapan fisik
  2. Lakukanlah penyesuaian tubuh kita dengan alam sekitar, hal ini bisa kita lakukan dengan datang ke lokasi lebih dini. Misalnya sehari sebelum pendakian dsb.
  3. Pemilihan pakaian / kostum dalam perjalanan, hendaknya kita menggunakan pakaian yang bisa melindungi tubuh kita dari udara sekitar
    yang ekstrim, khususnya pada bagian tubuh yang sensitif terhadap dinginnya udara.
  4. Buatlah rencana perjalanan dengan seksama agar kita tidak terlalu cepat maupun terlalu lama dalam perjalanan. Saat kita kelamaan di perjalanan, artinya tubuh kita akan lebih mudah untuk diserang udara dingin, karena dengan beristirahat yang lebih lama, berarti suhu tubuh kita juga akan turun. Kalaupun terpaksa istirahat lama, maka sebaiknya kita membuat makanan / masak dan minuman manis hangat untuk bisa menjaga suhu tubuh. Janganlah kita terlalu cepat muncak, seandaiya peralatan kita tidak memungkinkan untuk "parkir dini" di sekitar puncak gunung. Misalnya kita tidak membawa tenda,  ataupun sleeping bag dan jaket yang hangat. Oia, ketika kita istirahak di perjalanan sebaiknya juga tetap melakukan gerakan-gerakan tubuh, bukan cuma diem, melamun ataupun terduduk dalam bengong ;) .
  5. Saat perjalanan, jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan ringan, biskuit ataupun coklat dan buah-buahan saya suka sekali. Untuk mengisi perut kita, menghasilkan panas dan karbohidrat serta menjaga agar lambung kita tetap terisi.
  6. Ukurlah kemampuan fisik kita saat mendaki. Janganlah terlalu memaksakan untuk cepat sampai tujuan, karena gerakan yang cepat akan menguras banyak tenaga dan juga konsumsi oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh kita, sedangkan makin tinggi suatu tempat, maka kadar oksigennya semakin menipis. Saat tubuh kita tidak mampu untuk menyerap oksigen secara maksimal, maka yang biasa terjadi adalah pusing-pusing, muntah bahkan sampai kehilangan nafsu makan. Nah disinilah bahayanya Jo....
Hipothermia bisa dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :






  1. Ringan, suhu tubuh turun di bawah normal pada kisaran 37°C -
    35°C,  tubuh penderita akan mulai menggigil yang merupakan keadaan
    normal, dimana sebenarnya tubuh sedang berusaha untuk menghasilkan
    panas. Makanya kita jangan menahan tubuh kita untuk tidak menggigil ketika tubuh secara alami menggigil, karena itu artinya kita menahan otot / tubuh kita untuk menghasilkan panas. Ketika tubuh sudah tidak mampu membuat kalor, maka biasanya korban akan cepat lelah, tidak fokus dan  mulai  bertindak sesukanya. Meski nafasnya normal tapi terus saja menggigil / gemetar.
  2. Sedang, suhu tubuh turun antara 35°C - 32°C, kulit terutama bagian kuka mulai memucat, dan lebih sering terjadi keanehan dari biasanya. Jari tangan dan kaki mati rasa. Menggigil hebat, lalu sama sekali berhenti menggigil karena cadangan energy di dalam tubuh sudah habis di pergunakan. Meski begitu sebenarnya penderita masih tetap merasakan serangan dingin di tubuhnya. Penderita sudah tidak mampu berpikir atau mengingat-ingat sesuatu / pikun dadakan, dan terlihat tidak mampu merespon dengan baik, bicaranya gagap dan terlihat sulit melontarkan kata-kata. Beberapa area tertentu pada tubuh yang biasanya selalu hangat menjadi dingin (Samping Leher, Ketiak, kunci paha). Gerakan semakin lamban, kondisi tubuh kian lemah, dan seperti orang yang mengantuk berat.
  3. Berat, suhu tubuh terus turun dibawah 32°C,  dibawah suhu 32°C semua proses metabolisme tubuh termasuk napas, detak jantung, dan fungsi otak semakin melemah. Kulit kelihatan membiru, nafas lemah, nadi melemah, pupil mata mulai membuka lebar, dan penderita terkadang seperti orang pingsan atau meninggal.
Tindakan saat ada anggota tim yang terkena hipothermia ?




  1. Sebaiknya kenali dulu sejak dini gejalanya
  2. Berikan dia minuman hangat dan manis
  3. Berikan dia makanan yang mudah dicerna dan menghasilkan panas
  4. Segeralah ganti pakaiannya jika basah dengan yang kering
  5. Sebaiknya pindahkan ke tempat yang lebih rendah
  6. Kalau mau mengistirahatkan ke dalam sleeping bag, harusnya
    sleeping bag tersebut telah kita hangatkan, jangan memberikannya secara
    langsun tanpa dihangatkan dulu
  7. Hindari kontak langsung dengan tanah, sleeping bag tersebut harus
    dialasi dengan sleeping pad / matras dan sebaiknya didalam tenda hangat
  8. Hindari terpaan angin secara langsung yang mengarah ke tubuhnya
  9. Berikan suport dan perhatian kepadanya, jangan bikin dia merasa tidak nyaman alias panik dan tanpa perhatian







Intinya, dalam melakukan aktivitas outdoor seperti naik gunung-gunung
tertinggi, selain kita harus mempersiapkan segala-sesuatunya secara matang, juga keutuhan dan kekompakan tim harus bisa kita jaga. Hadapilah segala sesuatu yang terjadi di lapangan sebagai sebuah tim. Pahami dan amatilah gejala alam dan juga sesama anggota tim, kemudian ambil keputusan yang cerdas. Gitu dulu Jo..


0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak disini bro & sist :)