21 Maret 2017

Open Trip Pendakian Ke Puncak Gunung Galunggung

Yes Outdoor : Adakah yang pernah ke Galunggung? Pernahkan mendaki ke puncaknya? Mungkin banyak yang sudah pernah ke Galunggung, tapi sekedar menikmati danau kawahnya saja, karena jalur pendakian untuk sampai ke puncak gunung Galunggung memang tidak terlalu familiar. Khususnya untuk orang-orang diluar Tasikmalaya dan Garut.

Nah jika kalian ada yang penasaran ingin bisa mencapai puncak gunung Galunggung, Yes Outdoor kasih bocoran nih.

Kebetulan teman-teman kita yang dimotori oleh Kang Agus N'cho, Baihaqi dan Jahe akan mengadakan open trip ke puncak gunung Galunggung.


Catat tanggalnya, 1 - 2 April 2017  yang bertepatan dengan hari Sabtu dan Minggu, dalam event Ngaprak Ngarayap Naek Ka Puncak Gunung Galunggung.



Jika kita mengikuti event dengan kuota terbatas ini, maka akan dibawa untuk menikmati keindahan :

  • Puncak Beuti Canar ( puncak gunung Galunggung )
  • Kawah Sa'at
  • Talaga Bodas
  • Curug Hanoman
Dengan kuota terbatas untuk 15 orang dan biaya registrasi sebesar Rp.150.000 tentunya amat sayang jika dilewatkan begitu saja. Asli deh :) Karena kita akan mendapatkan fasilitas :

  • Transport (Antar "Cisayong" - Jemput "Rajapolah")
  • Kaos
  • Stiker
  • Guide (BAYAWAK DARAT & TEAM)
Meet Point : SEKRE CADAS , Jl.Leuwidahu (Pintu Rel KA) Indihiang - Tasikmalaya.

Jika berniat dan mendaftarkan diri pada event ini, agar jangan lupa pada hari Jum'at Malam Tanggal 31 MARET 2017, Pukul 20.00 WIB sudah siap untuk berangkat & kumpul di Sekre Cadas.

Info selengkapnya bisa diperoleh dari :

  • N-cHo : 082319623355 / D7E48415
  • Baihaqi : 085797954496 / 5814C361
  • Jahe : 0895326091622 / D637588F



03 Maret 2017

Kursus Singkat Rapperling Smart


Yes Outdoor :Masih ada kesempatan nih untuk ngikutin kursus singkat rappeling.

Kegiatan yang mengambil tema Kursus Singkat Rappeling Smart ini akan mengambil lokasi di kawasan hutan Talaga Bodas, Garut.

Kegiatan ini adalah salah satu dasar bagi yang akan mengikuti LJSK Season III - Vertical Rescue FULL.

Yuk simak detil infonya


KURSUS SINGKAT “RAPPELING SMART” 2017

Diselenggarakan untuk modal dasar pengetahuan rekan-rekan sebelum memasuki gelaran L.J.S.K Season III VERTICAL RESCUE FULL, kami mohon partisipasinya dalam acara ini.

MATERI  
1. Pengenalan Alat Rappeling dan
Fungsinya,
2. Tali-Temali,
3. Management Anchoring,
4. Praktek Rappeling

PESERTA :

Pendaftaran dibuka secara umum
(pendaki pemula, freeland, sispala, kpa,
dan penggiat alam bebas lainnya)

Kuota maksimal 100 orang

PERSYARATAN PESERTA :
1. Berusia min. 18 Tahun,
2. Sehat Jasmani dan Rohani,
3. Memenuhi Standart Operasional
Procedure (S.O.P) alat Camping,u
membawa alat camping sendiri, dan alat
tulis,
4. Melengkapi Administrasi,
a. Mengisi dan Memberikan kembali
formulir pendaftaran kepada panitia
b. Melunasi administrasi pendaftaran
(IDR Rp. 65.000,-/orang)
Rek. BCA 0540719136 a/n RAHMI
RAHMANI
5. Photo Copy kartu identitas (KTP, SIM,
atau Kartu Pelajar) sebanyak 1 Lembar.

WAKTU DAN LOKASI KEGIATAN :
Hari Sabtu – Minggu, 25 – 26 Maret 2017
Pukul 08.00 WIB s/d selesai, di kawasan Hutan Talaga Bodas
Kabupaten Garut.

PENDAFTARAN :
1. BaseCamp CADAS, Jl. Leuwidahu pintu
Rel Kota Tasikmalaya, CP: Alan Jungle
(087826254097)
2. NARAYANAOUTDOOR RENT, Jl.
Mangunreja (Samping Polres) Kab.
Tasikmalaya,
CP: Desur (082285761890)
3. Basecamp OI GALUNGGUNG, Jl.
Sindangwakap Kec. Sukaratu
Kab.Tasikmalaya,
CP: Ari Galunggung (085322114041)

TECHNICAL MEETING :
BaseCamp CADAS, Jl. Leuwidahu pintu
Rel Kota Tasikmalaya
Sabtu, 25 Maret 2017 pukul 15.00 WIB.

FASILITAS :

1. Stiker Kegiatan
2. Sertifikat Kegiatan
3. Tali Perusik

BATAS AKHIR PENDAFTARAN :
Hari/Tanggal : Jumat, 24 Maret 2017
Waktu : 17.00 wib

CONTACT PERSON :
Alan Jungle (087 826 254 097)
Putra Galunggung (WA 082 321 017 400/
Pin d451ab1a)
Desur (082 285 761 890)
Ncho (WA 082 319 623 355)
Agung (083 827 223 411)

23 Februari 2017

Pendakian Ke Gunung Merapi Akan Dibuka Jalur Baru

Yes Outdoor : Menarik sekali rasanya ketika ada informasi pembukaan jalur baru untuk bisa mendaki ke suatu gunung. Gak peduli udah berapa kali kita mendaki gunung tersebut.

Yang jelas dengan adanya jalur pendakian baru akan ada keuntungan juga, yang salah satunya adalah populasi pendaki yang terpusat pada satu jalur jika gak ada jalur alternatif lainnya.

Kebetulan nih, dari info yang ada, di gunung Merapi akan dibuka jalur baru pada Mei tahun ini. Jalur baru tersebut nantinya akan melewati Sapuangin di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Nah untuk yang suka perjalanan panjang, bisa coba deh jalur ini. Kenapa? Karena jarak tempuh yang lumayan lama. Sekitar 9 - 14 jam melewati 4 Pos pendakian yaitu yaitu posko 1, posko 2 untuk area camping, posko 3 di Watu Bolong, dan posko 4 di Pasar Bubrah.

Jalur Sapuangin

Jadi selain bisa melalui jalur Selo di Boyolali, tahun ini kita juga akan bisa mendaki merapi melalui jalur Sapuangin tersebut. Jelas ini akan bisa membuat konsentrasi pendaki terbagi tidak hanya pada satu jalur ( Selo ) saja untuk naik dan turun seperti saat ini, pasca erupsi 2010 yang menutup jalur-jalur pendakian lainnya, seperti jalur pendakian via Kinahrejo.

Gak Cuma Jalur Sapuangin 

Nah, konon kabarnya jalur yang akan dibuka juga tidak cuma jalur Sapuangin, tetapi juga akan menyusul jalur  desa Lendong yang ada di kecamatan Cepogo, masih di Boyolali. Tahu Cepogo kan? :) Itu tuh, jalur yang akan ke Selo jika mendaki Merapi atau Merbabu :)

Jalur Lendong ini nantinya akan difungsikan sebagai jalur rescue.

Back To Sapuangin

Jika akan memilih jalur sapu angin, satu hal yang harus diperhatikan adalah perlengkapan, peralatan dan perbekalan yang sesuai SOP pendakian. Hal ini karena jarak tempuh yang panjang.

Sebagai obatnya, melalui jalur ini kita akan bisa menikmati pemandangan yang indah, track yang lebih bersahabat dan pemandangan kota Yogyakarta pada malam hari serta puncak Merapi yang akan sering terlihat selama pendakian.

Penasaran? Iya deh :)

27 Januari 2017

Mau Dikemanakan Mapala Setelah Kasus UII?

Yes Outdoor :Beberapa hari kebelakang kita dikejutkan dengan sebuah musibah besar yang muncul setelah kegiatan Mapala UII dalam Diksar Great Camping (GC) ke-37 pada 13-20 Januari 2017 di kawasan gunung Lawu memakan korban jiwa dan yang dirawat di rumah sakit.

Ini tentunya ada yang menyimpang dan tidak seharusnya terjadi. Tapi ibarat nasi sudah menjadi bubur, penyesalan tinggal penyesalan dengan bermacam nada getir dan mencibir dari berbagai pihak.

Bukan hanya kepada mapala sebagai organisasi, tatapi kampus, dalam hal ini UII sebagai sebuah lembaga pendidikan. Meskipun rektornya menyatakan mundur tetapi kasusnya tidak berhenti disini.

Tindak kekerasan dalam kegiatan mapala bukan lagi jamannya. Senioritas bukan berarti kebebasan berekspresi & mengeksploitasi junior untuk sekedar kepuasan atau standar yang tidak terukur.


Bukan kekerasan yang harus dikedepankan tetapi kedisiplinan mungkin akan lebih baik. Disiplin yang ditopang dengan semangat dan mental pantang menyerah.

Bagaimana bisa membentuk itu? Ah, tiap organisasi tentu punya caranya sendiri. Tapi kembali menyikapi kasus yang menimpa adik-adik kita di mapala UII, kira-kira akan dibawa kemanakah mapala kita nantinya?

Untuk UII sendiri sudah jelas-jelas membekukan kegiatan mapala termasuk kelembagaannya di kampus. Apa itu sebagai jalan keluar yang bijak?

Hmm.. saat kita sering mengumandangkan kegiatan kepecinta-alaman, tentu pilihan pembekuan bukan hal tepat ( meskipun telah diputuskan sampai waktu yang belum ditentukan ).

Sebagai seorang individu, bisa saja para mahasiswa yang punya minat pada kegiatan kepecinta-alaman dan aktivitas outdoor bergabung dengn sebuah club, komunitas ataupun perkumpulan yang sejenis.

Tapi tentunya sebagai seorang mahasiswa mereka akan ada yang merasa kurang dengan ketidak-hadiran mapala di kampus tempat mereka menimba ilmu.

Tapi kembali lagi ke kasus diatas. Akan dikemanakan mapala kita pada umumnya dan mapala UII secara khusus setelah kasus yang menciderai dan mencoreng nama mapala sebagai suatu lembaga?




02 Januari 2017

Nginep di Merbabu Menjelang Tutup Tahun

Yes Outdoor : Seminggu sebelum hari H mungkin bisa dibilang keputusan nekad mengingat posisi saay masih di Bandung,  saya mengajak beberapa teman dan adik di Gaspala untuk naik Merbabu menggunakan metode tebar racun ke beberapa teman. Hasilnya mereka meng iyakan alias setuju untuk ikut mendaki pada 24 – 25 Desember kemarin.

Saya yang waktu itu masih di Bandung berusaha  mengatur persiapan pendakian,  dengan mengirim list alat, perbekalan, itenary dll ke teman-teman.

Sampai pada waktunya,  24 Desember pagi  hari saya tiba di Kebumen setelah menempuh 8 jam perjalanan darat dari Bandung. Oh ya di Bandung selama lebih dari 2 minggu saya mengikuti pelatihan aktivitas outdoor tuh


Sesampainya di rumah, saya langsung mulai packing dan repair beberapa alat (ngesol sepatu), mandi, dan sampai melewatkan sarapan karena waktu untk berkumpul pkl 8.00
Segera meluncur ke smanda, mampir dulu di toko santoso beli lanting pedes, kering kentang, dan belanja beberapa logistik.

Sampai Smanda ternyata sudah berkumpul Imam Kuncoro dan Septi  Gsp XIX,  Giga Sunyi Llaras  masih berstatus pelajar (Gsp XXV).  Ber 6 kami berangkat dari Smanda menuju basecamp Merbabu dengan naik motor.

Oiya, Imamk juga mengajak teman kuliahnya, si Ahmad dan adiknya. Jadi kami mampir di rumah si Ahmad di desa Balingasal Prembun. Trims untuk jamuan sarapan paginya Maddd!
Pukul 10.00 kami melanjutkan perjalanan ke Magelang  melewati jalan pintas Prembun – Pituruh - Purworejo.

Kurang  lebih 2 jam perjalanan, sampailah kami di Magelang. Setelah isi bnsin di spbu dekat terminal Tidar, kami memutuskan sholat dhuhur di basecamp.

Next kami lanjutkan perjalanan melalui jalanan yang mulai naik dengan suhu udara mulai dingin juga. Tampak Merbabu terlihat di kanan jalan dan Andong di kiri menciptakan sebuah pesona keindahan pemandangan alam yang tak terbantahkan.

Akhirnya sampailah juga kami di Gapura Wekas. Jalur berganti dari aspal ke semen pelur. Dan sekitar jam 13 00 kami sampai di basecamp  dengan selamat sentosa.
Ooiya, di portal sebelum rumah pak Yoso (beskem), kami harus registrasi/ mendaftar. Rupanya tarif naik merbabu 5rb per orang dan parkir motor 5rb.

Setelah ishoma di beskem, kami bersiap untuk naik. Disini kami ketambahan 1 persunil yaitu Agil, Gsp 20 yang kuliah di Semarang, tapi lagi ada tugas di Kopeng, dan terjerat jarring beracun untuk ikut mendaki Merbabu wkkk...  Jadi tim kami  total 10 orang nih..

Pendakian
Pukul 15.00 kami mulai berjalan  dengan target sebelum magrib sampai di Pos 2.  Sempat berpapasan dengan  pendaki yang turun,  ada juga beberapa yang akan naik. Say hello,  permisi, numpang lewat dan sekedar  bertanya darimana, minta pin bb, boleh aku jadi pacarmu dll (bohong) wkkk..

Baru setengah jam perjalanan, adik-adik mulai merengek kapan sampai dll. Ups.. jadi inget deh dengan tulisan kang Jo disini dengan titleyang mirip7.  Saya dan Imam hanya bisa berkata sebentar lagi.. Si Giga juga ternyata tampak loyo dan berkata keberatan dengan isi ranselnya.  Akhirnya saya ajak dia tukeran, karena saya bawa daypack yang sudah berumur 10 tahun tapi masih handal wkkk.
Sekitar 2,5 jam perjalanan kami sampai di pos 2. Nampak disana terlihat banyak tenda pendaki,  karena memang musim liburan.

Segera bagi tugas, saya dan Imam mendirikan tenda dibantu Amad, Agil, sementara  lainnya mencari kayu bakar, bongkar kompor dll.  Sebelum gelap tenda sudah berdiri, dan kami bersiap utk sholat magrib serta masak.  Tidak masak besar, cuma rebus air, buka maknan ringan.
Jam 10 malam semua sudah pada posisi masing-masing untuk istrhat, setelah sebelumnya bermain pokeran.

Malam itu cuaca cerah, angin juga bertiup pelan, tapi rasa dinginnya luar biasa. Saya yang tidak kebagian di dalam tenda cuma bisa menggigil kedinginan bersama agil dan Imam yang merelakan tendanya dipake oleh yang lain. Karena kita ber 10 tapi cm 2 tenda, jadinya disetting berhadapan dan ditambah flysheet.

Pukul 3 pagi saya sempat bangun, tapi karena masih trlalu pagi, tidur lagi deh...
Pukul 5 kami semua bangun, sholat shubuh, siap2 masak menu sarapan pagi. Ada juga beberapa yang berfoto ria di sebelah barat camping ground.

Oiya, lokasi kami bermalam di dekat sumber air,  dan juga ada pipa air tap sudah dilubangi utk kebutuhan pendaki. Jadi gak repot untuk ambil air dll.

Pukul  7.30 masakan sudah siap, dan kami semua memutuskan makan di dalam tenda. Menu pagi itu adalah nasi, pecel, tempe goreng ( no poison). Beres sarapan, tinggal memutuskan akan lanjut naik atau tidak,  karena kalo dilihat dari raut wajah adik-adik, mereka tampak malas dan nglokro wkwkwkwk… Saya sih oke aja, mau lanjut saya temani, ga lnjut juga ga masalah.

Akhirnya diputuskan lanjut sampai pos 3 / pertemuan jalur Wekas dan Kopeng. Mengingat waktu yang sudah kesiangan, juga bekal yang tidak disiapkan utk summit. Semua barang yang tidak dibawa kami masukkan ke tenda dan dikunci rapat ( utk beberapa gunung, disarankan jangan meninggalkan tenda tanpa penghuni karen ada kejadian kemalingan).
  
Untuk Merbabu saya masih merasa aman, tapi barang berharga tetap dibawa. Jadi kami membawa 1 daypak untuk bekal naik berisi air, snack, mantol, P3K.  Normalnya perjalanan dr Pos 2 ke Pos 3 satu jam lebih sdkit.

Pukul 9 kami mulai meninggalkan Pos 2,  dengan medan mulai menanjak dan beberapa area terdiri dari  batuan besar. Edelweis yg mulai terlihat di atas pos2 belum berbunga.

Sampai di pos 3 sktr pkl 10.20, terlihat ramai pendaki dari arah Kopeng dan juga yang turun dari puncak. Disini kami semua berfoto ria dan menikmati snack yang kami bawa. Tapi ingat, sampah tetap dibawa turun!

Cukup lama, sekitar 1 jam kami di Pos 3, karena emang targetnya sampai sini. Beberapa ada yang naik sedkit sampai pos helipad ( Imam, Amad, Septi, Sunyi, Safrin, Agil). Setelah cukup puas, pkl 11 kami putuskan turun atau kembali ke camp ground.

Perjalanan turun lebih singkat, hanya 30 menit. Bongkar tenda, packing. Ngemil sisa makanan, juga foto bersama dulu sebelum turun.

Pukul  13.00 kami turun meninggalkan  Pos 2 menuju beskem mengingat sorenya kami harus langsung kembali ke Kebumen.  Sampai beskem sekitar pukul 14.40, langsung bersih-bersih, pesan makan siang, juga memindah foto ( Agil membawa laptop).

Pukul 16.00 kami berpamitan kepada pak Yoso dan ibu. Eh pak Yoso apa pak Toso yah? Oh iya pak Yoso, kalau pak Toso itu tukang es dawet wkk… Setelah pamitan kami segera memacu si kuda besi  untuk kembali ke kebumen. Perjalan pulang diwarnai hujan yang  tidak menentu. Kadang hujan kadang terang, hujan lagi terang lagi.

Kami juga memilih jalur yang sama seperti kemarin saat berangkat, mengingat saya ada titipan dari kang Jo untuk ambil barang di rumah Kang Toto (Gsp 9) yang ternyata barang tersebut sudah diantar oleh kang Toto sendiri, slendem sekali, rencana mau ngemie ayam, medan & ngopi di rumah kang Toto jadi gagal total wkkkk...

Pukul 19.00 kami sampai di Kebumen  dan berpisah untuk kembali ke rumah masing-masing.

.

23 November 2016

Camping Ceria PI di Buper Batu Kuda

Yes Outdoor : Salam rimba :) Bagi teman-teman pendaki gunung, khususnya yang tergabung dalam #Pendaki Indonesia #PI Jakarta Raya, boleh merapat nih dalam acara Camping Ceria.

Event tersebut akan digelar di Buper Batu Kuda, di kaki gunung Manglayang, Bandung.

Sebuah lokasi yang cukup nyaman di kawasan Bandung Timur yang berlokasi di kaki gunung Manglayang.

Mungkin ada juga yang baru dengar gunung Manglayang ya? Ah.. gapapa, yang penting kalau ada waktu luang dan situasi - kondisinya memungkinkan, silahkan merapat dalam Camping Ceria Menikmati Tanggal Merah

Berikut infonya :


Assalamualaikum , Selamat pagi
SAVE THE DATE

Cemping Ceria Menikmati Tanggal merah , bersama Pendaki indonesia Jakarta Raya ..

Loc : Batu Kuda Gunung Manglayang , Bandung - Jawa Barat

18 November 2016

Selamat Untuk 5 Tahun KPGBS

Yes Outdoor : Salah satu wadah silaturahmi pendaki gunung Indonesia yang memiliki banyak anggota dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia adalah KPGBS.

KPGBS sendiri merupakan kepanjangan dari Komunitas Pendaki Gunung Balad Sukarno. KPGBS memiliki mabes di Tasikmalaya. Tepatnya di Perum Sirnagalih Kencana Blok E No. 42 Indihiang - Tasikmalaya Telp. 0813-2365-5117.

Di usianya yang memasuki Tahun Ke 5 ini, KPGBS akan menyelenggarakan perayaan yang dipusatkan di kawah gunung Galunggung pada tanggal 18 - 20 November 2016.






Dalam acara perayaan HUT KPGBS tersebut rencananya akan memiliki agenda seperti :

- Silaturahmi akbar
- Baksos
- Opsih
- Penebaran benih ikan di kaldera gunung Galunggung
- Pemasangan tempat sampah sepanjang bibir kawah galunggung
- Camping ceria,
- Bazar, dll

Selamat Ulang Tahun KPGBS Indonesia. Semoga Di Usia  Yang Ke 5 Ini Semakin  Besar, Sukses, Erat Dalam Menjalin Silaturahmi Dengan Seluruh Anggota Maupun Sesama Komunitas Dan Pendaki Gunung Di Indonesia

Sayang sekali saya tidak bisa ikut serta dalam avent kali ini. Semoga semua berjalan sukses sesuai dengan rencana.

Amin

11 November 2016

Feel Unforgettable With Larva - Gunung Gede

Yes Outdoor :Adakah yang mau naik ke gunung Gede Desember nanti Jika ada dan kebetulan lagi nyari partner atau tim, ada info menarik nih.

Kebetulan baru dapat press release dari Larva Shop yang di Cakung nih bro.. sist.. untuk pendakian gunung Gede dengan tajuk Feel Unforgettable Moment With Larva Gunung Gede

Ada fasilitas dan juga Grandprise tuh seperti biasanya. Yang pasti bisa bikin kleyengan deh kalau gak ikut event ini wkkk.. cuss

Langsung simak aja isi beritanya yuk :


Jumat mubarokah
november ceria,semoga awal yg lebih baik untuk kita semua aminnn..yukh akh semoga rejekynya lancar trs,langsung chat daftrkn diri biar strong pikniknya\=D/
Yakin Ga Mau Ikut???
Yakin Ga Nyesel
    

Buruan  kuota semakin menipis
OPEN TRIP GUNUNG GEDEBareng Larva Adventure serunya udah pasti

Jangan lupa 9 - 11 Desember 2016 ya.
-via Gunung Putri - turun Cibodas.
IDR 400.000,-/1 orang
Meeting Point: Larva Shop
Jl.Raya bekasi km 23.Lampu merah Tol cakung.jakarta timur

Fasilitas:
• Transportasi ( PP )
• Kaos
• Makan 2x
• Tas pinggang
• GAME
• Stiker
• Buff
• Doorprize
• HTM+Homestay
• Teman Baru + Pacar baru klw jodoh ya aa teteh

                 # GRANDPRIZE
        •Tenda + cookingset
• GUEST STAR
• SANG MARATON  # Williem Tasiam
Lets join us! 1 orang pun bisa gabung 😁
Untuk detail info dan booking:
• TOMMY:0877809147799/D4B179eD                                          • IMRON:082299411449/2A999072
• ZAIN: 082297328701/58BE439D
#salam kopi panas~o) suruput put put
#Terimakasih
#Stop Nyampah Di Gunung
#GUNUNG BUKAN TEMPAT SAMPAH

02 November 2016

Mountain Jungle Course 2016

Yes Outdoor : Ada event menarik dan berkelas nih pada 6 - 13 November 2016 nanti.

Yap, Mountain Jungle Course akan diselenggarakan di gunung Arjuno pada 6 - 13 November 2016 ini.

Event tersebut juga disupport oleh Eiger sebagai salah satu brand besar untuk peralatan outdoor di Indonesia.

Penasaran dengan Mountain Jungle Course 2016 tersebut? Berikut informasinya :



Biaya Pendaftaran : Rp 750.000
***Note : Peserta terbatas untuk 85 orang


Fasilitas Peserta :
- Carrier Rhinos 'MJC Series' 60L
- Tshirt Kegiatan
- Syal / Emblem
- Diktat Materi Kegiatan
- Sertifikat
- Romer / Peta
- Transportasi dari Meeting Point ke Lokasi Acara
- Konsumsi Kegiatan
- Materi Kegiatan
- Instruktur & Pelatih yang berpengalaman
- Pendampingan Medis

Pastinya sudah terbayang bagaimana keseruan Kegiatan #MJC2016 nanti, selain Eigerian bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman yang luar biasa, kamu juga akan bisa mendapatkan carrier eksklusif dari EIGER.

Selamat untuk semua peserta yang telah mendaftarkan diri di Mountain Jungle Course 2016 ini.

Berikut adalah Persyaratan dan Perlengkapannya :
Persyaratan dan perlengkapan yang harus dipersiapkan, jangan sampai ada yang terlewat!

1. Perlengkapan Badan : Topi, Balaclava, Kemeja Lapangan, Kaos Cadangan, Celana Lapangan, Celana Pendek, Sepatu Lapangan/Hiking + Semir Sepatu, Sarung Tangan, Jas Hujan/Raincoat

2. Perlengkapan Berkemah : Tenda/Flysheet/Hammock, Sleeping Bag, Matras, Peralatan Masak (Cooking Set), Kompor Lapangan (Padat/Spirtus/Gas), Peralatan Makan (Piring, Sendok, Garpu), Peralatan Minum (Botol/Thermos/Cangkir), Lilin, Korek Api

3. Perlengkapan Kelas : Buku Tulis, Ballpoint (4 warna), Pensil + Penyerut, Busur Derajat

4. Perlengkapan Praktek : Golok Tebas, Pisau Pinggang/Pisau Serba Guna, Kompas Bidik/Kompas Orienteering, Peluit, Senter/Headlamp + Batere dan Bohlam Cadangan, Tas/Plastik Peta

5. Perlengkapan Mandi : Sabun, Shampoo, Sikat dan Pasta Gigi, Handuk, dll.

6. Perlengkapan Medis : Obat Pribadi yang spesifik

7. Perlengkapan Tambahan : Perbekalan Pribadi, Alat Dokumentasi Pribadi

Mari kita ramaikan kegiatan #MJC2016 ini. Silakan dipersiapkan mulai dari sekarang dan jangan lupa membawa Surat Keterangan Sehat dari dokter ya!Salam Lestari!


31 Oktober 2016

Lacak Jejak Sudut Kompas

Yes Outdoor : Wow ada info menarik lagi nih bagi teman-teman yang ingin belajar navigasi darat.

Lebih tepatnya adalah Teknik Operasi Pencarian dan Navigasi Gunung Hutan. Sebuah event yang terbuka untuk siapapun yang ingin menambah wawasan navigasi darat (gunung, hutan) dan juga teknik pencarian.

Tentunya ilmu yang diperoleh akan sangat bermanfaat bagi siapapun yang aktif dalam kegiatan petualangan outdoor, termasuk gunung dan hutan.

Nah untuk itu, segera daftarkan dan ikuti pelatihannya dalam Lacak Jejak Sudut Kompas Season II.


Dengan mendaftarkan diri dan mahar sebesar Rp.85.000 kita akan mendapatkan fasilitas :

1. T-Shirt

2. Sticker

3. Buku Saku

4. Sertivikat

Kursus ini akan diselenggarakan pada 5 - 6 November 2016 yang mengambil lokasi di Kawasan Hutan Gunung Sawal, Kabupaten Ciamis.

Nah, menarik sekali kan untuk diikuti? Segera daftarkan kesertaan teman-teman, karena waktu pendaftaran terbuka sampai Rabu, 2 November 2016 nanti.

Info lengkap bisa diperoleh melalui contact person berikut :
  • Alan Jungle 087826254097
  • PeGe 083826332536
  • Gebah 085220555109
  • Desur 082285761890
  • N'cho 082319623355
  • Agung 083827223411

Bandung Outdoor & Photography Exhibition 2016

Yes Outdoor : Ada sebuah event menarik nih untuk para pecinta photography maupun kegiatan outdoor.

Sebuah event yang mengambil tajuk Bandung Outdoor & Photography Exhibition 2016 bakal diselenggarakan di Bandung, tepatnya di Gedung MD Plaza, Dalem Kaum No.48 - 52 Bandung.

Penasaran dengan acara menirk ini? Berikut ini ada beberapa point yang bisa disampaikan mengenai acara ini :

Bandung Outdoor & Photography Exhibition 2016
- Pertemuan Penggiat Outdoor dan Fotografi (Alam bebas)
- Pameran dan Bursa Jual Beli Produk Peralatan / Perlengkapan Outdoor dan Fotografi
- Bursa Barang "Second" outdoor dan Fotografi
- Sharing Ilmu, Coaching clinic, Talkshow,
- Kampanye Lingkungan Hidup dan Isu Kelestarian Lingkungan
- Lomba Fotografi (Thematic) dan Pameran Foto
- Live Music Perform (akustik)

- Pelaksanaan : Tanggal : 2 - 4 Desember 2016

- Tempat : Gedung MD Plaza, Jl Dalem Kaum No 48 -52 Bandung Kawasan Alun Alun Asia Afrika BANDUNG JAWA BARAT

INFO DETAIL :
- Sponsorship/ Partnership
- Stand Niaga (Paid, Low Price)
- Stand Komunitas (Free)
- Kontribusi Acara
- Undangan Komunitas (free LIMITED Tickets)

dan lainnya

Silahkan kontak langsung :

085871187887 (BIN) - sms, wa, call
58597090 - Bbm
081220814978 (GALIH)
Email : bopexbandung2016@gmail.com

27 Oktober 2016

Papandayan, Berkesan Banget Tapi Masih Bingung

Yes Outdoor : Malam itu ceritanya den Baguse Hari Satria curhat tentang pengalamannya ke Papandayan. Sayang sekali saya gak bisa ikut gabung dengan dia dan rombongannya, karena saat itu sedang ada event identik ke lain tempat.

Sebelumnya doi udah merasakan keindahan gunung Gede. Ups jadi inget kasusnya kakang Parman wkkk.

Nah, saat ke Papandayan mereka (Hari Satria, Kakaknya dan Hari Lehor) dari Jakarta berangkat menuju ke pool bus Primajasa yang.. ups.. katanya gak tahu dimana tuh, haha...

Okelah, anggap saja mereka telah menemukan pool itu dan setelah satu jam menunggu, akhirnya bus yang dinantikan datang juga. Bus yang akan mengantar mereka menuju Garut.

Sudah umum sih kalau bus Garut memang laris manis oleh penumpang, sehingga untuk naikpun mereka harus berebutan. Tas ransel mereka simpan di bagasi.




"Kepikiran juga sih selama perjalanan ketika bus berhenti menurunkan penumpang, mata selalu aktif ngawasin, jangan-jangan tasnya kebawa tuh, bisa celaka deh"
katanya.

Kata den bagus Hari, perjalanan dari Jakarta menuju Garut tuh 4 jam, karena seingat dia bus berangkat jam 10 malam dan sampai di terminal Guntur jam 3 an. Terus aku bilang ya 4 jam lebih sekian lah. Katanya, oh iya 5 jam, sambil manggut-manggut wkk

Perjalanan di Papandayan

Pokoknya sampai di terminal mereka seperti di luar negeri, karena bahasa yang digunakan kedengaran asing dan membuat mereka roaming untuk sejenak menerjemahkan sebihsanya untuk sedikit paham.

Asli, mirip di negeri asing. Bahasanya asing juga, cuma sering denger aing aing dan atuh wkkk..



Sejenak kemudian mereka menuju sebuah mushola untuk sekedar istirahat, sholat subuh juga ngopi. Ketika yang lain asik ngobrol sambil ngopi, den Baguse Hari malah tertidur pulas.. hmm.. pantesan badan segede gaban wkkk.

Setelah shalat subuh, mereka melanjutkan perjalanan menuju Papandayan.

"Kesurupan a?". "Hah?" kata den Bagus denger ada orang menanyakan kesurupan a? "Siapa yang kesurupan?" den Bagus berfikir keras!

"Bukan kesurupan a, tapi mau ke Cisurupan a?" Den Bagus baru tersadar jika yang menanyakan adalah kernet angkutan menuju Papandayan yang menanyakan apakah mereka akan ke Cisurupan. wkkk.. mandi bro..

Akhirnya mereka naik angkutan ke tanpa mencarternya, biar ngirit sih meskipun harus nunggu agak lama. Tapi akhirnya mereka meluncur juga ke Cisurupan.

Perjalanan sekitar satu jam ketika mereka sampai di sebuah gapura desa Cisurupan. Kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan mobil pickup setelah seorang supir menawarinya angkutan ke Papandayan.

"Mau ke Papandayan a?". "Iya atuh kang, masa ke Merapi?" wkkkk katanya.. Saya gak percaya deh kalau den Baguse Hari menjawab begitu. Paling juga cuma senyam senyum cengengesan yang bikin tuh sopir bingung wkkk.

Intinya dari sana mereka naik mobil tersebut, setelah menunggu penuh oleh pendaki yang lain. Dalam perjalanannya doi sempet kaget dengan jalur yang dilalui yang nanjak dengan jalanan yang alamaak.. rusak.

Setengah jam kemudian sampailah mereka di gerbang Papandayan. Kebetulan pagi itu loket belum buka dan rupanya status gunung sedang ditutup. Alamaak.. sempat bingung dengan situasi tersebut.

Akhirnya setelah diskusi dengan pendaki lain yang sama-sama naik mobil dari kesurupan, eh Cisurupan mereka memutuskan tetap lanjut. "Iya tetep lanjut kang!", katanya

Hutan Mati Gunung Papandayan

Tapi sebelum jalan, mereka berfoto ria dulu disekitar Camp David, naik menara pula mirip film action dah.

Setelah puas berfoto ria di sana, mereka segera bergegas untuk melakukan pendakian. Waktu itu kalau gak salah 1 Juni 2013.

Perjalanan bersama tersebut harus diakhiri karena rombongan memiliki arah yang berbeda, ada yang ke kawah dan rombongan den Bagus menuju ke arah Pondok Salada.

Medam gunung Papandayan tuh banyak memiliki batuan kerikil, mirip di area puncak-puncak gunung di Jawa Tengah. Kalau diinjek bisa bikin kepleset! Tapi saya gak kepleset, karena makai sepatu baru tuh wkkk.. sombong banget sih den Bagus yang pakai sepatu baru.

Sampai di jembatan mata air istirahatlah mereka sejenak disana, sesekali bertemu dengan penduduk sekitar yang sepertinya mau ke ladang, sebagian dari mereka ada yang menggunakan motor modifan oiiiy.. jadinya kuat nanjak deh itu motor.

Bahkan ada juga yang rodanya dikasih rantai. Alamaak.. den Baguse Haru jadi teringat motornya yang dilego wkkk.. "Asem dadi kelingan montorku sing di dol wkkk "

Setelah melakukan 2 jam perjalanan akhirnya sampai juga mereka di Pondok Salada. "Sebuah tempat yang sangat luas dan indah", ucapnya. Bikin betah berlama-lama disana.

Pendakian Gunung Papandayan

"Aduh gusti pengin kesana lagi ini
" katanya. "Pokoknya nyaman dah, kan udah ada toilet portable dengan air berlimpah bro". Den Baguse semangat banget ceritain tuh Pondok Salada.

"Situasi di sana saat itu lagi sepi kang. Cuma ada kami dan beberapa pendaki saja dilokasi yang indah itu. Akhirnya tenda berdiri, memasak makan deh.. Sepi benar, tenda pun berjauhan"
.

Singkatnya mereka seharian disitu, ngobrol ngalor ngidul, nyantai dan foto-foto sama Hari Lehor. "Sebenarnya saya pengin motret kakak saya yang lagi tidur kang, tapi gak jadi hehe" kata den Baguse Hari.

Menyambut malam hari den Baguse mencari kayu bakar alias repek untuk membuat api unggun. Kemudian, mereka menyalakan api unggun tersebut. "Benar-benar free rasanya kang"


Den Baguse Hari Satria semangat banget cerita tentang keindahan Papandayan

"Asli disana seger banget, saya beberapa kali ngambil air dan wudhu disana. Benar-benar sebuah gunung yang memanjakan pengunjungnya dengan pemandangan dan air yang melimpah. Jadi gak ada istilah gak wudhu dan sholat. Kan airnya banyak"

Pagi harinya, Minggu 2 Juni 2014 Hari Lehor membuat roti bakar dan minuman serta masak mie kuah tuh, karena kita gak bawa beras. Jadilah sarapan pagi yang nikmat.

Sekitar jam 9  kita bongkar tuh tenda dan melanjutkan perjalanan menuju Tegal Alun. Tegal Alun tuh semacam padang edelweis ya. Pokoknya banyak banget edelweis tumbuh disana.

Perjalanan ke Tegal Alun terasa cukup melelahkan karea langsung nanjak selepas Pondok Salada. Tapi gak butuh waktu lama lah, apalagi sesampainya di Tegal Alun lagi-lagi kita mendapatkan area yang landai.

Jadi, naik ke Papandayan tuh sebenarnya nyaman banget wkkk..

Jepret sana sini sampai pose gak karuan, pose gak jelas selama di Tegal Alun. Oia, sebenarnya saya (Den Baguse Hari) masih bingung nih tentang puncak Papandayan. Sebenarnya tuh yang mana? Mungkin kang Jo tahu ya?

Yang jelas waktu masuk hutan setekah Tegal Alun kami masuk area seperti puncak tapi gak ada tugu atau tanda sama sekali yang menunjukkan itu puncak kang?

Asli bingung euy! Pokoknya setelah puas di Tegal Alun kami melanjutkan perjalanan kembali mengikuti jalan setapak yang membawa ke Hutan Mati.
Woww.. pemandangannya..

Dari Hutan Mati, kami terus melewati kawah dan sampai kembali di Camp David siang harinya.

Nah itulah dongen dari den Baguse Hari Satria yang ke Papandayan, bisa menikmati keindahannya tapi masih aja bingung. Pokoknya itu katanya salah satu perjalanan yang sangat berkesan untuk Den Baguse Hari karena berasa nyaman banget.

Doi nanya lagi, seperti apa ya sekarang setelah sempat dikelola pihak swasta dan sempat terjadi huru-hara juga disana?
.