23 November 2016

Camping Ceria PI di Buper Batu Kuda

Yes Outdoor : Salam rimba :) Bagi teman-teman pendaki gunung, khususnya yang tergabung dalam #Pendaki Indonesia #PI Jakarta Raya, boleh merapat nih dalam acara Camping Ceria.

Event tersebut akan digelar di Buper Batu Kuda, di kaki gunung Manglayang, Bandung.

Sebuah lokasi yang cukup nyaman di kawasan Bandung Timur yang berlokasi di kaki gunung Manglayang.

Mungkin ada juga yang baru dengar gunung Manglayang ya? Ah.. gapapa, yang penting kalau ada waktu luang dan situasi - kondisinya memungkinkan, silahkan merapat dalam Camping Ceria Menikmati Tanggal Merah

Berikut infonya :


Assalamualaikum , Selamat pagi
SAVE THE DATE

Cemping Ceria Menikmati Tanggal merah , bersama Pendaki indonesia Jakarta Raya ..

Loc : Batu Kuda Gunung Manglayang , Bandung - Jawa Barat

18 November 2016

Selamat Untuk 5 Tahun KPGBS

Yes Outdoor : Salah satu wadah silaturahmi pendaki gunung Indonesia yang memiliki banyak anggota dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia adalah KPGBS.

KPGBS sendiri merupakan kepanjangan dari Komunitas Pendaki Gunung Balad Sukarno. KPGBS memiliki mabes di Tasikmalaya. Tepatnya di Perum Sirnagalih Kencana Blok E No. 42 Indihiang - Tasikmalaya Telp. 0813-2365-5117.

Di usianya yang memasuki Tahun Ke 5 ini, KPGBS akan menyelenggarakan perayaan yang dipusatkan di kawah gunung Galunggung pada tanggal 18 - 20 November 2016.






Dalam acara perayaan HUT KPGBS tersebut rencananya akan memiliki agenda seperti :

- Silaturahmi akbar
- Baksos
- Opsih
- Penebaran benih ikan di kaldera gunung Galunggung
- Pemasangan tempat sampah sepanjang bibir kawah galunggung
- Camping ceria,
- Bazar, dll

Selamat Ulang Tahun KPGBS Indonesia. Semoga Di Usia  Yang Ke 5 Ini Semakin  Besar, Sukses, Erat Dalam Menjalin Silaturahmi Dengan Seluruh Anggota Maupun Sesama Komunitas Dan Pendaki Gunung Di Indonesia

Sayang sekali saya tidak bisa ikut serta dalam avent kali ini. Semoga semua berjalan sukses sesuai dengan rencana.

Amin

11 November 2016

Feel Unforgettable With Larva - Gunung Gede

Yes Outdoor :Adakah yang mau naik ke gunung Gede Desember nanti Jika ada dan kebetulan lagi nyari partner atau tim, ada info menarik nih.

Kebetulan baru dapat press release dari Larva Shop yang di Cakung nih bro.. sist.. untuk pendakian gunung Gede dengan tajuk Feel Unforgettable Moment With Larva Gunung Gede

Ada fasilitas dan juga Grandprise tuh seperti biasanya. Yang pasti bisa bikin kleyengan deh kalau gak ikut event ini wkkk.. cuss

Langsung simak aja isi beritanya yuk :


Jumat mubarokah
november ceria,semoga awal yg lebih baik untuk kita semua aminnn..yukh akh semoga rejekynya lancar trs,langsung chat daftrkn diri biar strong pikniknya\=D/
Yakin Ga Mau Ikut???
Yakin Ga Nyesel
    

Buruan  kuota semakin menipis
OPEN TRIP GUNUNG GEDEBareng Larva Adventure serunya udah pasti

Jangan lupa 9 - 11 Desember 2016 ya.
-via Gunung Putri - turun Cibodas.
IDR 400.000,-/1 orang
Meeting Point: Larva Shop
Jl.Raya bekasi km 23.Lampu merah Tol cakung.jakarta timur

Fasilitas:
• Transportasi ( PP )
• Kaos
• Makan 2x
• Tas pinggang
• GAME
• Stiker
• Buff
• Doorprize
• HTM+Homestay
• Teman Baru + Pacar baru klw jodoh ya aa teteh

                 # GRANDPRIZE
        •Tenda + cookingset
• GUEST STAR
• SANG MARATON  # Williem Tasiam
Lets join us! 1 orang pun bisa gabung 😁
Untuk detail info dan booking:
• TOMMY:0877809147799/D4B179eD                                          • IMRON:082299411449/2A999072
• ZAIN: 082297328701/58BE439D
#salam kopi panas~o) suruput put put
#Terimakasih
#Stop Nyampah Di Gunung
#GUNUNG BUKAN TEMPAT SAMPAH

02 November 2016

Mountain Jungle Course 2016

Yes Outdoor : Ada event menarik dan berkelas nih pada 6 - 13 November 2016 nanti.

Yap, Mountain Jungle Course akan diselenggarakan di gunung Arjuno pada 6 - 13 November 2016 ini.

Event tersebut juga disupport oleh Eiger sebagai salah satu brand besar untuk peralatan outdoor di Indonesia.

Penasaran dengan Mountain Jungle Course 2016 tersebut? Berikut informasinya :



Biaya Pendaftaran : Rp 750.000
***Note : Peserta terbatas untuk 85 orang


Fasilitas Peserta :
- Carrier Rhinos 'MJC Series' 60L
- Tshirt Kegiatan
- Syal / Emblem
- Diktat Materi Kegiatan
- Sertifikat
- Romer / Peta
- Transportasi dari Meeting Point ke Lokasi Acara
- Konsumsi Kegiatan
- Materi Kegiatan
- Instruktur & Pelatih yang berpengalaman
- Pendampingan Medis

Pastinya sudah terbayang bagaimana keseruan Kegiatan #MJC2016 nanti, selain Eigerian bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman yang luar biasa, kamu juga akan bisa mendapatkan carrier eksklusif dari EIGER.

Selamat untuk semua peserta yang telah mendaftarkan diri di Mountain Jungle Course 2016 ini.

Berikut adalah Persyaratan dan Perlengkapannya :
Persyaratan dan perlengkapan yang harus dipersiapkan, jangan sampai ada yang terlewat!

1. Perlengkapan Badan : Topi, Balaclava, Kemeja Lapangan, Kaos Cadangan, Celana Lapangan, Celana Pendek, Sepatu Lapangan/Hiking + Semir Sepatu, Sarung Tangan, Jas Hujan/Raincoat

2. Perlengkapan Berkemah : Tenda/Flysheet/Hammock, Sleeping Bag, Matras, Peralatan Masak (Cooking Set), Kompor Lapangan (Padat/Spirtus/Gas), Peralatan Makan (Piring, Sendok, Garpu), Peralatan Minum (Botol/Thermos/Cangkir), Lilin, Korek Api

3. Perlengkapan Kelas : Buku Tulis, Ballpoint (4 warna), Pensil + Penyerut, Busur Derajat

4. Perlengkapan Praktek : Golok Tebas, Pisau Pinggang/Pisau Serba Guna, Kompas Bidik/Kompas Orienteering, Peluit, Senter/Headlamp + Batere dan Bohlam Cadangan, Tas/Plastik Peta

5. Perlengkapan Mandi : Sabun, Shampoo, Sikat dan Pasta Gigi, Handuk, dll.

6. Perlengkapan Medis : Obat Pribadi yang spesifik

7. Perlengkapan Tambahan : Perbekalan Pribadi, Alat Dokumentasi Pribadi

Mari kita ramaikan kegiatan #MJC2016 ini. Silakan dipersiapkan mulai dari sekarang dan jangan lupa membawa Surat Keterangan Sehat dari dokter ya!Salam Lestari!


31 Oktober 2016

Lacak Jejak Sudut Kompas

Yes Outdoor : Wow ada info menarik lagi nih bagi teman-teman yang ingin belajar navigasi darat.

Lebih tepatnya adalah Teknik Operasi Pencarian dan Navigasi Gunung Hutan. Sebuah event yang terbuka untuk siapapun yang ingin menambah wawasan navigasi darat (gunung, hutan) dan juga teknik pencarian.

Tentunya ilmu yang diperoleh akan sangat bermanfaat bagi siapapun yang aktif dalam kegiatan petualangan outdoor, termasuk gunung dan hutan.

Nah untuk itu, segera daftarkan dan ikuti pelatihannya dalam Lacak Jejak Sudut Kompas Season II.


Dengan mendaftarkan diri dan mahar sebesar Rp.85.000 kita akan mendapatkan fasilitas :

1. T-Shirt

2. Sticker

3. Buku Saku

4. Sertivikat

Kursus ini akan diselenggarakan pada 5 - 6 November 2016 yang mengambil lokasi di Kawasan Hutan Gunung Sawal, Kabupaten Ciamis.

Nah, menarik sekali kan untuk diikuti? Segera daftarkan kesertaan teman-teman, karena waktu pendaftaran terbuka sampai Rabu, 2 November 2016 nanti.

Info lengkap bisa diperoleh melalui contact person berikut :
  • Alan Jungle 087826254097
  • PeGe 083826332536
  • Gebah 085220555109
  • Desur 082285761890
  • N'cho 082319623355
  • Agung 083827223411

Bandung Outdoor & Photography Exhibition 2016

Yes Outdoor : Ada sebuah event menarik nih untuk para pecinta photography maupun kegiatan outdoor.

Sebuah event yang mengambil tajuk Bandung Outdoor & Photography Exhibition 2016 bakal diselenggarakan di Bandung, tepatnya di Gedung MD Plaza, Dalem Kaum No.48 - 52 Bandung.

Penasaran dengan acara menirk ini? Berikut ini ada beberapa point yang bisa disampaikan mengenai acara ini :

Bandung Outdoor & Photography Exhibition 2016
- Pertemuan Penggiat Outdoor dan Fotografi (Alam bebas)
- Pameran dan Bursa Jual Beli Produk Peralatan / Perlengkapan Outdoor dan Fotografi
- Bursa Barang "Second" outdoor dan Fotografi
- Sharing Ilmu, Coaching clinic, Talkshow,
- Kampanye Lingkungan Hidup dan Isu Kelestarian Lingkungan
- Lomba Fotografi (Thematic) dan Pameran Foto
- Live Music Perform (akustik)

- Pelaksanaan : Tanggal : 2 - 4 Desember 2016

- Tempat : Gedung MD Plaza, Jl Dalem Kaum No 48 -52 Bandung Kawasan Alun Alun Asia Afrika BANDUNG JAWA BARAT

INFO DETAIL :
- Sponsorship/ Partnership
- Stand Niaga (Paid, Low Price)
- Stand Komunitas (Free)
- Kontribusi Acara
- Undangan Komunitas (free LIMITED Tickets)

dan lainnya

Silahkan kontak langsung :

085871187887 (BIN) - sms, wa, call
58597090 - Bbm
081220814978 (GALIH)
Email : bopexbandung2016@gmail.com

27 Oktober 2016

Papandayan, Berkesan Banget Tapi Masih Bingung

Yes Outdoor : Malam itu ceritanya den Baguse Hari Satria curhat tentang pengalamannya ke Papandayan. Sayang sekali saya gak bisa ikut gabung dengan dia dan rombongannya, karena saat itu sedang ada event identik ke lain tempat.

Sebelumnya doi udah merasakan keindahan gunung Gede. Ups jadi inget kasusnya kakang Parman wkkk.

Nah, saat ke Papandayan mereka (Hari Satria, Kakaknya dan Hari Lehor) dari Jakarta berangkat menuju ke pool bus Primajasa yang.. ups.. katanya gak tahu dimana tuh, haha...

Okelah, anggap saja mereka telah menemukan pool itu dan setelah satu jam menunggu, akhirnya bus yang dinantikan datang juga. Bus yang akan mengantar mereka menuju Garut.

Sudah umum sih kalau bus Garut memang laris manis oleh penumpang, sehingga untuk naikpun mereka harus berebutan. Tas ransel mereka simpan di bagasi.




"Kepikiran juga sih selama perjalanan ketika bus berhenti menurunkan penumpang, mata selalu aktif ngawasin, jangan-jangan tasnya kebawa tuh, bisa celaka deh"
katanya.

Kata den bagus Hari, perjalanan dari Jakarta menuju Garut tuh 4 jam, karena seingat dia bus berangkat jam 10 malam dan sampai di terminal Guntur jam 3 an. Terus aku bilang ya 4 jam lebih sekian lah. Katanya, oh iya 5 jam, sambil manggut-manggut wkk

Perjalanan di Papandayan

Pokoknya sampai di terminal mereka seperti di luar negeri, karena bahasa yang digunakan kedengaran asing dan membuat mereka roaming untuk sejenak menerjemahkan sebihsanya untuk sedikit paham.

Asli, mirip di negeri asing. Bahasanya asing juga, cuma sering denger aing aing dan atuh wkkk..



Sejenak kemudian mereka menuju sebuah mushola untuk sekedar istirahat, sholat subuh juga ngopi. Ketika yang lain asik ngobrol sambil ngopi, den Baguse Hari malah tertidur pulas.. hmm.. pantesan badan segede gaban wkkk.

Setelah shalat subuh, mereka melanjutkan perjalanan menuju Papandayan.

"Kesurupan a?". "Hah?" kata den Bagus denger ada orang menanyakan kesurupan a? "Siapa yang kesurupan?" den Bagus berfikir keras!

"Bukan kesurupan a, tapi mau ke Cisurupan a?" Den Bagus baru tersadar jika yang menanyakan adalah kernet angkutan menuju Papandayan yang menanyakan apakah mereka akan ke Cisurupan. wkkk.. mandi bro..

Akhirnya mereka naik angkutan ke tanpa mencarternya, biar ngirit sih meskipun harus nunggu agak lama. Tapi akhirnya mereka meluncur juga ke Cisurupan.

Perjalanan sekitar satu jam ketika mereka sampai di sebuah gapura desa Cisurupan. Kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan mobil pickup setelah seorang supir menawarinya angkutan ke Papandayan.

"Mau ke Papandayan a?". "Iya atuh kang, masa ke Merapi?" wkkkk katanya.. Saya gak percaya deh kalau den Baguse Hari menjawab begitu. Paling juga cuma senyam senyum cengengesan yang bikin tuh sopir bingung wkkk.

Intinya dari sana mereka naik mobil tersebut, setelah menunggu penuh oleh pendaki yang lain. Dalam perjalanannya doi sempet kaget dengan jalur yang dilalui yang nanjak dengan jalanan yang alamaak.. rusak.

Setengah jam kemudian sampailah mereka di gerbang Papandayan. Kebetulan pagi itu loket belum buka dan rupanya status gunung sedang ditutup. Alamaak.. sempat bingung dengan situasi tersebut.

Akhirnya setelah diskusi dengan pendaki lain yang sama-sama naik mobil dari kesurupan, eh Cisurupan mereka memutuskan tetap lanjut. "Iya tetep lanjut kang!", katanya

Hutan Mati Gunung Papandayan

Tapi sebelum jalan, mereka berfoto ria dulu disekitar Camp David, naik menara pula mirip film action dah.

Setelah puas berfoto ria di sana, mereka segera bergegas untuk melakukan pendakian. Waktu itu kalau gak salah 1 Juni 2013.

Perjalanan bersama tersebut harus diakhiri karena rombongan memiliki arah yang berbeda, ada yang ke kawah dan rombongan den Bagus menuju ke arah Pondok Salada.

Medam gunung Papandayan tuh banyak memiliki batuan kerikil, mirip di area puncak-puncak gunung di Jawa Tengah. Kalau diinjek bisa bikin kepleset! Tapi saya gak kepleset, karena makai sepatu baru tuh wkkk.. sombong banget sih den Bagus yang pakai sepatu baru.

Sampai di jembatan mata air istirahatlah mereka sejenak disana, sesekali bertemu dengan penduduk sekitar yang sepertinya mau ke ladang, sebagian dari mereka ada yang menggunakan motor modifan oiiiy.. jadinya kuat nanjak deh itu motor.

Bahkan ada juga yang rodanya dikasih rantai. Alamaak.. den Baguse Haru jadi teringat motornya yang dilego wkkk.. "Asem dadi kelingan montorku sing di dol wkkk "

Setelah melakukan 2 jam perjalanan akhirnya sampai juga mereka di Pondok Salada. "Sebuah tempat yang sangat luas dan indah", ucapnya. Bikin betah berlama-lama disana.

Pendakian Gunung Papandayan

"Aduh gusti pengin kesana lagi ini
" katanya. "Pokoknya nyaman dah, kan udah ada toilet portable dengan air berlimpah bro". Den Baguse semangat banget ceritain tuh Pondok Salada.

"Situasi di sana saat itu lagi sepi kang. Cuma ada kami dan beberapa pendaki saja dilokasi yang indah itu. Akhirnya tenda berdiri, memasak makan deh.. Sepi benar, tenda pun berjauhan"
.

Singkatnya mereka seharian disitu, ngobrol ngalor ngidul, nyantai dan foto-foto sama Hari Lehor. "Sebenarnya saya pengin motret kakak saya yang lagi tidur kang, tapi gak jadi hehe" kata den Baguse Hari.

Menyambut malam hari den Baguse mencari kayu bakar alias repek untuk membuat api unggun. Kemudian, mereka menyalakan api unggun tersebut. "Benar-benar free rasanya kang"


Den Baguse Hari Satria semangat banget cerita tentang keindahan Papandayan

"Asli disana seger banget, saya beberapa kali ngambil air dan wudhu disana. Benar-benar sebuah gunung yang memanjakan pengunjungnya dengan pemandangan dan air yang melimpah. Jadi gak ada istilah gak wudhu dan sholat. Kan airnya banyak"

Pagi harinya, Minggu 2 Juni 2014 Hari Lehor membuat roti bakar dan minuman serta masak mie kuah tuh, karena kita gak bawa beras. Jadilah sarapan pagi yang nikmat.

Sekitar jam 9  kita bongkar tuh tenda dan melanjutkan perjalanan menuju Tegal Alun. Tegal Alun tuh semacam padang edelweis ya. Pokoknya banyak banget edelweis tumbuh disana.

Perjalanan ke Tegal Alun terasa cukup melelahkan karea langsung nanjak selepas Pondok Salada. Tapi gak butuh waktu lama lah, apalagi sesampainya di Tegal Alun lagi-lagi kita mendapatkan area yang landai.

Jadi, naik ke Papandayan tuh sebenarnya nyaman banget wkkk..

Jepret sana sini sampai pose gak karuan, pose gak jelas selama di Tegal Alun. Oia, sebenarnya saya (Den Baguse Hari) masih bingung nih tentang puncak Papandayan. Sebenarnya tuh yang mana? Mungkin kang Jo tahu ya?

Yang jelas waktu masuk hutan setekah Tegal Alun kami masuk area seperti puncak tapi gak ada tugu atau tanda sama sekali yang menunjukkan itu puncak kang?

Asli bingung euy! Pokoknya setelah puas di Tegal Alun kami melanjutkan perjalanan kembali mengikuti jalan setapak yang membawa ke Hutan Mati.
Woww.. pemandangannya..

Dari Hutan Mati, kami terus melewati kawah dan sampai kembali di Camp David siang harinya.

Nah itulah dongen dari den Baguse Hari Satria yang ke Papandayan, bisa menikmati keindahannya tapi masih aja bingung. Pokoknya itu katanya salah satu perjalanan yang sangat berkesan untuk Den Baguse Hari karena berasa nyaman banget.

Doi nanya lagi, seperti apa ya sekarang setelah sempat dikelola pihak swasta dan sempat terjadi huru-hara juga disana?
.

20 Oktober 2016

Bincang Dengan Mas Babo - Super Porter

Yes Outdoor : Saat ini mendaki gunung  tumbuh subur kembali di tanah air. Banyak orang yang belum pernah mendaki ingin sekali bisa mendaki gunung. Tapi terkadang merasa kesulitan untuk bisa mendaki gunung karena berbagai alasan dan faktor lainnya.

Dari sekian banyak faktor penghambat seseorang bisa mendaki gunung diantaranya adalah :
  1. Tidak ada atau sulit mendapatkan teman untuk mendaki yang berpengalaman
  2. Kurang memahami bagaimana prosedur pendakian gunung itu
  3. Keterbatasan pengetahuan tentang pendakian gunung
  4. Tidak adanya peralatan yang memadai dan kurang memahami jenis peralatan tersebut
  5. Tidak mengetahui tehnik pendakian gunung yang baik dll
  6. Menentukan waktu pendakian yang tepat

Nah dari beberapa pertanyaan yang kerapkali muncul, saya teringat dengan salah seorang yang bisa jadi solusi bagi siapapun yang ingin mendaki gunung.

Dia adalah mas Babo, seorang pendaki gunung juga pemandu ataupun porter yang telah berkecimpung dalam dunia pendakian gunung di Indonesia dalam waktu yang lama. Bisa menjadi solusi untuk pendakian menjadi lebih nyaman dan aman :)


Babo - Super Porter
Aksi Mas Babo nih

Yes Outdoor sempat sedikit berdiskusi mengenai aktivitas pendakian gunung dan juga hal lain dari aktivitas mas Babo ini.

Berikut sedikit obrolannya :

Yes Outdoor : Sejak kapan mas Babo suka mendaki gunung?
Babo : Aku mendaki sejak usia 27 tahun tepatnya thn 2007
Yes Outdoor : Apakah naik gunung sekarang ini sudah menjadi mata pencaharian mas Babo?
Babo : Bukan untuk mata pencaharian tapi hanya sekedar hoby yang ku jadikan kerjaan selain kerjaan tetapku untuk berbagi ilmu kepada semua teman-teman khususnya yang di pandu / diporter/atau dianter

Yes Outdoor : Menurut mas Babo, Anda ini lebih suka disebut pemandu pendakian atau porter atau lainnya?
Babo : Apapun sebutannya buatku semua suka asal jangan dipanggil senior karena aku juga masih banyak kekurangannya dan masih banyak belajar

Yes Outdoor : Pendakian yang paling berkesan itu waktu kemana mas?
Babo : Setiap pendakianku semua berkesan karena disetiap pendakiannku aku selalu berbagi ilmu dan saling tolong menolong kepada teman teman walaupun baru ketemu ataupun kenal sekalipun disaat dia membutuhkan pertolaongan
Babo - Pendaki gunung, super porter
Bersama international tourist


Yes Outdoor :
Apakah mas Babo memiliki prinsip tertentu ketika mengantar orang mendaki gunung?
Babo : Prinsipku Komitmen , penuh tanggung jawab dan selalu membuat orang yang di pandu /diporter/didampingi agar bisa merasa nyaman aman dan puas dalam minikmati pendakian atau liburannya , karena aku adalah tugasnya melayani jadi aku selalu mengutamakan pelayananku yang terbaik.

Yes Outdoor : Oh ya, apa saran mas Babo untuk para pendaki supaya bisa sukses dalam setiap pendakiannya?

Babo : Untuk suskses sampai di tujuannya atau puncak , selalu yakin dengan keputusannya , dan semua diniati dengan ikhlas sabar dalam menjalani atau melakukan semua kegiatannya dan jangan takut mengahadapii resiko walaupun sudah safety

Yes Outdoor :
Apakah mas Babo ada tips khusus supaya bisa memiliki tenaga extra
Babo : Untuk tenaga extra semua butuh latihan dan semua bisa karena sudah terbiasa dan menjalani dengan semangat sabar ikhlas dan diniati untuk ibadah 

Pendaki gunung, porter, pemandu
Di jalur Kawah Ratu
Yes Outdoor : Apakah mas Babo bisa mendaki / memandu pendakian atau sejenisnya untuk para pendaki atau seseorang yang membutuhkan pendampingan untuk mendaki gunung ?
Babo : Jika ada yang ingin di porter / dipandu / di anter kemanapun aku siap mendampingi dan juga menyiapkan alat-alatnya jika belum ada alat-alatnya.

Yes Outdoor : Berapa sih budget yang harus dikeluarkan?
babo :Untuk masalah tarif atau harga bisa dibicarakan dengan damai seperti yang sudah-sudah dan sering aku lakukan pada orang-orang yang minta dianter atau dipandu atau juga diporteri

Yes Outdoor : Terakhir nih. Kalau ada yang ingin dipandu / didampingi harus menghubungi kemana? Mungkin ada no telpon atau yang lain?
Babo : Kalau ada yg mau yang membutuhkan aku bisa menghubungi ke nomer 081227221011 atau BBM D37FF339 atau WA 081227221011 

Demikian obrolan singkat dengan Mas Babo. Semoga bermanfaat khususnya bagi teman-teman yang sedang mencari pemandu atau porter untuk mendaki gunung. Nyari porter? Nyari Pendaki? Mas Babo dong :)

Jangan ragu untuk langsung menghubungi mas Babo :) Karena doi orangnya baik dan ramah yang Insya Allah bisa membantu untuk mengantarkan ke berbagai gunung di Indonesia

Trimakasih mas Babo untuk sebuah obrolan singkat yang bermakna ini, semoga sampean bisa terus eksis memberi yang terbaik untuk semua orang.

Lomba Napak Tilas Route Gerilya Banjarnegara Berjuang

Yes Outdoor : Lama juga gak posting info tentang lomba ya setelah terakhir kompetisi wall climbing di Unisi.

Kali ini ada lagi nih info lomba yang akan diselenggarakan pada 10 November 2016 nanti. Pada ikutan yuk untuk meramaikan dan menyukseskan event ini.

Penasaran dengan event yang dimaksud? Simak aja ulasan berikut ini :

Event : NAPAK TILAS - ROUTE GERILYA BANJARNEGARA BERJUANG Periode XXIII

Waktu : 10 - 12 November 2016

NAPAK TILAS - ROUTE GERILYA BANJARNEGARA BERJUANG Periode XXIII

Napak tilas ini akan mengambil rute dari Prigi - Pesangkalan - Gentansari - Alun-alun Banjar Negara.

Dengan mengikuti lomba napak tilas ini, peserta akan mendapatkan fasilitas seperti :

1. Atribut Perserta ( Kaos, Co-Card)

2. Piagam

3. Akomodasi Selama Kegiatan
Biaya Pendaftaran
Perorangan : Rp.85.000
Beregu Pelajar : Rp.170.000

Pendaftaran dibuka mulai 10 Oktober - 9 November 2016
Tempat Pendaftaran : Sekretariat DPD KNPI JL. Dipayuda No.16 C Komplek Setda Kab. Banjarnegara

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi Sekretariat KNPI Banjarnegara di 082313194333 atau 085227754748

Selaki lagi jangan lewatkan kesempatan ini dan daftarkan segera untuk mengikuti event yang bernuansa perjuangan dan untuk menyambut hari pahlawanan.

17 Oktober 2016

Coretan Dari Pendakian Gunung Gede

Yes Outdoor : Jika kita pernah mendaki gunung Gede tentu akan memiliki cerita yang bisa dikenang maupun di bagikan ke orang lain. Sebenarnya sih bukan cuma gunung Gede, tapi setiap kisah pendakian kita dimanapun itu bisa dijadikan sebagai penambah wawasan maupun informasi.

Kebetulan den Baguse Hari Satria cukup lama juga mengirimkan sebuah artikel usang mendaki gunung Gede nih bro.. sist.. Cuma baru kali ini bisa kita publish di Yes Outdoor karena adanya berbagai kesibukan adminnya :)

Langsung aja kita simak..

Kembali saya Den Baguse Hari Satria ingin berbagi salah satu kisah pendakian yang masih saya kenang karena penuh intrik menarik. Sepertinya udah duluan dicolek ya ceritanya oleh kang Jo di sini?

Oke deh cekidot perjalanannya, siapkan kopi dan cemilan

Sore itu hujan mengguyur Kebumen, kami sepakat untuk memulai pendakian ini  dengan menentukang meeting point di rumah saya yang lokasinya sangat strategis untuk berangkat ke stasiun.
Pangrango dibelakang
Kami, Saya, kang Maman, Kukuh dan Wahyu yang semua merupakan alumni Gaspalas berangkat bersama dari rumah saya menuju stasiun Kebumen.

Sebelumnya kami mengurus simaksi. Maklumlah, untuk mendaki ke gunung Gede - Pangrango memang kita harus booking dan mengurus simaksi sebelum hari H kita mendaki. Untungnya bisa melalui jalur online.

Ini adalah prosedur baru yang baru pertama kali kami lakukan untuk naik gunung. Sempet kaget juga waktu itu, maklumlah.. kan kita masih buta soal itu.

Akhirnya kami sepakat agar urusan simaksi dan booking online untuk pendakian diserahkan kepada kakak saya yang kebetulan tinggal di Jakarta dan akan ikut juga dalam pendakian.

Perjalanan
Dari rumah saya secara bergantian keempat manusia yang ikut dari Kebumen dilangsir satu persatu menggunakan satu motor wkk.. beberapa kali balikan deh sampai semua lengkap.

Pendakian gunung Gede
Foto buram pendakian gara" gagal fokyus

Dengan menggunakan kereta Progo seharga 29 ribu per tiket, kami menuju Jakarta dan berdiri pula hampir sepanjang jalan wkkk.. Maklumlah waktu itu management KAI masih acak adul kaya s i Tian wkkk..

Perjalanan malam dan panjang menuju Jakarta kami habiskan dengan ngobrol dan tidur, lebih banyak tidurnya sih.. meskipun itu dipaksain

Wus wuus wuus sampe Jakarta pagi hari sekitar pukul 3. Saya turun di Jatinegara untuk singgah di tempat tinggal kakak saya. Sementra itu kang Maman cs trus melaju sampai Manggarai atau pasar Senen ya? Oh Pasar Senen.

Dari sana mereka melanjutkan perjalanan ke Bogor menggunakan KRL untuk selanjutnya istirahat sejenak di rumah kang Andre, seorang alumni Gaspala juga tuh.

Mentalitas jam karet si Trio Lemot
Entah bagaimana kisah mereka menuju Bogor, yang jelas saya meluncur ke Sukapura, tempat dimana Kakak saya tinggal bersama teman-teman kerjanya.

Ba.. bi.. bu.. a.. i.. u.. kami ketemu ngobrol ini itu akhirnya ketika menjalang siang kami belanja logistik dan melakukan packing bawaan kami.

Setelah maghrib, kami berangkat menuju terminal kampuing rambutan. dan melanjutkan perjalanan ke Cibodas. Tapi tidak semudah dan seindah yang dibayangkan, kami baru mendapat bus sekitar jam 9 malem lebih sekian menitlah.

Dari sana perjalanan dimulai menuju Cibodas, hingga menjelang jam 1 pagi kami baru sampai di Cibodas. Sementara kang Maman yang gelisah, Kukuh dan Wahyu sepertinya masih tertidur ngorok di rumah kang Andre.

Sesampainya di Cibodas kami langsung menuju ke warung makan yang buka 24 jam untuk memesan bandrek dan juga makan. Maklumlah, kami merasakan hawa dingin dan perut keroncongan pula bro.. sist..
Cuaca cerah tapi ngelamun. Gagal Fokus nih kang Maman
Oiya warung disana tuh rata-rata unik, karena memiliki 2 lantai, seperti restoran mahal wkkk. Disana juga dijadikan tempat singgah para pendaki maupun motor raider. Yang pasti dari lantai 2 warung kita bisa melihat gunung Gede - Pangrango jika cuaca cerah.

Paginya, Jumat sekitar jam 8 jam kantor TNGP mulai buka. Saya inget betul karena sempat jumatan di masjid Balai Taman Nasional Gede Pangrango.

Tapi mereka yang ada di Bogor belum juga menampakkan batang hidungnya. Bau badannya juga belum kecium tuh. Sepertinya mereka menggunakan azas jam karet.

Segera saya menghubungi mereka untuk segera menuju Cibodas, karena simaksi udah keluar tuh tuh.
Awas kesambet. Dilarang ngelamun di hutan kang Maman!
Bener saja, kang Maman sempat kaget dan hampir shock berat mendengar kabar dari saya pagi itu. Mereka belum mandi apalagi sarapan. Untungnya posisi mereka di Bogor, coba kalau masih di kreta dan kebawa balik lagi ke Kebumen... wkkk.. ancur minah!

Dengan disabar-sabarin kami menunggu Trio Lemot ini hingga jam 10 lebih sekian mereka muncul juga di Cibodas. Selanjutnya mereka saling bertutur sapa dan kenalan dulu. Selanjutnya cek list alat dan bekal, langsung deh mulai naik.. dan gak lupa berdoa dulu dong biar gak nyasar seperti di Slamet wkk..

Tapi kami gak langsung naik tuh, setelah melalui diskusi hangat diputuskan untuk menunda pendakian setelah shalat Jumat di masjid TNGP . Jadi stlh jumatan alias jam 1 baru start naik nih...
Alhamdulillah, muncak juga nih bro.. sist..
Sempat foto-foto di tembok selamat datang,tapi sialnya kamera kurang berfungsi normal, hasilnya blur semua wkkk.. a sudahlah, lanjut naik juga karena cuma bawa 1 kamera.

Ditengarai waktu itu kami belum menguasai kamera, sehingga hasilnya buram wkkk.. dasar, gara-gara Trio Lemot nih kamera jadi burem wkkk..

Melewati tanjakan setapak berbatu, jembatan dari kayu dan pertigaan Cibeureum, selanjutnya terus naik.. Di perjalanan kami sempat ngobrol juga sama bule-bule yang juga sedang naik. Kukuh sama Wahyu sih yg ngobrol was.. wess.. woss.. wkkk.. kalau saya gak mudeng blas english-englishanlah pokoke.

Menjelang sore kami sampai di air panas, disitu coba foto lagi, tapi hasil masih blur.. emang dasar nih (yang make) kamera wkkk..
Wooow.. kereeen... wkkk
Terus lanjut, smpai di Kandang Batu, disitu istrhat karena hampir magrib. Teman kakak saya juga udah kelelahan, dia minta camp disitu.

Akhirnya ditemani 1 orang, mereka camp disana, sementara saya dengan personil lainnya masih lanjut ke atas. Sepertinya kami memaksakan diri deh.

Sampai sekitar 10 malam, kamipun akhirnya tepar!!!!! Untungnya udah nglewati Tanjakan Setan dan posisi saat itu di sekitar Hutan Cantigi sebelum kawah.

Diputuskan camp di sana setelah mencari lokasi untuk ngecamp yang sangat ideal. Tenda berdiri, langsung tidur...zzzz Kang Maman gelisah tapi tidurnya ngorok srak.. srok.. yakin jan.. wkkk...

Muncak

Paginya, hari Sabtu saya bangun karena perut lapar.. eh kebetulan banget ada yang jual nasi waktu itu, yap, nasi uduk... bro.. sist.. nyobain beli 1 bungkus  gak pake daging. Hmm.. enak.. juga untuk ukuran orang kelaparan. Boleh juga tuh 10 ribu per bungkusnya wkkk.. Jadi inget mbok Yem di  Lawu bro... sist..

Gak lama kemudia kang Maman dll juga bangun. Mungkin mereka mendengar saya makan grauks.. grauks.. haha. Tapi mereka gak pada beli tuh. Akhirnya masak untuk sarapan.

Selesai masak kami melanjutkan perjalanan muncak yang tertunda. Samai juga kami di tugu puncak. Entah apa itu, aku menyebutnya tugu ya wkkk...

Disana kami berfoto ria jeprat jepret cekrak cekrek.. Kukuh ngajak turun ke alun-alun Surken waktu itu. Saya yang belum pernah ke Suryakencana otomatis penasaran juga tuh.

Haha.. jadi inget kisa sebelumnya. Sebelum turun ada gelagat aneh dari kang Maman. Dia seperti sedang ada masalah. Asli ini sih sedang ada masalah. Bisa dilihat dari raut wajahnya yang serius.
Den Baguse Hari Satria - Bengis tapi kalem :)
Entah bengis mungkin? tapi bukan. Karena dari kemarin dia sepertinya terlihat gelisah dan sering ngelamun. Yang jelas gak mau senyum sedikitpun. Padahal biasanya selalu cengengesan!!!

Setelah dilakukan interogasi dan penyelidikan akhirnya doi mau cerita dikit. Barulah konangan, eh terkonang eh.. ketahuan kalau ternyata ada masalah dengan ijin keluarganya wkkk.. Tambah pucat dah tuh orang wkkk..

akhirnya kang Maman memutuskan untuk turun duluan, sendirian. Tega banget tuh orang meninggalkan kami di puncak. Srosot.. dia meluncur kembali ke bawah dengan perasaan gak karuan pastinya.

Entah gimana kisah perjalanan turun gunungnya kang Maman, tapi semoga tidak separah waktu turun dari Sindoro dimana dia mengubur kenangan masa lalu di area puncaknya wkkk.

Dari informasi yang saya dapat dari kang Jo, saat itu doi sempat terjadi "perang" dingin atau perang panas antara dua kubu yang berseteru. Alamaak.. begitu jadinya kisahmu kang Maman....

Dan saya juga baru tahu cerita berikutnya ketika turun di Cikini sempoyongan dan terjatuh lalu ditolong tukang ojek karena dikira orang mabuk wkkk.. parah... Mungkin karena efek maksain turun gunung langsung lanjut ke Jakarta tanpa menikmati keindahan pesona alam gunung Gede tuh

Lupakan kang Maman

Saya, Wahyu dan kakak saya turun ke alun-alun Surken, sementara  Wahyu memilih tidur di tenda sekaligus bertugas untuk menjaganya. Gak banyak yang kami lakukan di alun-alun surken. Sekedar foto-foto, nyoba cuci muka di mata airnya, terus naik lagi deh.
Tidur Gelisah & Ngorok Tapi Ngimpi Indah wkkk

Buat yang penasaran dan belum pernah kesana bisa googling atau acak-acak group FB deh, karena saya bingung harus ngejelasin gimana nih wkk. Pokoknya sekarang sudah banyak yang upload foto-foto keindahan Alun-alun Surya Kendana dll.

Akhirnya kami kembali naik menuju tenda. Sampai kembali disana udah agak siang. Kabarnya temen kakak saya yang nge-camp di Kandang Batu tidak melanjutkan kembali perjalanan ke puncak, sehingga kami semua memutuskan untuk segera turun siang itu juga.

Oh ya, bicara aturan main di gunung Gede tuh terbilang ketat. Yang sangat jelas yaitu dilarang membuang sampah sembarangan. Saat turun nanti akan di cek tuh sampah bawaan kita, dilarang memetik edelweis, dilarang mengotori mata air ( maksdnya BAB sembarangan, pake shampo, odol, sabun dll jg ga boleh dll.

Pokoknya sepengalaman saya naik gunung Gede itu yang paling ketat. Mulai dari perijinan dan aturan main disana. Termasuk waktu pendakian cuma dibolehkan 2 hari.

Itu sekelumit kisah pendakian gunung Gede lewat Cibodas. Trimakasih udah mau nyimak kisah saya ini. Semoga bermanfaat untuk yang sudah maupun yang akan kesana.
.

16 Oktober 2016

Makna Dari Suatu Pendakian

Yes Outdoor : Suatu pendakian gunung tentunya bisa memiliki bermacam kisah maupun pengalaman.

Salah satu hal yang bisa kita ambil dari pendakian gunung adalah pelajaran tak rertulis.

Tentu kita mengetahui bahwa pendakian gunung merupakan suatu proses, suatu perjalanan dimana setiap pendaki memiliki banyak hal yang bisa kita ambil dan dipelajari.

Yah, begitulan pendakian gunung. Orang bilang dengan mendaki gunung maja kita bisa menilai, mengamati untuk bisa memahami karakter seseorang.


Gak perlu diulas disinilah, tentu kita sudah mengerti ini. Siapa yang punya sifat a, siapa yang punya sifat b dst.

Secara umum dalam setiap pendakian adalah belajar. Yap.. Belajar untuk diri pribadi dan juga belajar menghargai lingkungan sekitar juga menghargai hidup (kehidupan / ekosistem).

Masalah sampah adalah suatu contoh nyata. Bisakah kita belajar untuk tidak meninggalkan sampah sebagai tanda pribadi yang disiplin dan  peduli lingkungan, karena sampah merupakan tanggung jawab pribadi, bukan tanggung jawab pengelola.

Ingatlah, kita membayar simaksi ataupun retrubusi bukan berarti menyerahkan urusan sampah kita ke pihak lain, tapi kita memiliki tanggung jawab masing-masing terhadap lingkungan dan juga keselamatan dalam perjalanan.

Jadi dengan pendakian kita belajar untuk kebaikan pribadi dan juga memperhatikan kelestarian lingkungan.
.

13 Oktober 2016

Awas Jateng Rawan Hujan dan Badai

Yes Outdoor : Bagi teman-teman yang sedang mendaki di berberapa gunung di Jawa Tengah agar selalu berhati-hati dan waspada nih.

Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menginformasikan bahwa curah hujan dengan intensitas ringan dan sedang mulai Kamis (13/10) siang sampai awal malam bakal terjadi secara bervariasi di wilayah Jawa Tengah.

Daerah dimaksud diantaranya adalah Wonosobo, Temanggung, Banjar Negara dan Purwokerto.



Meskipunini hanya sebuah prakiraan cuaca, tetapi ada baiknya untuk menyikapinya dengan bijaksana. Khususnya saat sedang melakukan pendakian, maka cuaca merupakan salah satu faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya pendakian yang dilakukan.

Seperti kita ketahui di daerar tersebut ada beberapa gunung yang menjadi favorit pendaki seperti Sumbing, Sindoro, Slamet, Prau. Tapi tidak menutup kemungkinan juga gunung-gunung lain di sekitarnya terdampak oleh cuaca tersebut.