Aktivitas Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sementara

Yes Outdoor : Pendakian ke gunung Rinjani dilakukan penutupan untuk jangka waktu yang belum ditentukan mulai dari 29 Juli 2018.



Penutupan jalur tersebut disebabkan oleh terjadinya gempa bumi di pulau Lombok yang  mengakibatkan terjadinya longsor di Taman Nasional Gunung Rinjani.


Penutupan tersebut bertujuan untuk menghindari  terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terkait dengan aktivitas pendakian gunung Rinjani.

Jika teman-teman punya agenda pendakian ke gunung Rinjani dalam waktu dekat ini sebaiknya segera melakukan re-schedule sampai ada informasi terkait dari Taman Nasional Gunung Rinjani.
.

Ratusan Orang Pendaki Terjebak Di Gunung Rinjani

Yes Outdoor : NTB baru saja dilanda gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang meluluhlantakkan bumi Nusa Tenggara Barat. Kerugian material dan non material menyertai bencana alam tersebut.

Nun jauh dari peradaban sana dikabarkan ada ratusan pendaki yang terjebak akibat gempa bumi dahsyat tersebut dan salah seorang diantaranya  adalah pendaki asal Makasar yang meninggal dunia.

Berdasar informasi dari Taman Nasional Gunung Rinjani masih ada ratusan pendaki domestik dan luar negeri.


Informasi dari TNGR menyatakan ada sekitar 500 orang pendaki yang akan dievakuasi di bawah danau.

Para pendaki tersebut terjebak akibat longsor ketika gempa terjadi. Mereka terjebak longsoran dan kondisi tanah saat ini masih labil.


Saat ini tim SAR Gabungan telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi para pendaki tersebut, seperti yang diungkapkan oleh Koordiantor Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kayangan, Lombok Timur, Putu Eka

"Yang jelas kita tim SAR Gabungan, semua instansi terkait, BPBD, Basarnas maupun dari warga relawan dan lain-lain. Jadi isitilahnya tim gabungan".

Semoga proses evakuasi berjalan lancar dan ratusan pendaki yang terjebak disepanjang jalur pendakian dan puncak Rinjani bisa segera dievakuasi.

Bulan Agustus Akan Ada Penutupan Pendakian Ke Gunung Gede - Pangrango

Yes Outdoor : Mau mendaki ke gunung Gede - Pangrango dalam waktu dekat ini? Sebaiknya manfaatkan kesempatan sebelum tanggal 13 Agustus, sebab mulai 23 Agustus 2018 pendakian ke gunung Gede - Pangrango akan ditutup sementara.

Rencana penutupan tersebut menurut Kepala Bidang Teknis Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Mimi Murdiah akan diberlakukan mulai 13 - 22 Agustus mendatang.



Penutupan tersebut dikarenakan kemungkinan membludaknya pendakian Gede - Pangrango, khususnya saat menjelang 17 Agustus untuk mengurangi resiko kerusakan alam yang ditimbulkan dari aktivitas pendakian yang masif.

Khusus untuk jalur Salabintana, waktunya akan lebih lama, yaitu mulai dari23 Juli - 31 Desember 2018.
Penutupan jalur Salabintana tersebut lebih dikarenakan adanya pembangunan sarana dan prasarana wisata di Resort PTN Selabintana dan jalur pendakian Selabintana dan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pendaki.

.

Kebumen River Tubing. Seru dan Menantang!


Kamu ingin memiliki kisah petualangan seru tapi menyegarkan dan tetap bisa memacu adrenalin? Cobalah petualangan air. Salah satunya adalah river tubing. Yap tubing memang salah satu petualangan air yang menarik untuk dicoba.

Tapi ingat ya, jangan melakukan kegiatan tersebut tanpa pengawasan pemandu yang berpengalaman, karena selalu ada resiko yang menyertai kegiatan tersebut.


Dan pastikan kamu menggunakan peralatan keamanan dan keselamatan yang sesuai standar selama melakukan aktivitas tersebut. Karena tubing itu merupakan single rafting meskipun kita berkelompok saat menyusuri aliran sungai.

Artinya setiap orang punya kendali sendiri dan wajib bisa melewati semua tantangan yang dilewati di sepanjang jalur dan tentunya menikmati panorama alam disepanjang lintasan.



Untuk kamu yang suka tantangan di medan air / water adventure ini  dan kebetulan lagi ada disekitar Kebumen, sekarang telah hadir Kebumen River Tubing.



Kamu akan diajak untuk menyusuri jeram-jeram sungai Bedegolan yang punya aliran sungai dari waduk Wadaslintang.

Berikut info detailnya :

Paket & Harga
Paket 10 orang  750 ribu (sementara belum melayani per orangan, misal 6 orang tetap dihargai 10 orang)
Fasilitas :
  • Safety helm
  • Pelampung
  • Sepatu karet
  • Dokumentasi
  • Makan


River Tubing Bedegolan ini memiliki panjang jalur +- 3 Km yang bisa dilalui dengan durasi 45-60 menit.

Jika kamu ingin mencoba test adrenalin di River Tubing Bedegolan pastikan telah berusia 15 tahun dan tidak memiliki riwayat sakit jantung dan epilepsi.

Lokasi

Lokasi untuk menjalani petualangan air ini berada di desa Sendang Dalem, Padureso yang berlokasi dekat dengan bendungan Wadas lintang.

Dari kota Kebumen bisa bisa ditempuh melalui jalur Alian melewati pasar Sruni ke utara sampai di pertigaan Sawangan ambil jalur ke timur sampai tembus ke Wadaslintang.

Jika melalui Tersobo, Prembun kamu bisa langsung menuju ke Utara sampai obyek wisata Waduk Wadaslintang dan menuju ke arah PLTA nya.


Jadwal
Jadwal river tubing bisa dilakukan sepanjang tahun, kecuali bulan Agustus - September, karena di bulan itu aliran distop dari waduk untuk pemeliharaan dan pengecekan.

Info :
Kebumen River Tubing : 0812 8400 0404.


Mulai 1 Agustus 2018 Pendakian Rinjani Wajib Melalui Trekking Organizer Resmi

Yes Outdoor : Rinjani adalah salah satu gunung eksotik yang menarik banyak pendaki untuk bisa menjejakkan kaki dan menjelajah keindahannya. Keindahan gunung Rinjani bahkan sudah diakui oleh UNESCO dengan dimasukkannya sebagai Global Geopark.

Terkait dengan pendakian ke gunung Rinjani, mulai 1 Agustus 2018 akan mulai diberlakukan beberapa aturan baru yang bersifat teknis maupun non teknis.

Beberapa di antaranya yaitu :

1. Setiap pengunjung wajib registrasi melalui Trekking Organizer (TO) yang sudah tercantum sebagai mitra Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan memiliki Izin Penyediaan Jasa Wisata Alam (IUPJWA). TO yang resmi dapat di cek melalui kartu keanggotaan yang di terbitkan TNGR. Silahkan cek Daftar Trekking Organizer yang sudah resmi terdaftar sebagai disini.


2.Biaya kenaikan tiket masuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang akan diberlakukan mulai tanggal 1 Agustus 2018, yakni untuk wisatawan lokal sebesar Rp 5000/hari biasa dan Rp 7500/hari libur, sedangkan untuk wisatawan asing Rp 150.000/ hari biasa dan Rp 250.000/hari libur.

Biaya tersebut belum termasuk biaya permit dan asuransi. Nantinya dari fee tersebut, TO akan berkontribusi terhadap pajak daerah dan mengurus segala keperluan tim yang di daftarkannya. Dan jika terjadi hal-hal diluar dugaan terhadap tim pendaki maka TO tersebut wajib turut serta menyelesaikan.

3. Taman Nasional akan melakukan sosialisasi terkait peraturan ini termasuk masalah eticketing



4. Setiap porter yang di sewa jasanya oleh tim pendaki wajib memiliki kartu keanggotaan resmi yang terbitan TNGR. Jika porter tersebut tidak memiliki kartu anggota maka petugas di pos jaga pendakian tidak akan membolehkannya naik kecuali ada rekomendasi khusus dari ketua paguyuban porter.

5. Pastikan kamu mengantongi permit sesuai durasi pendakian yang telah di validasi, karena nantinya di beberapa titik akan ada kontrol dan pemeriksaan terhadap permit tersebut.

6. Setiap pengunjung akan di edukasi mengenai teknik pengemasan sampah yang efisien dan di wajibkan membawanya turun untuk kemudian di cek oleh petugas.

Demikian semoga bermanfaat.

Kontroversi Petik Edelweis - Dikecam - Dibully - Muncul Lagi

Yes Outdoor : Bicara mengenai kasus pemetikan bunga edelweiss oleh para pendaki seperti kita membahas pelajaran sejarah. Karena kejadian daripada kasus-kasus petik bunga edelweis itu memang sudah ada sejak jaman dulu.

Bunga edelweis = Bunga Abadi
Bunga edelweis itu bunga abadi? Ah.. bukannya gak ada yang abadi di dunia ini? Sepertinya para pendahulu kita juga punya peran dengan masih adanya praktik petik-memetik bunga edelweis ini, dengan menamakannya bunga abadi yang banyak disalah tafsirkan oleh banyak orang ( khususnya mereka yang sedang galau, jatuh hati atau apalah semacam itu dan yang ada hubungannya dengan itu ) untuk  menunjukkan bahwa "cintanya" itu abadi dan gak pernah mati. Wkk.. konyol juga ya?

Konyol? Haha.. iya konyol juga sih kenapa dikasih julukan sebagai bunga abadi? Dan konyol juga tingkah orang-orang yang percaya dengan hal tersebut sampai-sampai seperti hilang akal sehatnya. Memetiknya, malah ada juga yang sampai merabut hingga keakar-akarnya. Tapi percayalah, Edelweis akan lebih indah hidup ditempatnya.

Biarkan Edelweis Tetap Indah dan Abadi Pada Tempatnya
Saya mau nanya nih, apa yang pernah ngasih bunga edelwei untuk menyatakan cinta, cintanya itu abadi? Kenapa saya menanyakan itu? Ya karena memang kebanyakan arahnya kesana, meski mungkin ada alasan yang lain, alasan ekonomi misalnya.

Edelweis.. Julukanmu Membunuhmu
Bunga Abadi sebuah julukan yang bermakna tinggi dan indah tapi justru malah menjadi petaka. Karena julukan tersebutlah kamu menjadi target tangan-tangan jahil dan kepala yang hilang akal sehatnya. Banyak orang terlena dengan "racun bunga abadi" yang kamu sandang.

Tanda Kegagalan
Memang benar dengan melakukan tindakan memetik bunga edelweis , hal tersebut termasuk sebuah pelanggaran undang-undang. Khususnya Undang-undang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dimana disana ada pasal-pasal yang juga mengatur tentang Ketentuan Pidana (Pasal 40)  dan Pasal 21 (Tentang pelarangan). Setidaknya ada ancaman pidana 5 tahun seperti yang tertulis dalam Pasal 40 Ayat 2

Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
Tanda kegagalan apa maksudnya?
Jika melihat perjalanan pendakian gunung di Indonesia, dari jaman old sampai dengan jaman now. Berapa generasi yang sudah lahir hingga saat ini? Lalu terkait masalah petik edelweis kenapa masih juga terjadi hingga saat ini?

Bukankah itu adalah hal sederhana untuk menyampaikan kepada generasi muda tentang etika dan berkomunikasi dengan alam? Tapi pada kenyataannya hal yang sederhana itu tidak menjadi hal yang mudah, hingga kontroversi petik edelweis masih saja ada hingga saat ini.

Mereka disudutkan, dihujat, dibully atau apalah, sering kita melihat diberbagai media dan sosial media. Tapi jujur saja, apakah kita (setidaknya) tidak pernah melakukan perbuatan seperti yang mereka lakukan, meskipun itu tak diketahui orang lain? Tapi apakah itu jalan kita untuk menumbuhkan kesadaran berperilaku baik pada alam?

Memetik bunga edelweis mungkin hanya salah satu contoh prilaku tidak baik saat melakukan pendakian gunung, tapi ada yang lain yang nyata-nyata langsung dirasakan efeknya oleh kita penggiat kegiatan dan petualangan dialam bebas, yaitu Vandalisme dan Rendahnya kesadaran membawa turun kembali sampah.

Ah sudahlah.. mungkin lebih baik dan mudah kita menjaga tanggung jawab diri kita untuk selalu berperilaku baik pada alam terlebih dahulu sebelum kita jadi hakim untuk mereka yang belum bisa seperti yang kita lakukan. Syukur-syukur kita bisa menyampaikan tentang nilai-nilai yang baik dan etika pecinta alam dengan contoh nyata.

Tapi pengelola taman nasional juga sudah saatnya berfikir keras mencari solusi supaya kejadian tersebut, termasuk permasalahan sampah yang tak dibawa turun tak terulang kembali.

Mungkin bisa meniru sistem jaminan pada kereta commuter line yang menerapkan sistem tiket berjaminan? :) Kedengaran aneh, tapi bisa aja itu salah satu solusi.

Jadi setiap pendaki baik kelompok maupun individu dikasih tahu larangan-larangan unuk dilakukan selama pendakian, dan juga kewajiban untuk membawa sampahnya turun kembali.

Dan.. untuk itu mereka juga diwajibkan membayar / menyimpan jaminan dengan nominal tertentu yang bisa diambil (diuangkan kembali) jika persyaratan yang ada sudah dipenuhi oleh para pendaki yaitu tidak berbuat yang dilarang selama pendakian, katakanlah memetik edelweis dan juga membawa turun sampahnya kembali.

Fungsi dan Manfaat Lumut Saat Beraktifitas Dialam Bebas

Yes Outdoor : Saat kita ada di alam bebas, wajib hukumnya bagi kita untuk bisa bertahan hidup ( survival ) dengan memanfaatkan berbagai macam tumbuhan ataupun hewan yang ada disana.

Banyak jenis hewan atau binatang yang bisa kita manfaatkan untuk bertahan hidup sebagai sumber energi. Begitu juga dengan jenis dari tumbuhan, salah satunya adalah lumut.

Ternyata lumut bisa kita manfaatkan untuk banyak hal, diantaranya adalah sebagai :

Lumut


1. Sebagai Sumber Air

Haus?? Cadangan air habis?? Kondisi darurat ?? Kumpulkan lumut (mosses) yang masih basah dan peras di atas bahan kain yang bersih sebagai saringan. Kumpulkan airnya di wadah untuk diminum

2. Penunjuk Arah Mata Angin ( Barat )
Coba perhatikan ketika kita berada di tengah hutan, Lumut akan selalu tumbuh ke arah Barat. Mari saya jelaskan - Tumbuhan selalu memerlukan matahari untuk berfotosintesis dan tetap hidup, maka dari itu pepohonan dengan daun yang lebat mengarah ke hadapan datangnya matahari terbit (Timur).

Sedangkan Lumut, membutuhkan kelembaban untuk tumbuh, so that's why.. lumut selalu mencari area yang tidak terkena matahari secara langsung. Ia akan menunjukkan arah Barat dimana matahari selalu lebih rendah ketika akan tenggelam

3. Penunjuk Sumber Air
Lumut hidup dengan menyerap air tidak dari tanah secara langsung, tetapi dari permukaan yang basah. Ini karena lumut merupakan tumbuhan sederhana dari semua species tumbuhan.

Semakin banyak dan rapatnya vegetasi lumut diatas tanah dan bebatuan, maka semakin dekat juga sumber air.

4. Pengganti Kapas Untuk Pembalutan Luka

Daya serap lumut yang tinggi dapat difungsikan sebagai "spon" atau "kapas", ketika kita mendapatkan luka sobek dapat dibalut dengan menggunakan lumut kering dibalut dengan kain, bahkan beberapa jenis Lumut memiliki zat antiseptik dan berdasar penelitian, ekstrak lumut dapat digunakan sebagai pengobatan beberapa penyakit (mis : Hepatitis)

5. Sebagai Bahan Serap Untuk Pembalut (Menstruasi)

Lagi datang haid ketika asik asiknya di puncak gunung?? Lupa ga bawa pembalut?? Cari lumut kering, bungkus di slayer / kain bersih. Gunakan sebagai pembalut emergency, ketika mulai penuh.

Buang lumut dan bersihkan kain pembungkusnya, keringkan, ganti. Dengan begini, kita juga mengurangi sampah dari kertas (woven) pembalut yang kita pakai.

6. Sebagai Tissue ( Antiseptic )

Daripada pake tisu basah, mending gunakan lumut sebagai penggantinya.  Lumut Basah dahulu untuk membersihkan kotoran, disusul dengan lumut kering untuk membersihkan sisa.

Bonus tambahan : Kandungan di dalam lumut juga dapat menyembunyikan bau poop / feses.

Caranya : Gali Lubang. Bersihkan dengan lumut. Buang lumut ke dalam lubang. Timbun. [diteruskan dari catatan Ika A.W]

7. Sebagai Element Water Filter

Lumut juga dapat di fungsikan sebagai salah satu elemen water filter alami berdampingan dengan arang api aktif.

8. Sebagai Tinder
Lumut kering bisa juga di manfaatkan sebagai tinder saat proses fire crafting.

Share dengan sesama penggiat alam bebas. Semoga bermanfaat, jabat salam topi rimba!  — bersama Afifah Minoz.  Dibagikan dari halaman Bushcraft Indonesia.

Ngobrol Pendakian Kerinci Bersama Mang Aris

Yes Outdoor : Malem Minggu sebelum puasa kemarin ceritanya kedatangan tamu dari Cipinang dan Purwakarta nih, Mang Aris dan Pa Camat. Lama gak ketemu sehingga waktu habis digunakan untuk ngobrol, tukar fikiran dan open mind seputar pergunungan.

Kebetulan Mang Aris yang baru saja menyelesaikan pendakian ke Kerinci, seperti kang Dedy segera membuka day pack imutnya dan mengeluarkan dua bungkusan istimewa berisi teh Kayu Aro dan Kopi Yos.

Sunrise di puncak Kerinci
Bang ini ada oleh-oleh dari Kerinci. Begitu ucapnya singkat. Akhirnya segera dilakukan prosesi serah terima oleh-oleh disaksikan oleh Pa Camat.

Obrolan berlanjut, tapi Pak Camat karena terlalu capai setelah menempuh perjalanan jauh, dan kebetulan ada cukup banyak aktifitas siang hari sebelum berangkat akhirnya tepar

Jadilah kita berdua ngobrol. [MA : Mang Aris, YO : Yes Outdoor ]

YO : Mang Aris kaan baru naik Kerinci, bagi-bagi cerita atuh euy. Gimana awal mula memutuskan untuk naik ke Kerinci

MA :
Rencana sebenarnya sudah ada sekitar setahun lalu pengin kesana tapi masih terkendala partner pendakian. Mau ngajak Kang Jo tapi ada dede Athaya yang masih junior, jadinya ya tertahan deh.

Nah kebetulan waktu saya dalam perjalanan mudik, mampir ke rumah temen di sekitar Cikarang ternyata dia sedang resah juga pengin mendaki Kerinci. 


Sontak aja kita sepakat untuk bersama kesana. Pada akhirnya ada beberapa orang temen yang bergabung dengan kami. Malam itu kita langsung aja beli tiket berangkat - pulang Jakarta - Padang - Jakarta.


YO :  Persiapan apa yang dilakukan demi suksesnya pendakian gunung Kerinci


MA : Yang utama mungkin persiapan fisik ya? Selain itu peralatan juga wajib sesuai dengan s.o.p pendakian gunung, baik itu peralatan pribadi maupun kelompok.

Kebetulan saya kebagian enaknya tuh bang, karena untuk peralatan kelompok, temen-temenlah yang menyiapkan. Chiuuy..
😄😄

Bersama teman-teman HAT di puncak Kerinci
YO : Emang siapa saja yang ikut pendakian kemarin mang?

MA : Dalam pendakian kemarin, saya mendaki bersama-sama anak-anak  dari Astra Honda Motor yang suka kegiatan outdoor termasuk naik gunung. hmm.. apa ya? HAT alias Honda Adventure Team kalau gak salah. Kalau aku kan anak emas 😄😄😄😄

YO : Berangkat ke Padang naik Pesawat ya? Harusnya tuh naik motor mang, kan pendakian bersama anak Astra Honda Motor 😄😄 Critain dong kesan naik pesawatnya. Kan beda sama naik motor?

MA :
Haha.. aduh kalau naik motor bisa-bisa bulukan bang. Baju dan celana pada bolong kena panas dan hujan. Terus kalau naik motor sampai basecamp Kerinci mungkin gak jadi naik, tapi cari tukang urut buat ngelempengin otat dan urat haha. 


Ssst.. buat saya naik pesawat kali ini mungkin adalah untuk yang kesekian kalinya, tapi temen-temen mungkin yang pertama. Makanya pas take off dan landing kelihatan tuh muka-muka tegang mereka haha.

Apalagi pas landing mereka sampai panik, teriak, istighfar 😄😄 bagus juga sih buat hiburan dan ngilangin ketegangan. haha

Oh ya, kemarin dari Padang ke Basecamp kita nyarter mobil, karena memang sebelumnya kita udah ada janji.


YO : Ada persiapan menjelang pendakian? Kalau ada apa aja tuh?

MA : Seperti pendakian-pendakian gunung lainnya. Kita check dan recheck semua peralatan kelompok dan pribadi, termasuk logistik.

Sebelum memulai pendakian kita juga melakukan pemanasan dan tentunya berdoa supaya pendakian berjalan lancar sesuai yang kita cita-citakan.

YO : Kasih info dong estimasi perjalanan  dari pintu rimba ke shelter 3 dan ke puncaknya saat pendakian kemarin

MA :
Begini kang, dari catatan dan ingatan saya, perjalanan dari pintu rimba ke shelter 3 kurang lebih 5 jam perjalanan. Kemudian perjalanan dari shelter 3 ke puncak ditempuh kurang lebih dua  (2,5) jam.

Kecepatan waktu pendakian tentunya tergantung kekuatan fisik ya bang, jadi gak bisa disamakan, tapi mungkin bisa dijadikan acuan perjalanan jika ingin mendaki Kerinci.


YO :  Terus waktu turunnya berapa jam tuh?


MA : Lama waktu untuk perjalanan turun kami dari puncak ke shelter 3 kurang lebih satu  setengah (1,5) jam, dan dari shelter 3 ke basecamp sekitar 4 jam.

YO : Apa perbedaan yang mencolok jika dibanding medan pendakian gunung-gunung di pulau Jawa?

MA : Mungkin gak terlalu beda ya bang. Semuanya sama-sama nguras tenaga tapi ngangenin 😄😄😄 Artinya gak bisa disamakan untuk semua gunung karena kan punya ciri dan karakter yang berbeda. Pokoknya siapkan fisik yang prima kalau mau mendaki!

Gunung yang agak mirip dengan Kerinci mungkin gunung Slamet ya bang. Lewat Baturaden. Tapi sebagian track gunung Slamet emang ada kemiripan. Saya mau bilang Raung via Bondowoso tapi kan belum kesana yang lewat Bondowoso kalau jalur Kalibaru sudah 
😄😄😄 [Sst.. Mang Aris sambil nyelam minum air rupanya. Doi balik interviews kita tentang jalur Raung via Bondowoso ( Sumber Wringin )]

YO : Semua berhasil muncak ya mang? Apa ada kisah yang paling berat saat melakukan pendakian kemarin? Critain atuh!


MA : Alhamdulillah semua berhasil sampe puncak bang. Yang menarik adalah ketika  salah satu temen yang  fisiknya oke, tapi saat nyampe puncak dia nembak (muntah). Itulah bang kenapa fisik memang harus disiapkan secara serius dan maksimal. Tahu kenapa dia muntah-muntah bang?

YO : Wkk.. balik nembak ya mang?
Bisa jadi dia muntah-muntah karena memang ritme perjalanan yang tidak sesuai dengan kemampuan dia saat itu. Maksudnya gini, saat kita melakukan aktifitas fisik tentunya butuh udara segar ( oksigen) nah mungkin waktu itu kemampuan paru-paru dia suah maksimal dalam memanage oksigen di ketinggian yang tidak sama dengan kondisi dibawah.

Mungkin juga karena ritme perjalanan yang terlalu dipaksakan atau terlalu cepat sehingga terjadi suplay oksigen yang kurang hingga bikin pening dan kemudian muntah mang. Salah satu ciri mountain sickness tuh. Biasa terjadi di gunung dengan ketinggian lebih dari 3000 mdpl.

MA : Oooh.. iya iya bisa jadi


YO : Bagaimana rasanya saat berdiri diatap Sumatra?

MA : Amazing. Hati berdebar, mungkin karena kecapean kali ya? Yang pasti sebagai manusia saya pribadi terpukau dengan suguhan keindahan dan keagungan karya sang kholik!

YO : Setelah turun dan pulang apa masih pengin lagi mendaki Kerinci?

MA : Yoyoy dong bang. Malah pengin mampir ke tetangga-tetangganya 😄 [ Ini mungkin maksudnya gunung 7, Marapi, Singgalang ]

YO : Ada saran buat teman-teman yang mau ke Kerinci?

MA :
Yang pasti siapin fisik deh. Jangan malas olahraga sampai fisik benar-benar prima. Pilih rekan pendakian yangbisa dipercaya. Jangan lupa persiapkan bekal yang cukup, jangan sampai kehabisan bekal yaaa..
😄

YO : Ssst.. berapa budget ( anggaran ) untuk ke Kerinci kemarin?

MA : Nah ini nih. Setidaknya ada 3 juta dah biar perjalanan aman. Kalau bisa dilebihin dikit jadi ada spare untuk beli oleh-oleh
😄😄😄

Jangan lupa waktu mau berangkat ke bandara jangan mepet. Hitung waktu perjalanan ke bandara + kemungkinan kena macet dijalan. Ingat. Pesawat gak akan mau menunggu kita yang terlambat. Kecuali kalau itu pesawatnya bang Jo hahaha. Jangan lupa mandi, karena disamping kita tentu banyak penumpang lain yang wangi-wangi, jangan usik aroma wangi dengan aroma kita yang turun gunung dan gak sempat mandi haha 
😄😄😄 👍🏻