05 September 2017

Waspada Terjadinya Kebakaran Hutan

Yes Outdoor : Saat  masuk puncak musim kemarau seperti sekarang ini, salah satu hal yang wajib diperhatikan dan diwaspadai adalah kebakaran lahan, baik itu hutan maupun gunung.

Kita semua tentu menyadari akan potensi kebakaran hutan tersebut, terlebih di gunung-gunung yang memiliki hutan kering.

Hutan-hutan ataupun semak belukar sewaktu-waktu bisa terbakar, baik oleh aktivitas alam ( secara alami karena efek temperatur panas akibat teriknya matahari ditambah tiupan angin yang kencang) ataupun oleh kesalahan / kecerobohan orang-orang yang beraktivitas di alam terbuka, bukan cuma pendaki tetapi semua orang yang memang beraktivitas di alam.


Jangan sesekali membakar lahan, karena percikan api yang tertiup angin akan bisa menjadi pemicu kebakaran.

Hindari untuk membuat api, jangan meninggalkan bara ketika kita beraktivitas dialam bebas, karena bisa jadi itu sebagai pemicu timbulnya api yang lebih besar.

Banyak lokasi gunung, khususnya di area Jawa Tengah yang rawan terbakar. Diantaranya adalah kawasan gunung Lawu, Merbabu, Sumbing, Sindoro dll.

Ada baiknya gunung-gunung yang  berhutan gundul, untuk segera dilakukan penutupan aktivitas pendakian untuk meminimalisir terjadinya kebakaran hutan, ataupun menghindari adanya pendaki yang terjebak api saat melakukan pendakian.

31 Juli 2017

Berkarya Dari Partner Sejati

Yes Outdoor : Sadar atau tidak, kita sebenarnya memiliki banyak peralatan yang bisa jadi sudah seperti partnet sejati setiap kali melakukan aktivitas outdoor.

Dari sekian banyak peralatan dan perlengkapan yang ada, kali ini saya kembali memilih sepatu boot sebagai obyek untuk berkreasi.

Sepatu Boot Kusam

Rupanya aktivitas outdoor memang kadang memberi kita kreativitas untuk berkarya. Salah satunya adalah poster. Yap, kali ini dalam tahap persiapan untuk cetak Poster Sepatu Tua yang selalu menemani langkah kaki ribuan kilometer, ribuan jam.

Sepatuku Memang Sudah Kusam, Butut dan Berdebu!
Tapi Jangan Pernah Sekalipun Kau Tanyakan Padanya, Sudah Berapa Kilometer Dia Tempuh, Sudah Berapa Ribu Jam Dia Berjalan.
Karena Dia Tak Kan Pernah Menjawabnya!

Gak ada salahnya kan untuk bisa memanfaatkan peralatan ataupun perlengkapan kita untuk menjadi suatu karya seni.

Masih banyak yang lain, yang bisa jadi penghias ruangan kamar atau rumah kita. Berkarya? Yuk.. yuk..

25 Juli 2017

Jangan Terulang Lagi Kasus Petik Edelweis!

Yes Outdoor :Belakangan ini kembali marak kasus tangan-tangan jahil dan tak bertanggung jawab dijagad pergunungan wkk.. dengan melakukan tindakan perusakan dalam bentuk memetik bunga edelweiss bahkan ada yang sampai mencabut keakar-akarnya.

Seolah sudah gak jalan lagi logika dan acuh atau mungkin gak kenal dengan Kode Etik Pecinta Alam sebagai salah satu nilai yang harus dijunjung tinggi oleh para pecinta alam termasuk pendaki gunung.

Apa yang ada difikiran mereka para pendaki dan mereka yang mengaku pecinta alam dengan melakukan ( memetik & mencabut ) edelweiss seperti orang kalap gak berfikir panjang?


Terkenal karena keindahannya dan tak mudah layu, edelweis menyandang julukan sebagai bunga abadi. Tapi apa yang terjadi adalah sesuatu yang sangat disayangkan karena julukan itu malah berakibat pada kelestariannya! Contoh kasus-kasus diatas adalah penyebabnya!

Makanya, jangan mau lagi dibodohi dengan modus yang bermodal bunga abadi. Lebih baik milih bunga deposito!

Kenapa? Karena mereka yang menggunakan edelweiss, secara langsung atau tidak telah melanggar undang-undang, merusak kelestarian alam dan gak sesuai dengan Kode Etik Pecinta Alam!


Tindakan memetik bunga Edelweiss bukan hanya merusak lingkungan dan melanggar kode etik Pencinta Alam, tapi juga melanggar hukum, yaitu  Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Pasal 21.



Jangan mau terlibat langsung atau tidak langsung dengan pelanggaran tersebut hanya karena menerima edelweiss sebagai "sebuah tanda!".



20 Juli 2017

Curhat Pak Komandan Seperjuangan

Yes Outdoor : Ada benarnya juga yang namanya mendaki gunung itu bisa menumbuhkan rasa kebersamaan dan kenangannya bisa dibilang tak mudah lekang oleh waktu.

Salah satunya belum lama ini diungkapkan salah seorang rekan seperjuangan yang sudah sangat lama tidak mendaki bareng. Terakhir ingat saat ke gunung Slamet, entah tahun berapa ya? Pokoknya udah jadi kisah klasih :)

Ketika jarak dan waktu memisahkan, lewat komunikasi digital masih juga terbersit keinginan untuk kembali meniti jalur pendakian bersama. wihh... romantis kesannya :)

Sayangnya tidak semudah saat dulu, mau mendaki tinggal tentukan tujuan dan waktu. Karena kesibukan masing-masing hal itu menjadi sangat susah!

Terakhir ketemu dengannya yang sudah jadi  "pak Komandan" saat saya turun dari pendakian Merapi - Merbabu. Yang tahu aku turun via Selo, pak komandan menyempatkan diri untuk sekedar bertemu di basecamp. Menempuh perjalanan sendiri dari Magelang ke Selo dilakukan untuk bisa berbagi cerita.

Gak harus lama, tapi kami bisa memanfaatkan pertemuan tersebut menjadi sesuatu yang berharga.

Kaget juga sih, ada tamu "istimewa" hadir menjemput dan menanyakan apakah ada nama saya yang turun siang itu? Wkkk..


Ya memang begitulah kita, termasuk kamu yang baca tulisan ini mungkin juga pernah atau sedang merasakan atau ingin mengajak kawan lama yang pernah keluar masuk hutan, naik turun gunung, menyusuri lembah, mengskplore lorong-lorong gua ataupun mengarungi derasnya arus sungai bareng, untuk kembali melakukannya bersama. Apalagi jika kejadiannya sudah lama. Tentu akan terasa seru!

Sayangnya, hingga saat ini belum ada waktu yang pas buat kami mendaki gunung lagi. Meskipun saya termasuk masih sering mendaki, tapi tetap aja ada batasan waktu dan tanggung jawab yang belum mengijinkan.

Nah... Ketika sore itu dia mengirimkan sebuah foto lagi dengan caption "Latihan di Kaki Gunung Sumbing" Yang memang kebetulan pak komandan :) sedang mengasuh anak buahnya disana.

Seolah ada rasa yang kuat untuk bisa mendaki bareng sambil meneriakkan "Salam Rimba!" "Salam Lestari!"

07 Juni 2017

Tips Mendaki Saat Berpuasa

Yes Outdoor : Mendaki gunung memang menjadi sebuah aktivitas yang unik, dalam arti kita yang gemar dengan pendakian kadang tidak ada alasan untuk libur dan ketika hasrat untuk mendaki datang, meskipun di bulan puasa sekalipun kita seolah-olah harus melakukan pendakian tersebut. Alamaak.. hehe..

Paling tidak hal itu berlaku untuk saya pribadi,  tapi dulu ya :) sekarang udah lebih jinak haha.. Tulisan ini mungkin berhubungan dengan bulan ramadhan tahun ini, jadinya ya kita bahas, siapa tahu ada yang lagi merasakan pengin naik gunung di bulan ramadhan hehe..

Naik gunung bukanlah menaklukkan alam, tetapi menaklukkan diri sendiri

Sah-sah aja mendaki di bulan ramadhan, tapi sebagai seorang muslim harus memperhatikan berbagai aspek, agar kita tetap bisa menjalankan ibadah puasa. Berikut ini beberapa yang bisa jadi pertimbangan :

1. Fisik dan mental yang prima
Sudah bukan rahasia lagi kalau fisik dan mental memiliki peran vital saat kita melakukan pendakian. Jika salah satunya tidak prima lebih baik urungkan niat untuk mendaki.
Gunung Andong

2. Perlengkapan,  Peralatan dan Perbekalan
Jika fisik dan mental kita siap, selanjutnya kita wajib membawa serta perlengkapan dan peralatan sesuai standar. Jangan lupa packing dengan benar.

3. Tentukan Gunung Yang Akan Didaki
Dalam menentukan pilihan gunung yang mau didaki, sebaiknya kita memilih gunung dengan kriteria :

  • Track bersahabat, tidak terlalu banyak tanjakan
  • Waktu pendakian yang tidak terlalu lama
  • Memiliki pemandangan yang indah
Pilihlah misalnya adalah gunung Prau, Papandayan, gunung Andong, Ungaran dll.

4. Menentukan Waktu Pendakian
Kita harus bisa memilih waktu pendakian terbaik. Pendakian siang atau malam. Pilihlah waktu pendakian yang tidak mengganggu puasa kita. Biasanya saat selepas maghrib hingga menjelang subuh.

Diluar itu, sebaiknya kita beristirahat dengan hanya melakukan aktivitas ringan. Ada baiknya kita manfaatkan waktu istirahat tersebut untuk kegiatan yang ada hubungannya dengan ibadah, dan mendekatkan diri dengan Allah SWT sang pemilik alam.

5. Mendaki Bersama Teman
Usahakan untuk tidak mendaki sendiri, apalagi di bulan puasa. Kita akan membutuhkan teman untuk saling berbagi dan mengisi waktu selama pendakian. Lakuakn pendakian dengan minimal 3 orang, yang sama-sama berpuasa dan bisa saling menyemangati.

6. Nikmati perjalanan
Salah satu cara untuk sukses dalam pendakian adalah dengan menikmati perjalanan tersebut. Gak perlu kita memaksakan untuk cepat sampai yang ujung-ujungnya hanya menguras fisik.

Nikmatilah perjalanan sambil men-syukuri anugerah sang pencipta atas pemandangan alam yang indah ini.

Pastikan kita mendaki gunung dengan selalu memperhatikan faktor safety, sehingga perjalanan kita tetap aman dan nyaman.

17 Mei 2017

Mau Mendaki Gede - Pangrango? Cek Jadwalnya

Yes Outdoor : Banyak orang ingin mendaki gunung Gede - Pangrango yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede - Pangrango dengan berbagai alasan.

Salah satunya adalah keindahan alam yang terjaga, cenderung lebih dekat, khususnya untuk yang ada di seputar Jabodetabek, Jabar dan Serang. Tapi banyak juga mereka ingin mendaki kesana dengan alasan lainnya.

Bahkan teman-teman yang lokasinya jauh juga banyak yang ingin kesana, meskipun dikenal ketat dalam perijinan pendakiannya.


Kita tidak bisa setiap saat mendaki ke gunung Gede - Pangrango, karena memang ada suatu sistem berjalan tentang buka / tutup pendakiannya.

Seperti Apa Jadwalnya ?

1. Tutup 31 Januari,Pebruari dan Maret
2. Buka 1 April sampai Bulan Juli
3. Tutup 1 Agustus ( 1 Bulan )
4. Buka 1 September sampai 31 Desember 

Nah kurang lebih seperti itu sistem buka / tutup pendakian di Gede - Pangrango. Jadi kalau mau mendaki kesana, ikuti aja sistem yang berjalan.

Sebisa mungkin jangan melakukan kegiatan pendakian diluar waktu pendakian resmi, apalagi main tikus-tikusan cari jalan tikus.

28 April 2017

Baksos Bersama LJSK - Penggiat Alam Bebas Berbagi Senyuman

Yes Outdoor : Penggiat aktivitas outdoor memang tidak selalu harus aktif dalam kegiatan petualangan outdoor. Sebenarnya para penggiat aktivitas outdoor juga dikenal sebagai pribadi yang memiliki jiwa sosial tinggi.

Salah satu contohnya adalah mereka yang tergabung dalam LJSK, tak hanya aktif dalam kegiatan dan petualangan outdoor, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan hidup di masyarakat.

Sudah cukup banyak kegiatan mereka, yang terbaru dan akan dieksekusi  adalah bakti sosial dalam pengecetan Taman Kanak-kanak.

Baksos Bersama LJSK - Penggiat Alam Bebas Berbagi Senyuman

Mungkin ada yang mau berpartisipasi dalam kegiatan yang akan mengambil tema PENGGIAT ALAM BEBAS BERBAGI SENYUMAN ?

Berikut ini berita dari mereka :

Untuk yang mau berpartisipasi ikut BAKSOS bersama ditunggu kehadirannya.


Don't Miss It...!!!

# salambaksos

Assalammu'alaikum Wr. Wb

Salam Teman-teman. Kami (Keluarga LJSK) mengajak teman-teman semua untuk ikut berperan serta dalam acara Bakti Sosial.

Tema Kegiatan :

PENGGIAT ALAM BEBAS BERBAGI SENYUMAN


Waktu Pelaksanaan : Jum'at - Sabtu, 05-07 Mei 2017.

Lokasi :  TK RA AL-FALAH

Alamat :

Kp.Pasanggrahan, Rt 03/01, Manggung Jaya, Rajapolah - Tasikmalaya


Schedule Pelaksanaan Kegiatan :


Jum'at, 05 Mei 2017

*15.30 - 16.00 MePo (SEKRE CADAS)

* 16.00 - 16.30 berangkat menuju lokasi (Sambutan dan Persiapan BAKSOS)

Sabtu - Minggu, 06 - 07 Mei 2017

* Pelaksanaan BAKSOS (Pengecatan/­Melukis)

Kami juga membuka tangan seluas-luasnya bagi teman-teman yang ingin berpartisipasi secara langsung  ataupun tidak langsung.

Jika ingin menyumbang barang berupa Cat atau dapat langsung diberikan saat hari H dan diminta untuk konfirmasi nya terlebih dahulu.

Untuk informasi dan  konfirmasi  dapat menghubungi team LJSK dibawah ini :

* Alan Jungle : 087826254097

* Putra Galunggung : 082321017400

* N-cHo Supriadie : 082319623355

* Hidir Angga Perbata : 082315722388

* Unay Gobang Gocir : 081323810319

* Badai Kelana : 085797954496

* Agung Suragung : 083827223411

* Desur : 082285761890

* HUH Angox : 083817138797

Jika ada hal yang perlu di tanyakan, silahkan menguhubungi di nomor yang disebutkan.

Wassalammu'alaikum Wr. Wb
.

26 April 2017

Arung Jeram DI Ciamis Yuk

Yes Outdoor : Salah satu olahraga outdoor yang banyak digemari orang karena sensasi yang diperoleh serta bisa membuat fikiran dan tubuh menjadi segar kembali setelah jenuh dengan berbagai aktivitas rutin adalah arung jeram.

Yap.. arung jeram selain olahraga, juga ( bisa jadi ) merupakan aktivitas wisata air yang memang bisa membuat kita kembali relax dan bahkan bersemangat. Banyak tempat yang bisa dipilih untuk melakukan olahraga yang satu ini.

Tapi jika itu di Ciamis, sepertinya belum banyak orang yang tahu. Untuk itu, sekalian mandi, mari kita nikmati jeram menggunakan perahu karet dengan orang-orang tercinta, karena pada 1 Mei nanti ada kesempatan emas nih untuk melakukannya.

Arung Jeram di Ciamis

Penasaran dan ingin tahu lebih detil tentang arung jeram ini? Dapatkan informasinya di

BBM : 540BF79A
WA : 0838.2020.9696
IG : giw.megiw

Atau bisa juga langsung menuju ke skretariatnya di Jl. Tentara Pelajar No. 46 Ciamis.

21 Maret 2017

Open Trip Pendakian Ke Puncak Gunung Galunggung

Yes Outdoor : Adakah yang pernah ke Galunggung? Pernahkan mendaki ke puncaknya? Mungkin banyak yang sudah pernah ke Galunggung, tapi sekedar menikmati danau kawahnya saja, karena jalur pendakian untuk sampai ke puncak gunung Galunggung memang tidak terlalu familiar. Khususnya untuk orang-orang diluar Tasikmalaya dan Garut.

Nah jika kalian ada yang penasaran ingin bisa mencapai puncak gunung Galunggung, Yes Outdoor kasih bocoran nih.

Kebetulan teman-teman kita yang dimotori oleh Kang Agus N'cho, Baihaqi dan Jahe akan mengadakan open trip ke puncak gunung Galunggung.


Catat tanggalnya, 1 - 2 April 2017  yang bertepatan dengan hari Sabtu dan Minggu, dalam event Ngaprak Ngarayap Naek Ka Puncak Gunung Galunggung.



Jika kita mengikuti event dengan kuota terbatas ini, maka akan dibawa untuk menikmati keindahan :

  • Puncak Beuti Canar ( puncak gunung Galunggung )
  • Kawah Sa'at
  • Talaga Bodas
  • Curug Hanoman
Dengan kuota terbatas untuk 15 orang dan biaya registrasi sebesar Rp.150.000 tentunya amat sayang jika dilewatkan begitu saja. Asli deh :) Karena kita akan mendapatkan fasilitas :

  • Transport (Antar "Cisayong" - Jemput "Rajapolah")
  • Kaos
  • Stiker
  • Guide (BAYAWAK DARAT & TEAM)
Meet Point : SEKRE CADAS , Jl.Leuwidahu (Pintu Rel KA) Indihiang - Tasikmalaya.

Jika berniat dan mendaftarkan diri pada event ini, agar jangan lupa pada hari Jum'at Malam Tanggal 31 MARET 2017, Pukul 20.00 WIB sudah siap untuk berangkat & kumpul di Sekre Cadas.

Info selengkapnya bisa diperoleh dari :

  • N-cHo : 082319623355 / D7E48415
  • Baihaqi : 085797954496 / 5814C361
  • Jahe : 0895326091622 / D637588F



03 Maret 2017

Kursus Singkat Rapperling Smart


Yes Outdoor :Masih ada kesempatan nih untuk ngikutin kursus singkat rappeling.

Kegiatan yang mengambil tema Kursus Singkat Rappeling Smart ini akan mengambil lokasi di kawasan hutan Talaga Bodas, Garut.

Kegiatan ini adalah salah satu dasar bagi yang akan mengikuti LJSK Season III - Vertical Rescue FULL.

Yuk simak detil infonya


KURSUS SINGKAT “RAPPELING SMART” 2017

Diselenggarakan untuk modal dasar pengetahuan rekan-rekan sebelum memasuki gelaran L.J.S.K Season III VERTICAL RESCUE FULL, kami mohon partisipasinya dalam acara ini.

MATERI  
1. Pengenalan Alat Rappeling dan
Fungsinya,
2. Tali-Temali,
3. Management Anchoring,
4. Praktek Rappeling

PESERTA :

Pendaftaran dibuka secara umum
(pendaki pemula, freeland, sispala, kpa,
dan penggiat alam bebas lainnya)

Kuota maksimal 100 orang

PERSYARATAN PESERTA :
1. Berusia min. 18 Tahun,
2. Sehat Jasmani dan Rohani,
3. Memenuhi Standart Operasional
Procedure (S.O.P) alat Camping,u
membawa alat camping sendiri, dan alat
tulis,
4. Melengkapi Administrasi,
a. Mengisi dan Memberikan kembali
formulir pendaftaran kepada panitia
b. Melunasi administrasi pendaftaran
(IDR Rp. 65.000,-/orang)
Rek. BCA 0540719136 a/n RAHMI
RAHMANI
5. Photo Copy kartu identitas (KTP, SIM,
atau Kartu Pelajar) sebanyak 1 Lembar.

WAKTU DAN LOKASI KEGIATAN :
Hari Sabtu – Minggu, 25 – 26 Maret 2017
Pukul 08.00 WIB s/d selesai, di kawasan Hutan Talaga Bodas
Kabupaten Garut.

PENDAFTARAN :
1. BaseCamp CADAS, Jl. Leuwidahu pintu
Rel Kota Tasikmalaya, CP: Alan Jungle
(087826254097)
2. NARAYANAOUTDOOR RENT, Jl.
Mangunreja (Samping Polres) Kab.
Tasikmalaya,
CP: Desur (082285761890)
3. Basecamp OI GALUNGGUNG, Jl.
Sindangwakap Kec. Sukaratu
Kab.Tasikmalaya,
CP: Ari Galunggung (085322114041)

TECHNICAL MEETING :
BaseCamp CADAS, Jl. Leuwidahu pintu
Rel Kota Tasikmalaya
Sabtu, 25 Maret 2017 pukul 15.00 WIB.

FASILITAS :

1. Stiker Kegiatan
2. Sertifikat Kegiatan
3. Tali Perusik

BATAS AKHIR PENDAFTARAN :
Hari/Tanggal : Jumat, 24 Maret 2017
Waktu : 17.00 wib

CONTACT PERSON :
Alan Jungle (087 826 254 097)
Putra Galunggung (WA 082 321 017 400/
Pin d451ab1a)
Desur (082 285 761 890)
Ncho (WA 082 319 623 355)
Agung (083 827 223 411)

23 Februari 2017

Pendakian Ke Gunung Merapi Akan Dibuka Jalur Baru

Yes Outdoor : Menarik sekali rasanya ketika ada informasi pembukaan jalur baru untuk bisa mendaki ke suatu gunung. Gak peduli udah berapa kali kita mendaki gunung tersebut.

Yang jelas dengan adanya jalur pendakian baru akan ada keuntungan juga, yang salah satunya adalah populasi pendaki yang terpusat pada satu jalur jika gak ada jalur alternatif lainnya.

Kebetulan nih, dari info yang ada, di gunung Merapi akan dibuka jalur baru pada Mei tahun ini. Jalur baru tersebut nantinya akan melewati Sapuangin di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Nah untuk yang suka perjalanan panjang, bisa coba deh jalur ini. Kenapa? Karena jarak tempuh yang lumayan lama. Sekitar 9 - 14 jam melewati 4 Pos pendakian yaitu yaitu posko 1, posko 2 untuk area camping, posko 3 di Watu Bolong, dan posko 4 di Pasar Bubrah.

Jalur Sapuangin

Jadi selain bisa melalui jalur Selo di Boyolali, tahun ini kita juga akan bisa mendaki merapi melalui jalur Sapuangin tersebut. Jelas ini akan bisa membuat konsentrasi pendaki terbagi tidak hanya pada satu jalur ( Selo ) saja untuk naik dan turun seperti saat ini, pasca erupsi 2010 yang menutup jalur-jalur pendakian lainnya, seperti jalur pendakian via Kinahrejo.

Gak Cuma Jalur Sapuangin 

Nah, konon kabarnya jalur yang akan dibuka juga tidak cuma jalur Sapuangin, tetapi juga akan menyusul jalur  desa Lendong yang ada di kecamatan Cepogo, masih di Boyolali. Tahu Cepogo kan? :) Itu tuh, jalur yang akan ke Selo jika mendaki Merapi atau Merbabu :)

Jalur Lendong ini nantinya akan difungsikan sebagai jalur rescue.

Back To Sapuangin

Jika akan memilih jalur sapu angin, satu hal yang harus diperhatikan adalah perlengkapan, peralatan dan perbekalan yang sesuai SOP pendakian. Hal ini karena jarak tempuh yang panjang.

Sebagai obatnya, melalui jalur ini kita akan bisa menikmati pemandangan yang indah, track yang lebih bersahabat dan pemandangan kota Yogyakarta pada malam hari serta puncak Merapi yang akan sering terlihat selama pendakian.

Penasaran? Iya deh :)

27 Januari 2017

Mau Dikemanakan Mapala Setelah Kasus UII?

Yes Outdoor :Beberapa hari kebelakang kita dikejutkan dengan sebuah musibah besar yang muncul setelah kegiatan Mapala UII dalam Diksar Great Camping (GC) ke-37 pada 13-20 Januari 2017 di kawasan gunung Lawu memakan korban jiwa dan yang dirawat di rumah sakit.

Ini tentunya ada yang menyimpang dan tidak seharusnya terjadi. Tapi ibarat nasi sudah menjadi bubur, penyesalan tinggal penyesalan dengan bermacam nada getir dan mencibir dari berbagai pihak.

Bukan hanya kepada mapala sebagai organisasi, tatapi kampus, dalam hal ini UII sebagai sebuah lembaga pendidikan. Meskipun rektornya menyatakan mundur tetapi kasusnya tidak berhenti disini.

Tindak kekerasan dalam kegiatan mapala bukan lagi jamannya. Senioritas bukan berarti kebebasan berekspresi & mengeksploitasi junior untuk sekedar kepuasan atau standar yang tidak terukur.


Bukan kekerasan yang harus dikedepankan tetapi kedisiplinan mungkin akan lebih baik. Disiplin yang ditopang dengan semangat dan mental pantang menyerah.

Bagaimana bisa membentuk itu? Ah, tiap organisasi tentu punya caranya sendiri. Tapi kembali menyikapi kasus yang menimpa adik-adik kita di mapala UII, kira-kira akan dibawa kemanakah mapala kita nantinya?

Untuk UII sendiri sudah jelas-jelas membekukan kegiatan mapala termasuk kelembagaannya di kampus. Apa itu sebagai jalan keluar yang bijak?

Hmm.. saat kita sering mengumandangkan kegiatan kepecinta-alaman, tentu pilihan pembekuan bukan hal tepat ( meskipun telah diputuskan sampai waktu yang belum ditentukan ).

Sebagai seorang individu, bisa saja para mahasiswa yang punya minat pada kegiatan kepecinta-alaman dan aktivitas outdoor bergabung dengn sebuah club, komunitas ataupun perkumpulan yang sejenis.

Tapi tentunya sebagai seorang mahasiswa mereka akan ada yang merasa kurang dengan ketidak-hadiran mapala di kampus tempat mereka menimba ilmu.

Tapi kembali lagi ke kasus diatas. Akan dikemanakan mapala kita pada umumnya dan mapala UII secara khusus setelah kasus yang menciderai dan mencoreng nama mapala sebagai suatu lembaga?