Fungsi dan Manfaat Lumut Saat Beraktifitas Dialam Bebas

Yes Outdoor : Saat kita ada di alam bebas, wajib hukumnya bagi kita untuk bisa bertahan hidup ( survival ) dengan memanfaatkan berbagai macam tumbuhan ataupun hewan yang ada disana.

Banyak jenis hewan atau binatang yang bisa kita manfaatkan untuk bertahan hidup sebagai sumber energi. Begitu juga dengan jenis dari tumbuhan, salah satunya adalah lumut.

Ternyata lumut bisa kita manfaatkan untuk banyak hal, diantaranya adalah sebagai :

Lumut


1. Sebagai Sumber Air

Haus?? Cadangan air habis?? Kondisi darurat ?? Kumpulkan lumut (mosses) yang masih basah dan peras di atas bahan kain yang bersih sebagai saringan. Kumpulkan airnya di wadah untuk diminum

2. Penunjuk Arah Mata Angin ( Barat )
Coba perhatikan ketika kita berada di tengah hutan, Lumut akan selalu tumbuh ke arah Barat. Mari saya jelaskan - Tumbuhan selalu memerlukan matahari untuk berfotosintesis dan tetap hidup, maka dari itu pepohonan dengan daun yang lebat mengarah ke hadapan datangnya matahari terbit (Timur).

Sedangkan Lumut, membutuhkan kelembaban untuk tumbuh, so that's why.. lumut selalu mencari area yang tidak terkena matahari secara langsung. Ia akan menunjukkan arah Barat dimana matahari selalu lebih rendah ketika akan tenggelam

3. Penunjuk Sumber Air
Lumut hidup dengan menyerap air tidak dari tanah secara langsung, tetapi dari permukaan yang basah. Ini karena lumut merupakan tumbuhan sederhana dari semua species tumbuhan.

Semakin banyak dan rapatnya vegetasi lumut diatas tanah dan bebatuan, maka semakin dekat juga sumber air.

4. Pengganti Kapas Untuk Pembalutan Luka

Daya serap lumut yang tinggi dapat difungsikan sebagai "spon" atau "kapas", ketika kita mendapatkan luka sobek dapat dibalut dengan menggunakan lumut kering dibalut dengan kain, bahkan beberapa jenis Lumut memiliki zat antiseptik dan berdasar penelitian, ekstrak lumut dapat digunakan sebagai pengobatan beberapa penyakit (mis : Hepatitis)

5. Sebagai Bahan Serap Untuk Pembalut (Menstruasi)

Lagi datang haid ketika asik asiknya di puncak gunung?? Lupa ga bawa pembalut?? Cari lumut kering, bungkus di slayer / kain bersih. Gunakan sebagai pembalut emergency, ketika mulai penuh.

Buang lumut dan bersihkan kain pembungkusnya, keringkan, ganti. Dengan begini, kita juga mengurangi sampah dari kertas (woven) pembalut yang kita pakai.

6. Sebagai Tissue ( Antiseptic )

Daripada pake tisu basah, mending gunakan lumut sebagai penggantinya.  Lumut Basah dahulu untuk membersihkan kotoran, disusul dengan lumut kering untuk membersihkan sisa.

Bonus tambahan : Kandungan di dalam lumut juga dapat menyembunyikan bau poop / feses.

Caranya : Gali Lubang. Bersihkan dengan lumut. Buang lumut ke dalam lubang. Timbun. [diteruskan dari catatan Ika A.W]

7. Sebagai Element Water Filter

Lumut juga dapat di fungsikan sebagai salah satu elemen water filter alami berdampingan dengan arang api aktif.

8. Sebagai Tinder
Lumut kering bisa juga di manfaatkan sebagai tinder saat proses fire crafting.

Share dengan sesama penggiat alam bebas. Semoga bermanfaat, jabat salam topi rimba!  — bersama Afifah Minoz.  Dibagikan dari halaman Bushcraft Indonesia.

Ngobrol Pendakian Kerinci Bersama Mang Aris

Yes Outdoor : Malem Minggu sebelum puasa kemarin ceritanya kedatangan tamu dari Cipinang dan Purwakarta nih, Mang Aris dan Pa Camat. Lama gak ketemu sehingga waktu habis digunakan untuk ngobrol, tukar fikiran dan open mind seputar pergunungan.

Kebetulan Mang Aris yang baru saja menyelesaikan pendakian ke Kerinci, seperti kang Dedy segera membuka day pack imutnya dan mengeluarkan dua bungkusan istimewa berisi teh Kayu Aro dan Kopi Yos.

Sunrise di puncak Kerinci
Bang ini ada oleh-oleh dari Kerinci. Begitu ucapnya singkat. Akhirnya segera dilakukan prosesi serah terima oleh-oleh disaksikan oleh Pa Camat.

Obrolan berlanjut, tapi Pak Camat karena terlalu capai setelah menempuh perjalanan jauh, dan kebetulan ada cukup banyak aktifitas siang hari sebelum berangkat akhirnya tepar

Jadilah kita berdua ngobrol. [MA : Mang Aris, YO : Yes Outdoor ]

YO : Mang Aris kaan baru naik Kerinci, bagi-bagi cerita atuh euy. Gimana awal mula memutuskan untuk naik ke Kerinci

MA :
Rencana sebenarnya sudah ada sekitar setahun lalu pengin kesana tapi masih terkendala partner pendakian. Mau ngajak Kang Jo tapi ada dede Athaya yang masih junior, jadinya ya tertahan deh.

Nah kebetulan waktu saya dalam perjalanan mudik, mampir ke rumah temen di sekitar Cikarang ternyata dia sedang resah juga pengin mendaki Kerinci. 


Sontak aja kita sepakat untuk bersama kesana. Pada akhirnya ada beberapa orang temen yang bergabung dengan kami. Malam itu kita langsung aja beli tiket berangkat - pulang Jakarta - Padang - Jakarta.


YO :  Persiapan apa yang dilakukan demi suksesnya pendakian gunung Kerinci


MA : Yang utama mungkin persiapan fisik ya? Selain itu peralatan juga wajib sesuai dengan s.o.p pendakian gunung, baik itu peralatan pribadi maupun kelompok.

Kebetulan saya kebagian enaknya tuh bang, karena untuk peralatan kelompok, temen-temenlah yang menyiapkan. Chiuuy..
πŸ˜„πŸ˜„

Bersama teman-teman HAT di puncak Kerinci
YO : Emang siapa saja yang ikut pendakian kemarin mang?

MA : Dalam pendakian kemarin, saya mendaki bersama-sama anak-anak  dari Astra Honda Motor yang suka kegiatan outdoor termasuk naik gunung. hmm.. apa ya? HAT alias Honda Adventure Team kalau gak salah. Kalau aku kan anak emas πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

YO : Berangkat ke Padang naik Pesawat ya? Harusnya tuh naik motor mang, kan pendakian bersama anak Astra Honda Motor πŸ˜„πŸ˜„ Critain dong kesan naik pesawatnya. Kan beda sama naik motor?

MA :
Haha.. aduh kalau naik motor bisa-bisa bulukan bang. Baju dan celana pada bolong kena panas dan hujan. Terus kalau naik motor sampai basecamp Kerinci mungkin gak jadi naik, tapi cari tukang urut buat ngelempengin otat dan urat haha. 


Ssst.. buat saya naik pesawat kali ini mungkin adalah untuk yang kesekian kalinya, tapi temen-temen mungkin yang pertama. Makanya pas take off dan landing kelihatan tuh muka-muka tegang mereka haha.

Apalagi pas landing mereka sampai panik, teriak, istighfar πŸ˜„πŸ˜„ bagus juga sih buat hiburan dan ngilangin ketegangan. haha

Oh ya, kemarin dari Padang ke Basecamp kita nyarter mobil, karena memang sebelumnya kita udah ada janji.


YO : Ada persiapan menjelang pendakian? Kalau ada apa aja tuh?

MA : Seperti pendakian-pendakian gunung lainnya. Kita check dan recheck semua peralatan kelompok dan pribadi, termasuk logistik.

Sebelum memulai pendakian kita juga melakukan pemanasan dan tentunya berdoa supaya pendakian berjalan lancar sesuai yang kita cita-citakan.

YO : Kasih info dong estimasi perjalanan  dari pintu rimba ke shelter 3 dan ke puncaknya saat pendakian kemarin

MA :
Begini kang, dari catatan dan ingatan saya, perjalanan dari pintu rimba ke shelter 3 kurang lebih 5 jam perjalanan. Kemudian perjalanan dari shelter 3 ke puncak ditempuh kurang lebih dua  (2,5) jam.

Kecepatan waktu pendakian tentunya tergantung kekuatan fisik ya bang, jadi gak bisa disamakan, tapi mungkin bisa dijadikan acuan perjalanan jika ingin mendaki Kerinci.


YO :  Terus waktu turunnya berapa jam tuh?


MA : Lama waktu untuk perjalanan turun kami dari puncak ke shelter 3 kurang lebih satu  setengah (1,5) jam, dan dari shelter 3 ke basecamp sekitar 4 jam.

YO : Apa perbedaan yang mencolok jika dibanding medan pendakian gunung-gunung di pulau Jawa?

MA : Mungkin gak terlalu beda ya bang. Semuanya sama-sama nguras tenaga tapi ngangenin πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„ Artinya gak bisa disamakan untuk semua gunung karena kan punya ciri dan karakter yang berbeda. Pokoknya siapkan fisik yang prima kalau mau mendaki!

Gunung yang agak mirip dengan Kerinci mungkin gunung Slamet ya bang. Lewat Baturaden. Tapi sebagian track gunung Slamet emang ada kemiripan. Saya mau bilang Raung via Bondowoso tapi kan belum kesana yang lewat Bondowoso kalau jalur Kalibaru sudah 
πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„ [Sst.. Mang Aris sambil nyelam minum air rupanya. Doi balik interviews kita tentang jalur Raung via Bondowoso ( Sumber Wringin )]

YO : Semua berhasil muncak ya mang? Apa ada kisah yang paling berat saat melakukan pendakian kemarin? Critain atuh!


MA : Alhamdulillah semua berhasil sampe puncak bang. Yang menarik adalah ketika  salah satu temen yang  fisiknya oke, tapi saat nyampe puncak dia nembak (muntah). Itulah bang kenapa fisik memang harus disiapkan secara serius dan maksimal. Tahu kenapa dia muntah-muntah bang?

YO : Wkk.. balik nembak ya mang?
Bisa jadi dia muntah-muntah karena memang ritme perjalanan yang tidak sesuai dengan kemampuan dia saat itu. Maksudnya gini, saat kita melakukan aktifitas fisik tentunya butuh udara segar ( oksigen) nah mungkin waktu itu kemampuan paru-paru dia suah maksimal dalam memanage oksigen di ketinggian yang tidak sama dengan kondisi dibawah.

Mungkin juga karena ritme perjalanan yang terlalu dipaksakan atau terlalu cepat sehingga terjadi suplay oksigen yang kurang hingga bikin pening dan kemudian muntah mang. Salah satu ciri mountain sickness tuh. Biasa terjadi di gunung dengan ketinggian lebih dari 3000 mdpl.

MA : Oooh.. iya iya bisa jadi


YO : Bagaimana rasanya saat berdiri diatap Sumatra?

MA : Amazing. Hati berdebar, mungkin karena kecapean kali ya? Yang pasti sebagai manusia saya pribadi terpukau dengan suguhan keindahan dan keagungan karya sang kholik!

YO : Setelah turun dan pulang apa masih pengin lagi mendaki Kerinci?

MA : Yoyoy dong bang. Malah pengin mampir ke tetangga-tetangganya πŸ˜„ [ Ini mungkin maksudnya gunung 7, Marapi, Singgalang ]

YO : Ada saran buat teman-teman yang mau ke Kerinci?

MA :
Yang pasti siapin fisik deh. Jangan malas olahraga sampai fisik benar-benar prima. Pilih rekan pendakian yangbisa dipercaya. Jangan lupa persiapkan bekal yang cukup, jangan sampai kehabisan bekal yaaa..
πŸ˜„

YO : Ssst.. berapa budget ( anggaran ) untuk ke Kerinci kemarin?

MA : Nah ini nih. Setidaknya ada 3 juta dah biar perjalanan aman. Kalau bisa dilebihin dikit jadi ada spare untuk beli oleh-oleh
πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Jangan lupa waktu mau berangkat ke bandara jangan mepet. Hitung waktu perjalanan ke bandara + kemungkinan kena macet dijalan. Ingat. Pesawat gak akan mau menunggu kita yang terlambat. Kecuali kalau itu pesawatnya bang Jo hahaha. Jangan lupa mandi, karena disamping kita tentu banyak penumpang lain yang wangi-wangi, jangan usik aroma wangi dengan aroma kita yang turun gunung dan gak sempat mandi haha 
πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„ πŸ‘πŸ»

Belajar Dari Tragedi Bawakaraeng. Persiapkan Pendakian Semaksimal Mungkin


Yes Outdoor : Belum lama ini kita dikejutkan dengan tragedi pendaki mengalami hipotermia di Pos 8 Bawakaraeng yang menimpa 3 orang pendaki perempuan malang akibat ditinggalkan rekan pendakian mereka menuju puncak.

Saat itu konon jumlah rekan pendakian tersebut berjuamlah besar, yaitu 22 orang, tapi rekan laki-laki meninggalkan mereka karena ingin mencapai puncak.



Memang terkadang banyaknya rekan pendakian tidak menjadi jaminan semua sampai puncak, atau semua bisa naik dan turun dengan selamat.

Yang pasti dengan makin banyaknya peserta pendakian, berarti membutuhkan management yang harus lebih baik lagi untuk mengelola pendakian tersebut.

Terkait adanya kejadian seperti di Bawakaraeng tersebut hal itu adalah sebuah pelajaran besar untuk kita yang mencintai kegiatan outdoor, khususnya untuk yang bertanggung jawab dalam management pendakian dengan kelompok besar. Semoga tidak terulang kejadian serupa dimasa yang akan datang.


Terkait jumlah pendaki yang ikut dalam suatu pendakian sebenarnya pernah kita ulas di blog ini, tepatnya di artikel Ketika Orang Tua Dihadapkan 2 Pilihan Anaknya Untuk Naik Gunung.


Pendakian gunung merupakan suatu kegiatan yang bukan sekedar having fun, tapi perlu persiapan fisik dan mental, pengetahuan dan management yang baik.

Jangan terjebak oleh keinginan mendaki tanpa dibekali dengan fisik, mental, pengetahuan tentang pendakian dan management yang baik. Memilih rekan pendakian juga punya andil besar untuk kesuksesan pendakian kita. Belajar Dari Tragedi Bawakaraeng. Persiapkan Pendakian Semaksimal Mungkin


Penyebab Letusan Freatik Gunung Merapi

Yes Outdoor : Pagi tadi sekitar pukul 07:50 gunung Merapi terjadi letusan Freatik yang mengakibatkan gempa dan juga kepulan awan panas dari kawahnya, meskipun sebelumnya tidak ada tanda-tanda bakal terjadi letusan.

Menurut kepala BPPTKG Hanik Humaida letusan dipicu oleh tekanan dari akumulasi gas dan uap air. Akumulasi tekanan itu kemudian mendorong material vulkanis sisa erupsi 2010.



"Uap air dan gas terakumulasi kemudian mendobrak sisa material ( erupsi 2010 ) yang ada di dalam Gunung Merapi.

Asap berwarna putih karena yang diembuskan berupa uap air dan abu. Abu itu karena adanya material-material lama yang terdorong adanya gas dari dalam".

"Berbeda dengan letusan magmatik pada 2010 yang dipicu aktivitas magma dari perut Merapi, menurut dia, letusan freatik hampir tidak bisa diprediksikan sebelumnya dengan berbagai peralatan kegunungapian yang dimiliki BPPTKG saat ini. Hal itu, menurut dia, karena sangat singkatnya gejala awal (prekursor) dengan letusan yang ada sehingga tidak bisa terdeteksi.

Mudah-mudahan dengan teknologi ke depan kita bisa membangun teori-teori yang membuat kami bisa memprediksi (letusan freatik)".

Merapi Meletus, Ratusan Pendaki Ada Di Area Pendakian

Yes Outdoor : Pagi-pagi handphone bergetar, berbunyi lebih sering pada pagi ini. Awalnya saya kurang fokus pada bunyi-bunyial tersebut, karena sedang asyik menjalani rutinitas pagi.

Saat semua telah selesai, saya coba untuk membuka handphone yang dari jam 02:10 dinihari tadi tergeletak di meja, samping laptop.

Saat dibuka, ada banyak pesan dari teman-teman yang menyampaikan info kalau gunung Merapi meletus.



Tanpa membalas pesan-pesan tersebut, saya sedikit merenung. Apa iya ya perasaan dari kemarin gak ada info tentang peningkatan aktifitas gunung Merapi? Tapi kok ini pesan dari banyak teman?

Memang benar, gunung Merapi meletus pagi ini. Masyarakat disekitar kaki gunung Merapi dihebohkan oleh asap yang membubung tinggi dari puncaknya.

Dari informasi yang saya peroleh, ternyata gunung Merapi terjadi letusan freatik.
Erupsi Freatik adalah proses keluarnya magma ke permukaan bumi karena pengaruh uap yang disebabkan sentuhan air dengan magma baik secara langsung ataupun tidak langsung. Erupsi Freatik terjadi ketika adanya air tanah, air laut, air danau kawah, atau air hujan yang menyentuh magma di dalam bumi.

Panas dari magma akan membuat air tersebut menjadi uap, dan ketika tekanan uap sudah sangat tinggi dan tidak bisa dibendung, maka akan terjadi letusan.

Letusan Freatik adalah suatu aktifitas normal dari suatu gunung berapi. Masalahnya ada banyak pendaki yang sedang mendaki Merapi. Setidaknya ada 160 orang pendaki, meskipun mereka dilarang untuk mendaki sampai puncak.

Semoga mereka baik-baik saja dan saat ini rekan tim Barameru sedang bergerak naik untuk memastikan kondisi para pendaki.


UNESCO Akui Ciletuh Sebagai Geopark

Yes Outdoor : Dua tiga tahun lalu mungkin belum banyak orang yang mengenal Ciletuh di Pelabuhanratu, Sukabumi. Tetapi sat ini sepertinya kita wajib tahu kalau Ciletuh sudah menjadi satu warisan dunia setelah UNESCO mengakuinya sebagai Geopark.

Penyerahan sertifikat Geopark Ciletuh yang memiliki luas sekitar 126 ribu hektar, Palabuhanratu sebagai UGG akan dilakukan pada September 2018 di Portugal. Ya, gak cuma Gunung Rinjani, tapi Ciletuh juga dipastikan menjadi geopark.


Geopark Ciletuh masuk dalam 8 kecamatan di Sukabumi, Jawa Barat yang memiliki banyak potensi wisata menarik seperti culture di Kampung Adat Ciptagelar, biodiversity, kawasan konservasi, rafflesia patma, penyu dan lainnya.


Yang menarik dari Ciletuh adalah bentang alam yang unik, mulai dari batuan, bukit juga air terjun banyak terdapat disana.

Berpacu Menyelamatkan Ranupani di Kaki Semeru

Yes Outdoor : Kemarin kita mengulas kegalauan kawan kita tentang keinginannya mencumbui pasir puncak tertinggi pulau Jawa, tapi apa daya keinginannya seolah terhalang oleh satu layer berupa larangan mendaki sampai puncaknya.

Ya kalau mau tetap mendaki, nikmatilah pendakian sampai Pos Kalimati. Toh jika melakukan pendakian gunung Semeru kita akan disajikan berbagai macam keindahan alam yang memanjakan mata kita?

Kita bisa bermalam di ranu Kumbolo misalnya, menikmati danau di ketinggian. Menikmati indahnya sajian alam, bukit dan bintang-bintang ataupun bulan yang terang jika kita beruntung dan memilih waktu pendakian yang tepat.



Gerakan Bersih Ranu Pani, Berpacu Menyelamatkan Ranupani di Kaki Semeru

Jangan  cuma mikirin mendaki Semeru dan menikmati Ranu Kumbolo ya? Karena dibawah juga ada  ranu yang wajib untuk dijaga kelestariannya. Ya, ada Ranu Pani dan Ranu Regulo.

Nah, khusus untuk Ranu Pani, besok Minggu, 29 April 2018, rencananya akan ada gerakan gotong royong membersihkan ranu tersebut, dikarenakan kondisi saat ini yang dinilai adanya penurunan kualitas.

Ranu tersebut saat ini semakin tertutup oleh tanaman paku air kiambang atau Salvinia molesta, juga kedalaman yang berkurang dari semua sekitar 12 meter menjadi hanya 6 meter.

Sementara itu  luasnya menyusut dari semula 6,7 hektare (ha) kini hanya tersisa sekitar 4,7 ha. Hal ini juga sangat berpengaruh pada kelestarian ekosistem di lereng gunung Semeru.



Kepala Subbagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Sarif Hidayat mengatakan, pengelola taman nasional bersama sejumlah komunitas akan membersihkan Ranupani dari sedimentasi dan kiambang.

Jadi jika berkesempatan ikut dalam kegiatan tersebut, gunakan kesempatan tersebut sebaik mungkin.

Ingat ya.. Gotong royong membersihkan Ranupani ini digelar pada Minggu, 29 April 2018. Karena kegiatan tersebut juga mengajak peran serta masyarakat dan komunitas pencinta lingkungan untuk bersama terlibat bergotong royong.

 

Gunung Rinjani Masuk UNESCO Global Geopark

Yes Outdoor :Kabar sedap nih dari Rinjani yang kini telah menjadi Global Geopark. Gak cuma gunung Rinjani, ada juga Geopark Ciletuh telah resmi menyandang gelar sebagai UGG.

Pengesahan tersebut disampaikan dalam Executive Board Unesco ke-204, Komisi Programme and External Relations, Kamis (12/4) di Paris, Prancis.

Melihat kemegahan, keindahan dan potensi yang dimiliki gunung Rinjani, memang sudah selayaknya jadi bagian dari UGG.

Lalu apa sisi positifnya setelah gunung Rinjani masuk sebagai UNESCO Global Geopark ( UGG ) ? Dari sisi pariwisata tentunya akan lebih mudah untuk memprosmosikannya pada calon wisatawan potensian di seluruh dunia.


Tapi kita juga punya kewajiban untuk menjaga kelestarian ekosistem dan alam gunung Rinjani ini. Jangan terlena dan lengah lagi sehingga bisa membuat gunung Rinjani menjadi tidak asyik untuk dikunjungi.

Secara khusus mengingatkan kembali pentingnya management sampah yang harus diperbaiki ketika kita mendaki gunung ini. Masih ingat kan kasus sampah menggunung disana?

Nah jangan sampai kejadian tersebut terulang lagi!