26 September 2016

Jangan Pernah Foto Selfie di Lokasi Bencana!

Yes Outdoor :Bencana banjir bandang yang melanda Garut dan Sumedang merupakan suatu tragedi, bencana alam yang menimbulkan banyak korban jiwa juga kerugian materi ataupun non materi yang sangat besar.

Sebuah bencana alam selalu menimbulkan trauma dan kepedihan bagi siapa saja yang mengalaminya. Maka sudah sewajarnya jika kita yang tidak mengalaminya ikut meringankan beban para korban bencana tersebut.

Gak cuma di Garut, tapi juga di daerah lainnya yang sedang mengalami musibah. Banyak peran kita untuk mereka, para korban bencana alam supaya bisa sedikit mengurangi penderitaannya.

Bisa dengan bantuan obat-obatan, bahan makanan pokok dan kebutuhan hidup lainnya, pakaian layak pakai, aktivitas langsung di lokasi bencana serta doa yang kita panjatkan bisa jadi suatu hal yang bisa meringankan beban mereka.

Khusus yang terjun langsung di lokasi bencana, patut kita garis bawahi dan diingat. Bahwa ketika berada di lokasi bencana, artinya kita sedang berdiri di tengah kepedihan dan penderitaan banyak orang.

Jangan Pernah Foto Selfie di Lokasi Bencana!

Jangan sesekali berbuat yang tidak memiliki sense of morality. Seperti kita ketahui bersama saat ini media sosial bisa dijangkau siapapun. Kita gak perlu membagi informasi kita, khususnya jika hanya sekedar menunjukkan eksistensi di lapangan.

Percayalah, para korban bencana tidak membutuhkan itu. Apalagi jika itu sekedar selfie atau ajang pamer diri atau bendera kelompok. Jadi, sebaiknya menjadi relawan yang sebenar-benarnya relawan untuk bisa merasakan dan membantu kepedihan korban bencana alam.

Jadi ketika kita melihat siapapun berselfie ria di lokasi bencana, jangan ragu untuk menegur dan mengingatkan yang bersangkutan, bahwa lokasi bencana dan korban bukanlah obyek yang tepat unuk berselfie. Ada penderitaan, kepedihan, dan tangisan!

Selfie di lokasi bencana? Tindakan tak bermoral!
.

22 September 2016

Hipotermia - Penyebab dan Cara Menanganinya

Yes Outdoor : Salah satu kasus yang seringkali ditemui dalam aktivitas outdoor khususnya pendakian gunung adalah hipotermia.

Hipotermia merupakan penurunan suhu tubuh dibawah batas normal suhu badan yaitu 36/37 derajat Celcius, sehingga organ tubuh tidak berfungsi semestinya

Gejala umum dari hipotermia misalnya, kedinginan, lemas, menggigil, pucat, disorientasi, bibir membiru, merancu dan tidak bisa mengontrol kesadaran (seperti sedang kesurupan) hingga pingsan.

Semakin lemah dan tidak bisa mengontrol kesadaran dirinya, artinya korban dalam keadaan makin parah. Untuk itu, sebelum semuanya memburuk, segerakanlah  memberi pertolongan pada korban.


Penyebab Hipotermia


Umumnya hipotermia disebabkan oleh :

1. Udara dingin
2. Menggunakan pakaian basah ( oleh air atau keringat )
3. Kurang asupan nutrisi ( makanan dan minuman )

Ketiga hal tersebut biasanya saling terkait satu sama lain, makanya sangat dianjurkan saat melakukan suatu aktivitas di alam terbuka, kita bisa mengontrol diri sendiri dari ketiga untur tersebut.

Yang harus selalu terpenuhi adalah tenaga / energi yang dihasilkan dari makanan atau minuman (3). Artinya untuk bisa terhindar dari hipotermia, kondisi fisik kita harus dalam keadaan kuat karena nutrisi yang cukup.

Selanjutnya, udara dingin dan pakaian basah (1&2). Perhatikan itu, khususnya saat kita istirahat atau diam dalam waktu lama. Kalau memang kita mau istirahat lama, seperti ngecamp atau menunggu cuaca membaik dalam tenda sebaiknya cek pakaian. Jika basah segera ganti dengan yang kering.


 
Penanganan

Pastikan korban segera mendapat penanganan yang tepat, sehingga kondisinya tidak semakin memburuk dengan :

  1. Jangan membiarkan atau meninggalkan korban seorang diri
  2. Melindunginya dari hawa dingin, termasuk hembusan udara atau angin
  3. Cek pakaian, jika basah segera ganti dengan yang kering dan hangat
  4. Gunakan thermal blankate untuk menjaga suhu tubuh tidak terus turun dan stabil
  5. Masukkan ke dalam sleeping bag
  6. Berikan asupan minuman dan makanan hangat yang mengandung kalori
  7. Bisa juga menaruh botol berisi air hangat dibagian perutnya, gerakkan perlahan dan merata
  8. Usahakan untuk tetap menjaga kesadarannya dengan jalan mengajak komunikasi. Terkadang korban merancu, ngomong gak jelas dan gak teratur, bertingkah seperti orang kesurupan, usahakan untuk bisa menenangkannya

Hipotermia itu membutuhkan kejujuran

Ya, hipotermia itu membutuhkan kejujuran, karena sebenarnya sebelum dia menyerang, korban sudah bisa merasakan gejalanya.

Saat kita atau teman perjalanan mulai merasakan gejala tersebut, segeralah untuk bertindak yang benar. Jangan pernah mengacuhkan dan menganggap sepele. Kita ( atau korban ) bisa memberitahukan kepada teman seperjalanan lainnya tentang gejala dan kondisi yang terjadi, atau segera mengkonsumsi makanan, karena hipotermia bisa datang dari perut kosong.

Jika kita sudah merasakan gejalanya, jangan memaksakan seolah kita dalam keadaan sehat dan baik-baik saja, karena itu tindakan yang salah.

Ingatlah bahwa hipotermia adalah penyakit yang paling banyak memakan korban orang-orang yang aktiv melakukan kegiatan outdoor seperti pendakian gunung.

Jadi sebenarnya hipotermia bisa dideteksi dan dikenali gejalanya, tapi kita harus jujur pada diri sendiri juga pada teman seperjalanan.

Selanjutnya adalah bagaimana kita bisa menanganinya dengan baik, supaya kondisi korban tidak semakin buruk.

So, mendaki gunung bolehlah kita gagal mencapai puncak, tapi menangani hipotermia kita harus berusaha maksimal untuk berhasil, dan bisa melanjutkan kembali perjalanan meski harus menunda sampai kondisi kembali kondusif atau mengulanginya dilain waktu.

21 September 2016

Tips Saat Terjebak Cuaca Ekstrim

Yes Outdoor : Salah satu faktor yang bisa menentukan sukses tidaknya suatu aktivitas outdoor seperti pendakian gunung adalah cuaca.
Tips Saat Terjebak Cuaca Ekstrim
Kabut dan badai salah satu cuaca ekstrim yang sering dihadapi
Semakin bersahabat cuaca, maka kemungkinan perjalanan kita sukses sesuai tujuan awal akan semakin besar, tapi saat cuaca tidak bersahabat atau bahkan berubah secara ekstrim maka itu bisa mengganggu rencana yang telah ditentukan sejak awal.

Kita tidak bisa menghindari cuaca tersebut, tetapi pada prinsipnya kita bisa menyikapinya dengan baik untuk bisa bertahan atau berlindung.

Yap, bertahan dan berlindung adalah dua hal yang menarik untuk kita garis bawahi.

Cuaca buruk yang biasanya datang adalah berupa hujan, badai dan juga kabut tebal, atau biasanya juga merupakan kombinasi dari ketiganya.

Lalu bagaimana kita menghadapi situasi seperti itu?


Salah satu point yang sebaiknya kita lakukan sebelum memulai aktivitas outdoor adalah mencari informasi cuaca dari daerah yang akan kita kunjungi, sehingga kita memiliki gambaran kondisi cuaca disana.

Cuaca secara umum bisa kita kenali tanda-tandanya seperti kecepatan angin, gumpalan awan, petir. Prilaku binatang juga bisa kita jadikan bahan penilaian cuaca, misalnya jika ada pergerakan hewan secara masif, kemungkinan akan adanya perubahan cuaca yang ekstrim, seperti hujan atau badai.

Ketika situasi mulai tidak kondusif, segeralah mencari lokasi yang aman untuk berlindung, ada baiknya segera mendirikan tenda tanpa harus menunggu situasi semakin genting.

Persiapkan raincoat dan pakaian hangat seperti jaket atau sweeter, karena pada cuaca buruk, suhu udara bisa turun secara drastis.

Ada kalanya kita harus kembali ke lokasi sebelumnya yang dinilai lebih aman ketika harus menghadapi situasi ekstrim. Jangan memaksakan untuk melanjutkan perjalanan, karena bisa saja akan berakibat fatal, kehilangan orientasi yang mengancam keselamatan.

Secara visual, jika kabut tebal akan datang biasanya bisa kita amati, tapi jika memang tidak sempat mengamati dan secara-tiba-tiba pandangan telah terhalang dan membatasi jarak pandang, sebaiknya berhenti dan jangan panik. Jika masih bisa mencari lokasi yang aman, disana kita bisa membuat tempat perlindungan.

Salah satu faktor banyak orang tersesat atau hilang di alam adalah karena memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika kabut tebal.

Lakukan koordinasi dengan teman seperjalanan, pastikan semuanya lengkap dan dalam kondisi yang baik.

20 September 2016

Cara Membuat Api Menggunakan Fire Starter

Yes Outdoor : Salah satu alat penting yang biasa digunakan dalam survival adalah Fire Starter.

Apa itu fire starter? Seperti namanya, ini adalah sebuah alat yang bisa digunakan untuk membuat api.

Tidak seperti halnya dengan korek api yang cenderung lebih mudah digunakan, tapi juga rentan dan tak jarang rusak atau susah menyala karena basah.

Fire starter akan mampu memercikkan bunga api ke benda kering yang lebih mudah terbakar, sehingga kita akan lebih mudah untuk menyalakan api.

Membuat api dengan fire starter


Dari kemampuannya tersebut, fire starter bisa diandalkan untuk latihan survival, khususnya saat latihan membuat api tanpa menggunakan korek.

Nah, kebetulan ada satu senior kita nih kang Bayu Montana yang sempat membuat sebuah video tutorial penggunaan fire starter untuk menyalakan api.


Yuk kita simak ulasannya berikut :




Cara menyalakan api dengan fire starter adalah cara modern. Jurus yang satu ini sering saya gunakan, habis seru dan keren sih! hehehe..

Jangan lupa siapkan daun atau semak kering (rumput kering lebih mudah) serta pisau lipat,atau pisau skinner boleh juga pisau  survival.

Selain itu kita juga bisa menggunakan media lain yang mengandung logam / besi / baja. (Pakai pisau lipat aja bro di jamin keren, kalau ane pakai leat**n wa*)


Action :
  1. Gesekkan Fire starter pada bilah pisau yang tumpul hingga menghasilkan percikan api.
  2. Arahkan percikan api pada daun atau semak kering hingga serbuk api menjangkit pada daun atau semak kering.
  3. Setelah percikan api ada di daun cobalah untuk meniupnya secara perlahan-lahan sehingga merambat bara apinya/apinya dan menghasilkan api.
  4. Tiup hingga api menyala, di sini sering gagal,lakukan berulang ulang dan jangan bosen demi hasil terbaik.
  5. Jika sudah menyala maka laukan penambahan rumput kering dan  ranting yg agak besar agar awet apinya hehhehe.. awet kaya apaan deh ahhahah
  6. Oke untuk lebih jelasnya silahkan menganalisa video saya. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di tutorial selanjutnya.

Bayumontana

Fire Starter
Fire Starter
Fire starter ini bisa digunakan dalam keadaan darurat, atau sambil belajar bisa juga sering-sering menggunakannya saat melakukan suatu aktivitas dialam bebas.

Meskipun memiliki bermacam model, ukuran dan tentu saja harga yang harus kita tebus untuk memilikinya, tetapi fungsinya tetap sama yaitu untuk membuat api. Tentukan pilihan yang sesuai dengan selera kita dah.. haha..

Trims kang Bayu untuk materi pelajarannya. Ditunggu materi selanjutnya nih :)

19 September 2016

Bootcamp at Mt. Raung

Yes Outdoor :Tentu banyak yang ingin ke Raung. Tapi bukan rahasia umum jika kesana terkadang susah untuk mendapatkan partner perjalanan. Aneh memang!

Nah, untuk yang benar-benar ingin ke gunung Raung bersama orang-orang serius, ini dia momentum yang tepat.

Segera persiapkan segalanya untuk bisa bergabung dalam Bootcamp at Mt Raung bersama Fjallraven.

Ini dia BAP nya :


Setelah sukses dengan bootcamp Gunung Gede, Gunung Raung menjadi pilihan untuk Bootcamp selanjutnya, hayooo masih bisa nabung sampai akhir Oktober..

Naik gunung dapet doorprize product import berkualitas ya cuma di Fjallraven Bootcamp

We'll see you out there !

Fjallraven Bootcamp At Raung Mountain
 

Include :
- Guide
- Simaksi Pendakian
- Climbing Equipment
- Tshirt
- 1x makan sebelum trekking
- 1x makan sesudah trekking
- Makan selama trekking di gunung
- Ojek dari basecamp ke Pos 1 (PP)
- Air untuk memasak
- Porter untuk Tim
- Jodoh (tergantung usaha)

Price Exclude :
- Tenda Summer Time
- Camilan Pribadi
- Obat2an Pribadi
- Perlengkapan Pribadi
- Air mineral selama trekking

Yang perlu disiapkan :
- Sehat jasmani
- Sehat rohani
- Fotocopy KTP (wajib)
- Surat keterangan sehat (wajib)

NB : Yang ada keterangan wajib tidak bisa ditoleransi, mohon maaf..

Papandayan Bergejolak

Yes Outdoor : Seperti kita ketahui bersama bahwa sejak beberapa bulan kebelakang, di gunung papandayan diberlakukan tarif baru bagi semua pengunjung kawasan tersebut yang berlaku sejak 15 Juni 2016.

Penerapan tarif tersebut ternyata banyak mendapat reaksi dari berbagai pihak yang merasa keberatan, karena nilainya termasuk tinggi untuk sebuah kawasan wisata yang bisa mencapai angka ratusan ribu untuk sekali kunjungan. Sangat jauh dari tarif sebelumnya.

Berkenaan dengan adanya tuntutan dari berbagai pihak yang keberatan dengan tarif baru yang dikenakan oleh PT. Asri Indah Lestari selaku operator di Papandayan, maka untuk jangka waktu yang belum ditentukan kawasan gunung Papandayan diberlakukan tarif "Nol Rupiah".

Bahkan masyarakat dalam aksi demo juga menyegel loket di pintu masuk kawasan tersebut, seperti terlihat pada foto dibawah ini.
Papandayan Bergejolak
Aksi masa menolak komersialisasi berlebihan di gunung Papandayan

Sudah selayaknya memang, kawasan wisata alam termasuk gunung Papandayan menerapkan tarif yang wajar dan bisa diterima oleh semua pengunjung.

Bagaimanapun juga mereka (para pengunjung) tidak memiliki latar belakang finansial yang sama dan mapan serta mampu untuk sekedar masuk dan menikmati salah satu warisan keindahan alam.

Pengelolaan sebuah tempat wisata alam tidaklah harus super mahal, karena bagaimanapun setiap orang di Indonesia berhak untuk menikmati warisan tersebut.

Jangan sampai ada motif-motif bisnis yang berlebihan lagi dengan menerapkan tarif sesukanya, karena akan selalu memicu reaksi keras.
Gunung Papandayan saat ini adalah sebuah contoh Penolakan Komersialisasi Yang Semena-mena dengan memasang tarif masuk super mahal.

Semoga ini bisa menjadi contoh untuk operator lainnya dan membuka komunikasi dengan berbagai pihak dari unsur masyarakat, termasuk organisasi dan komunitas pendaki gunung / pecinta alam dan komunitas sosial kemasyarakatan yang lain.

Papandayan? Cuss..


9 Tahun Persapalas

Yes Outdoor : Persatuan Pecinta Alam Sukarelawan baru saja merayakan hari jadinya yang ke 9 tahun.

Persapalan sendiri merupakan sebuah persatuan pecinta alam sukarelawan yang didalamnya terdiri dari berbagai komunitas pecinta alam dan pendaki gunung  tanpa melepas panji-panji atau bendera masing masing untuk bergabung dalam sebuah persatuan.

Sebagai sebuah wadah persatuan, Persapalas sendiri memiliki banyak korwil yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia.

9 Tahun Persapalas

Korwil-korwil tersebut berdiri dan bergerak dengan bermacam agenda positif untuk bisa meng-explore potensi di wilayah masing-masing.

Kegiatan tersebut tidak selalu terkait dengan aktivitas pendakian gunung, akan tetapi ada juga misi sosial maupun pendidikan. Seperti yang sedang diperjuangkan oleh Korwil Indramayu yang dinahkodai oleh kang Agus, dimana mereka sedang berupaya memperjuangkan Perpustakaan Umum.

Masih banyak jika harus diuraikan disini. Tapi saya salut dengan salah satu jejak Persapalas di Masalembu yang membangun TPS disana. Bukan sebuah hal yang mudah untuk bisa mewujudkan itu.

Indramayu Peduli alam - INPA
INPA Salah satu anggota Persapalas di depan Mabes Persapalas - TNGP - Cibodas


PERSAPALAS 9 Thn 19 September 2016
Semoga Allah berikan Keberkahan dan Allah Rahmati kepada segenap anggota, komunitas KPA dn KPG Yang tergabung dalam Persapalas.

Eratkan selalu tali silaturahmi antar komunitas Pecinta Alam dan Pendaki Gunung.

Kompak selalu dalam kepedulian kelestarian alam dn kemanusiaan.
 Semoga di usia yang ke 9 tahun ini, Persapalas semakin kuat, tumbuh dan eksis dalam berbagai aktivitasnya. Amin

13 September 2016

Reportase Kegiatan Pengenalan Medan Gaspala 26

Yes Outdoor : Salah satu materi yang dimiliki oleh Gaspala sebagai sebuah sispala adalah pengenalan medan. Materi ini dikenalkan pada siswa yang mengikuti extra kurikuler kepecinta-alaman di Smanda Kebumen yang bernaung dalam satu organisasi siswa pecinta alam Gaspala.

Nah, selaku anggota Sigma sebagai wadah alumni Gaspala dan kebetulan menjadi aktivist yang paling dekat dengan Gaspala, den baguse Hari Satria kembali menjadi salah satu orang yang ikut dalam kegiatan tersebut, seperti yang baru-baru ini ia sampaikan untuk Yes Outdoor.

Berikut ulasannya :
Baru juga dua minggu yang lalu ke Gupakan, sekarang ke Gupakan lagi...asiik..hahaha. Betul sekali, bedanya minggu  lalu itu cuma sebatas "nengok"  karean udah lama gak kesana, tapi yang ini adalah mengikuti kegiatan resmi yang ada dalam kalender kegiatan Gaspala yang diadakan pada   9-10 September yang berupa materi PM alias Pengenalan Medan untuk calon anggota muda/kelas X

Calon Anggota Muda Gaspala
Calon Anggota Muda Gaspala
Kegiatan PM yang saya tahu adalah kegiatan perjalanan ke luar ruangan dan menginap disana. Tujuannya adalah supaya calon anggota muda bisa sedikit memahami situasi selama mengikuti pengenalan medan. Ini merupakan kegiatan yang sudah turun temurun dan lokasinya di bukit Gupakan.

Sore itu saya menuju Smanda pukul 5 sore untuk memenuhi undangan dari  pengurus Gaspala. Menurut jadwal yang dirilis, kegiatan PM ini akan dimulai pada jam 4 sore yang dilanjutkan dengan perjalanan menuju bukit Gupakan selepas Isya.
 
Sampai di Smnda ternyata suasana sekolah masih ramai, karena memang ada xtra lain yang sedang ada agenda juga sore itu yaitu PMR. Selain itu, karena Jum'at sore juga ada xtra Pramuka yang baru saja selesai. Pantes aja rame.

Just Info : Smanda sudah menerapkan sistem full day school! Jadi kegiatan belajar mengajar dilakukan dari hari Senin sampai Jumat, sedangkan hari Sabtu dan  Minggu libur. 
Materi kelas
Materi kelas
Coba saya hidup di jaman sekarang, mungkin udah sering banget Sabtu Minggu naik gunung, seperti ke Merbabu dan sekitranya..hmm.. pengin ngajak kang Jo deh atau Maman Baen si Dewa Mabok Mendoan..

Lansung menuju ke lapangan, disana sudah hadir peserta dari kelas X sebagai calon anggota muda. Oiya disini saya akan  jelaskan sedikit tentang status dari peserta biar ga bingung yaa.

Calon Anggota Muda
Adalah para siswa kelas X yang baru masuk di Gaspala. Merekalah yang nantinya akan mengikuti kegiatan PM, kemudian diksar.

Anggota Muda
Anggota muda adalah Calon Angota Muda yang telah mengikuti serangkaikan kegiatan resmi Gaspala seperti Pengenalan Medan dan Diksar. Nah setelah mereka berhasil mengikuti diksar maka statusnya berganti menjadi Anggota Muda.

Anggota Tetap / Pengurus

Anggota Muda yang telah mengikuti diksar, selanjutyna wajib mengikuti kegiatan selanjutnya yaitu Diklat. Jika mereka berhasil mengikutinya, barulah mereka menjadi anggota tetap yang juga sebagai pengurus Gaspala.

Camp area
Camp area
Lanjut...
Setelah bersalaman dengan camud (calon anggota muda), langsung deh ngobras dengan beberapa pengurus sampai menjelang maghrib. Saat masuk waktu maghrib, kami semua, termasuk peserta bersama-sama menunaikan shalat maghrib berjamaah di mushola sekolah

Sleesai sholat pengurus Gaspala 25 memberikan materi kelas yang diikuti oleh seluruh calon anggota muda. Nampak peserta antusias menyimak penjelasan dari Naji b selaku panitia (Pengurus Gsp 25 Atmosfer *Nama angkatan*).

Selanjutnya adalah sesi makan malam diikuti oleh seluruh peserta dan para tamu undangan dari perwakilan xtrakurikuler lain seperti Pramuka, Pasusda, Yesse C). Dari laporan yang saya terima, semua berjalan dengan lancar dan akrab, tapi sayangnya saya harus kembali unruk mengambil charger, jadi gak bisa ikut santap malam euy.. Padahal menunya cocok banget dengan lidah saya.. haha.. nasi rames.
Upacara
Upacara

Beberapa senior dari kelas XII juga hadir, ada juga alumni seperti Imam K Gasp19, Ady Gsp20, Wara Gsp20 dan tentunya juga pembina Gaspala yaitu mas Nur Abyadi.

Selain mereka masih ada alumni lain yang menyusul saat rombongan mulai melakukan perjalanan menuju bukit Gupakan. Seingat saya ada Hanum Gsp22 dan juga Wuri.

Selesai makan malam, peserta dan pengurus sholat isya bersama di mushola Smanda.  Sesuai jadwal, selesai isya pemberangktan dilakukan. Setelah persiapan ini itu, sekitar pukul 20.00 rombongan berangkat.

Diawali  doa bersama di gerbang Smanda, peserta terbagi menjadi 4 Regu. Oiya peserta berjumlah 15 anak. Menyusuri jalan Karangsari, pemukiman penduduk, areal persawahan, perkebunan sampailah rombongan di  "gerbang rimba" Gupakan wkwkwk.

Senam pagi
Senam pagi
Gerbang rimba tersebut merupakan tangga atau basa Kebumen-nya undak-undakan dari semen yang dicor, tapi karena lokasinya emang pas banget buat istrhat sebentar, jadinya disanalah kami berhenti untuk istirahat sejenak.

Hal itu dimanfaatkan juga untuk mengecek kelengkapan personil, peserta mengeluarkan botol airnya untuk sekedar membasahi tenggorokan wkw...

Perjalanan dilanjutkan. 
Kali ini medan sudah berubah menjadi kawasan perbukitan yang mayoritas berupa ladang (ada melinjo, pisang, jati dan lainnya entah apa itu namanya saya gak hapal wkwkwk). Jalur jg msh berupa batuan wadas, yang kalau basah terasa licin.

Bersih sampah
Bersih sampah
Beberapa peserta juga sering meminta waktu istirahat, karena jalurnya juga sudah mulai menanjak. Pasukan terus bergerak dengan nada irama keroncong yang selow.. haha. Selama hampir 2 jam rombongan berjalan akhirnya rombongan sampai juga di areal camp sekitar jam 10 malam.


Disana sudah ada panitia yang memang sengaja standby untuk menyiapkan banyak hal terkait dengan pengenalan medan ini. Salah satunya adalah tenda dan juga lokasi bivak.

Untuk sekedar melepas lelah, seluruh peserta diistirahatkan selama 10 menit dan panitia memanggil masing-masing ketua regu untuk diberikan berbagai pengarahan.

Selesai istirahat peserta mulai bekerja satu sama lain untuk membuat bivak untuk berlindung dilokasi tersebut. Saat itu terlihat sebuah kesibukan dari peserta maupun pengurus yang terkadang juga aktif memberi semangat dan penjelasan. Saya gak mau ketinggalan..hehe.. bersama Imam juga ikut mendirikan bivak. Oia ding, selain membangun bivak, dilokasi tersebut juga diadakan sesi memasak :)

Tracking
Tracking

Sekitar pukul 1 dini hari, semua aktivitas mendirikan bivak dan juga masak telah selesai. Sambil menikmati apa yang telah dibangun dan dimasak, acara selanjutnya dilanjutkan dengan perkenalan dan ramah-tamah pengurus dan peserta.

Ada yang nyusul rupanya via jalur Watu Anda dari sebelah timur jalur yang tadi kami lalui meskipun sempat terselong alias nyasar.. hahaha..

Parah juga nih, berdasar info dari pengurus via bbm, mereka yang nyasar minta dijemput.. Mungkin mereka anak buah Dewa Mabok Mendoan.. hahaha.. yang selalu minta dijemput.

Akhirnya 4 orang pengurus turun kembali untuk menjemput mereka (Huda Gsp24, Alfian Gsp23, Wara gsp20, Aldila Gsp24). Prediksi saya, mungkin mereka tidak terbiasa dengan jalur Gupakan jadinya keder juga wkkk..
Foto bareng
Foto narsis nih

Ketika waktu istirahat malam telah tiba, seluruh peserta diijinkan untuk benar-benar istirahat malam. Saya sendiri lebih memilih untuk ngobras dengan alumni sampai pagi wkkk.. Banyak materi obrolan malam itu dari a sampai z dan salah satunya menyangkut pdw saat itu.. Hmmm... ngelus dada.. kurang tabah sampai akhir nih bro :)

Ga trasa waktu sampai juga dititik jam  4.00 pagi, karena  panitia sudah mulai bangun karena alarm disett di pukul 4  atauu mereka terganggu dengan kehebohan obrolan kami ya? wkkkk.. Hanya mereka yang tahu. Selanjutnya waktu  shubuh, peserta dibangunkan.

Mereka semua mengikuti serangkaian kegiatan dari subuh itu dan seingat saya, pagi itu ada sesi sarapan pagi dengan menu pecel. Hore.. pecel bro! Untuk bukan daging haha..

Ada juga sesi senam pagi yang dilakukan sebagai warming up sebagai pemanasan sebelum melanjutkan perjalanan. Ada juga sesi tanya jawab dengan mengerjakan sejumlah soal dan acara penutupan.
mahluk malam
Penghuni malam pengganggu tidur #Serem
Pukul 7.30 peserta sudah meninggalkan area camp menuju Gupakan yang sesungguhnya. Disana msh berhenti untuk bersih-bersih sampah karena memang banyak sekali sampah berserakan. Mungkin sudah banyak orang yang main ke Gupakan, tapi sayangnya mereka kurang peduli dengan kebersihan dan kesadaran untuk tidak nyampah. Disana juga kita menekankan untuk tidak pernah nyampah di alam, bawa semua sampah kita turun.

Setelah sampah berhasil diamankan, perjalanan kembali dilanjutkan menyusuri jalur turun melalui Watuanda yang memang lebih singkat, tetapi jalurnya cukup curam bro! Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar.


Itulah sekilas kegiatan Pengenaln Medan oleh Gaspala. Nantikan kegiatan selanjutnya yao...wkakakak.

Saya ingin menambahkan dikit nih..

Salah satu keuntungan kita mengikuti kegiatan sispala, dalam hal ini Gaspala adalah kita akan diajarkan untuk bisa membuat suatu perencanaan perjalanan dan menyusul program kerja. Hal ini tentunya akan sangat berguna suatu saat nanti ketika kita dihadapkan pada berbagai tantangan semacam itu, meskipun beda konteks. Dan dalam hal berorganisasi juga kita akan memiliki dasar-dasar yang bisa jadi pondasi ketika nantinya kita masuk dalam area organisasi yang lebih besar
.Last.. saya den baguse Hari Satria melporkan!

07 September 2016

Sidak BRG Dihadang RAPP - Maju Terus!

Yes Outdoor : Apa jadinya jika lingkungan semakin rusak oleh golongan tertentu dengan alasan ekonomi atau sesuatu yang bersifat profit oriented seperti yang selama ini ada.

Mungkinkan kita akan mewariskan kerusakan alam dan lingkungan untuk anak cucu kita kelak? Apa benar aparat penegak hukum tidak berkutik dengan praktek ilegal yang sepertinya telah berlangsung bertahun tahun?

Seperti yang ada dalam tayangan video berikut ini yang dimuat oleh Badan Restorasi Gambut ( BRG ). Sudah saatnya hukum harus ditegakkan!

Kerusakan Lahan Gambut
Kerusakan Lahan Gambut


Dipublikasikan tanggal 6 Sep 2016


Sahabat gambut, di hari terakhir kami melakukan "sidak" di Riau, di Pulau Padang, tepatnya di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, kami melakukan pengecekan lapangan secara langsung. Terutama dalam merespon laporan masyarakat setempat terkait masih adanya kegiatan perusahaan yang membuka lahan gambut dengan membangun sejumlah kanal-kanal. Terutama yang dilakukan oleh RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper).

Tentu saja kami selalu serius menanggapi laporan semacam ini. Sehingga kami sempat juga meminta klarifikasi perusahaan tersebut secara langsung di kantor BRG pada awal Agustus lalu. Sehingga ada keadilan bagi keduanya. Namun saat di lapangan - saat kami melakukan sidak- guna melihat secara langsung laporan-laporan tersebut secara nyata dan konkret, pihak perusahaan jelas tidak menunjukkan itikad baiknya. Cenderung bersikap tidak kooperatif.

Kepala BRG, Nazir Foead mengatakan, pihaknya akan melaporkan temuan-temuan hasil sidak sepanjang melakukan tugas koordinasi di beberapa wilayah Riau, termasuk yang ada di Pulau Padang kepada Presiden RI dan juga Menteri KLHK. Jika ternyata ditemukan adanya pelanggaran melawan hukum lebih jauh dia akan menyarankan Gakum untuk segera turun dan melakukan wewenang yang diperlukan.

Berkali-kali pemerintah RI melalui BRG menandaskan bahwa Restorasi Gambut adalah keniscayaan. Sekaligus menunjukkan Indonesia sangat serius dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan gambutnya, terutama dalam memperbaiki gambut yang rusak karena kebakaran, kepada dunia. Jadi tidak boleh ada satu pun yang melanggar dan mencari jalan lain selain melakukan niat baik untuk merestorasi gambut kita. Karena urusan gambut kita juga urusan kemanusiaan.

#Pulihkangambutpulihkankemanusiaan
#BRG
#Restorasigambut

01 September 2016

Dihukum 10 Tahun Karena Foto Palsu Pendakian Everest

Yes Outdoor : Mendaki gunung memang harus sesuai dengan etika yang berlaku, seperti halnya yang sampai saat ini menjadi suatu kode etik.

Saat mendaki ataupun melakukan aktivitas di alam, kita harus senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai yang tertuang didalamnya.

Gak sekedar saat kita mendaki ataupun berpetualang, karena saat kita membagikan informasi tentang pendakian juga harus memiliki etika yang baik dengan maksud untuk berbagi informasi, bukan sensasi apalagi hal-hal lain yang sifatnya hanya ingin menunjukkan eksistensi di media sosial.

Seperti yang saat ini tengah ramai diperbincangkan adalah pasangan yang membagikan foto keberhasilan mereka mendaki Everest. Parahnya lagi itu bukanlah sebuah prestasi, melainkan hanya sebuah sensasi dengan membagikan foto hasil rekayasa.

Akibatnya adalah pasangan suami istri tersebut dilarang untuk mendaki gunung di wilayah Nepal selama 10 tahun kedepan sejak Selasa 30 Agustus 2016.

Dihukum 10 Tahun Karena Foto Palsu Pendakian Everest

Apa sebabnya?

Penyebabnya adalah karena pasangan berkewarganegaraan India ini membagikan foto  mereka saat berhasil mendaki puncak Gunung Everest, yang ternyata foto palsu.

Mereka adalah pasangan Dinesh dan Tarakweshwari Rathod, mengklaim telah berhasil mendaki puncak Gunung Everest pada Mei 2016 yang kemudian membagikan foto ke media sosial.

Menanggapi foto tersebut,  pemilik akun Twitter dengan nama Prof Ramshinde sempat mengirimkan cuit untuk menyatakan rasa bangganya kepada Tarkeshwari dan Dinesh Rathod sebagai warga India pertama yang berhasil  mendaki puncak Everest.

Next

Bagi para pendaki gunung professional, Everest merupakan satu qiblat pendakian. Hampir semua orang ingin bisa mendaki dan menjejakkan kaki disana, meskipun nyawa menjadi taruhannya.

Dihukum 10 Tahun Karena Foto Palsu Pendakian Everest

Oleh karenanya sejumlah pendaki gunung kemudian mengamati foto pasangan suami-istri dengan latar belakang gunung bersalju itu. Mereka memastikan gunung yang ada di dalam foto tersebut bukan puncak Everest.

Departemen Pariwisata Nepal kemudian melakukan investigasi mengenai foto pasangan suami-istri tersebut, yang keduanya berprofesi sebagai polisi.

Hasil dari investigasi tersebut menyatakan bahwa  Foto Itu Palsu! 

Kepala Departemen Pariwisata Nepal Sudarshan Dhakal, seperti dikutip dari Mirror, 30 Agustus menyatakan bahwa "Kami telah menjatuhkan hukuman selama sepuluh tahun dilarang mendaki gunung di Nepal".


Menurut informasi yang ada, sebenarnya Dhakal bermaksud melakukan klarifikasi terhadap pasangan suami-istri itu. Namun mereka tidak kooperatif selama investigasi.

Dua sherpa yang membantu pasangan itu juga telah melarikan diri. Menurut Dhakal, sanksi ini harus dicermati agar para pendaki gunung mematuhi etika!.

Pihak berwenang telah berhasil membuktikan bahwa foto yang berada di puncak gunung itu palsu.

Laranga mendaki kepada pasangan tersebut agar pendaki lain mengikuti etika yang berlaku.

28 Agustus 2016

Jelajah Curug Leses

Yes Outdoor : Mungkin masih sangat sediit orang yang pernah mendengar nama curug Leles. Ya, Curug Leses ( bukan Leles, sebuah daerah di Garut ya) ini berada di wilayah kabupaten Kebumen.

Saya den Baguse Hari Satria kembali berbagi kisah perjalanan saya bersama adik-adik yang merengek ingin ke curug. Kalau sebelumnya telah ke curug Sikebut dan curug Plumbon.

Jelajah Curug Leses
Posenya itu loh..

Sebenarnya weekend kali ini (27 Agustus 2016) karena ada agenda di Purworejo sebagai official untuk  tim panjat dinding Gaspala yang mengikuti lomba disana. Tapi.. racun terus saja ditaburkan oleh adik-adik untuk mau ke curug Leles. Gak cuma racun, bahkan tampang memelas yang diturunkan si Dewa Mabon Mendoan alias kang Maman Baen. Akhirnya.. luluh juga..

Curug Leles adalah sebuah curug yang berlokasi  di desa Candirenrggo, kec Ayah. Masih di Kebumen tentunya. Lokasinya berada  di sebelah utara goa Petruk yang masih berada di Kawasan Karst Gombong Selatan.

Sepertinya ini bisa jadi kisah inspiratis deh wkkk... simak ya :)

Jelajah Curug Leses
Suasana Asri
Malam sebelumnya kami berkumpul dan membahas banyak hal, ini itu, iyeu eta dll akhirnya sepakat untuk berangkat ke curug Leses dengan mengambil meeting point di alun-alun Kebumen ( jam 7:30 pagi ) yang jaraknya beberapa ratus meter dari rumah. Padahal kalau mereka sepakat untuk kumpul di rumah saya, mungkin akan disajikan jamur crispy atau ayam bakar dan aneka juice buah segar. Tapi.. ah, sudahlah... Keputusan telah diambil!

Trip kali ini diikuti oleh 7 orang Agas, sebutan untuk anak-anak Gaspala. Karena lokasi meeting point tidaklah jauh, maka saya bisa sedikit nyantai untuk menuju lokasi.

Oke saya absen mereka deh :

1. Saya sendiri Hari Satria
2. Imam K
3. Budi P
4. Septi (gsp19)
5. Hanum gsp 22
6. Amri (kakaknya Hanum)

Jelajah Curug Leses
Bening
7. Nada (teman Hanum).
Kali ini sudah seperti tim 7 Penyamun Bermuka Imut deh haha.. apalagi saya wkkk. Kami berangkat dengan mengambil jalur tengah melalui Adimulyo.

Satu jam berikutnya kami telah sampai di desa Redisari. Deket situ ada beberapa gua menarik sebenarnya, salah satunya yaitu gua Penganten. Tapi tujuan kami bukanlah caving melainkan jelajah curug Leses.

Untuk memastikan lokasinya, kami coba cari informasi disana sambil istirahat sebentar. Setelah cukup beristirahat dan mendapatkan informasi yang kami cari, selanjutnya dengan penuh semangat 7 Penyamun Bermuka Imut ini meluncur ke lokasi.
Jelajah Curug Leses
Jangan lihat yang lain, lihat aja yang paling belakang
Melewati goa Jatijaja dan terus bergerak ke selatan, kemudian setelah kami sampai di jalan Tlogosari ambil jalur yang belok ke kiri.

Setelah sampai dilokasi ( kami lagi-lagi sempat memastikan kebenarannya dengan bertanya ke penduduk ) kami dipersilakan untuk parkir di belakang rumah.

Selanjutnya kami berjalan sekitar 300 meteran, sampailah di curug Leses pada 10:30. Eng.. ing.. eng.. selanjutnya bisa ditebak deh apa yang kami nikmati disana.. Yang jelas indah dan airnya bening.. hmm.. bening.

Pokoknya enak untuk slibon alias renang dan bermain air deh..

.

23 Agustus 2016

Mengenang Masa Lalu, Kembali Ke Gupakan

Yes Outdoor : Ini adalah sebuah kisah tentang camping ceria di sebuah bukit di belakang sekolah kami. Meskipun tidak terlalu tinggi tetapi biasa digunakan sebagai lokasi pertama untuk materi pengenalan medan pada calon anggota muda Gaspala.

Oh iya, seperti biasa saya adalah Den Baguse Hari Satria yang selalu setia menjadi kontributor untuk Yes Outdoor daripada kisahnya menguap tak berbekas, jadi lebih baik berbagi untuk semua pecinta kegiatan outdoor.

Kalau kemarin saya sudah mengirimkan kisah perjalanan Trio Wal Wil Wul ke curug Plumbon maka kali ini ingin membagi kisah dadakan Mengenang Masa Lalu, Kembali Ke Gupakan.

Salah satu aktivitas yang baru-baru ini saya lakukan adalam camping ceria di bukit Gupakan yang terletak dibelakang sekolah kami, SMAN 2 Kebumen.

Mengenang Masa Lalu, Kembali Ke Gupakan

Ceritanya berigini :

Sore itu saya, mengecek notif di BBM. Mak klerab ada PM yang tertulis "Gupakan". Setengah percaya antara sadar gak sadar saya coba pantengin kembali ponsel saya. Apakah ini bener apa cuma mimpi yaa? Tapi bukan mimpi seram haha

Dan.. ternyata ini beneran oii.. Tanpa nunggu lama, saya langsung kirim pesan balik ke si empunya status tadi yang ternyata juga sebagai  pengurus Gaspala saat ini, yaitu dek Sunyi. Oalah deek.. deek..  namamu kok sunyi? Sunyi senyap bukan ya? Kaya malam-malam di hutan gunung Salak, pasti sunyi. Hanya ada suara binatang malam haha..

Sedikit obrolannya nih :

Saya  : "Bener mau ke gupakan? Aku ikut lah..hahaha."
Sunyi : "Ayok mas, tapi lagi berdua nih, kata mba Hanum minimal bertiga baru mau."
Saya  : "Gamplis itu sih, tinggal woro2 aja ntar juga pada ngikut"
Sunyi : "Oke mas, ntar jam berapa mau kumpulnya?"
Saya  : "Jam 8 aja abis isya di smanda ya..."
Sunyi :"Oke mas".

Berikutnya Saya  langsung siap-siap packing, karena waktu itu sudah jam 5 sore bro! Gak lupajuga saya langsung Update Status BBM. Biar calon peminat yang lain juga tahu kalau malam itu mau ada acara camping semalam di Gupakan.

Mengenang masa lalu, kembali ke gupakan
Salah satu pemandangan pagi di Gupakan

Nah bener juga kan?

Ternyata bener kan? Ada satu peserta yang nanyain kebenaran kabar tersebut dan kebetulan juga dia masih aktif sebagai pengurus Gaspala, Laras.

Laras  : "Jadi ke Gupakan mas?"
Saya   : "Insha Allah jadi. Ikut?"wkwkwk
Laras  : "Ntar tak ijin dulu ya"
Saya   : "Okeee"

Gak lama dia bbm lg tuh

Laras : "asik aku boleh ikut. Jane tadi dibilang sama bapak kalo gak kegiatan wajib mending ga usah, tapi aku bilang mau nemenin Sunyi biar gak kesepian, karena di runah lagi mau ada wayang kulit soale."
Saya : "Wkwkwk dasar! Tak laporken bapakmu ya?"

Syukurlah, akhirnya pesertanya bertambah satu lagi deh.

Tapi ngomong-ngomong saya adalah peserta cowo sendiri nih! Paling senior alias paling tua pula berdasarkan data KTP.. hahaha. Gpp lah, karena saya sendiri sudah lama banget gak ke Gupakan. Terakhir kesana adalah pada tahun 2012 deh seinget saya.. pas belum ubanan wkwkk.


Malam itu

Oke, waktu udah jam 7 malem, saya sudah selesai packing tuh. Untuk perjalanan malam, tentunya tidak boleh ketinggalan membawa alat penerangan.

Saya membawa  :

  • Senter
  • Flyshet
  • Mantol
  • Beberapa makanan ringan
  • Air mineral
  • Peralatan masak memasak. 


Mau pesta katanya sih...

Jam 8 malam saya otw ke Smanda, sempet mampir di warung untuk beli batu batre, snack, minuman sachet, kelengkeng, juga martabak manis hahaha..

Sesampainya di sekolah ternyata disana sudah ada 2 orang peserta, yaitu Sunyi dan Laras. Kita masih nunggu yang lain pada datang, sambil packing beberapa alat seperti tenda dome, kompor,bmatras.

Oalah ternyata tenda domenya ga ada yang bisa dipake euy.. rusak semua!  Ngenes banget... 90% frame patah dan tertukar tukar.

Beberapa teman juga mulai berdatangan.  Diantaranya Hanum Gsp22 yang mengajak adeknya, si Dinda .Terus ada juga Wuri Gsp22 yang juga adeknya Beni Gsp10, Egi ( teman seangkatan Hanum dan Wuri). Waduh, kegantengan saya mulai tertandingin nih wkkk

Sambil ngobrol sana sini, kita ber tujuh akhirnya siap berangkat. Tapi rupanya ada yang mau ikut juga tuh. Dengan kesepakatan, akhirnya kami menunggu mereka yang ternyata si Agil Gsp21, Farhan Gsp 21 dan Riski Gsp 23.

Akhirnya tepat jam 22:15 kami 10 orang berangkat menuju Gupakan dengan berjalan kaki beberapa langkah untuk selanjutnya naik montor ke arah Gupakan. Sebelum sampai di jalur pendakian, motor kami titipkan di salah seorang alumni gaspala di desa Karang Tanjung yaitu bro Wahyu Gsp17.

Sebenarnya kami mau menitipkan montor di rumah mas Amin ya Sbnrnya rncana awal mau mampir dan titip motor d dmh mas amin yang juga anggota tentara dan merupakan Gsp10, tapi karena udah terlalu malam jadinya kami gak enak kalau tetap ke sana.

Nah, itu dia yang namanya Plan A gak jalan, kita jalankan Plan B

Sampai rumah Wahyu, saya sampaikan maksud dan tujuan kami wkwkwkw.. intinya nitip montor deh. Saya ajak dia, tapinya gak mau dengan alasan lagi pengin di rumah. Dia menyarankan agar kami naik melalui jalur biasa aja, jangan lewat yang Watuanda. Okedeh bro..trims yah.. ( Angker kali ya? wkkk ancul.. ancul.. )

Pendakian Malam


Mengenang Masa Lalu, Kembali Ke Gupakan
ups.. mau ikut? serius masih mau kesana?

Kami berangkat diawali dengan berdoa dan selanjutnya senter mulai dinyalakan.

Selepas jalan aspal, melewati pematang sawah. kemudian masuk perkebunan. Smpailah kami di irigasi sebagai "Gerbang Pendakian" ke Gupakan. Dilokasi tersebut kami berhenti untuk memastikan bahwa semua dalam kondisi oke!

Medan awal berupa batuan (gatau jenisnya deh. Intinya batu yang lumayan licin kalau basah hahaha...)

Buseeet.. semaknya udah tinggi tinggi broo.. seprtinya lama gak dilewati nih! Terbukti dengan banyak menempelnya duri-duri atau apalah namanya di pakaian dan celana saya.

Selain itu banyak pula sarang anggang-anggang alias laba-laba juga hiii... wkkk.. Tapi biarlah semua itu gak usah terlalu dihraukan, ka re na malam itu adalah Malam Bulan Purnama  dan perjalanan sedikit terbantu dengan sinar yang menerangi jalan kami dan rasanya tuh sejuuuk deh haha.. sejuk dimata bro!

Hampir 3/4 perjalanan saya sempat bingung dengan jalur yang harus dilalui tuh karena memang benar-benar tertutup. Asli, jalurnya ketutup semak dan tumbuhan liar. Hmm benar juga info dari Aldila Gsp24 yang gak jadi ikut.

Buset dah, bener juga tebakan kang jo kalau jalurnya ketutup semak, padahal dia kan berada di tempat yang jauh dari Gupakan ya? wkkk.. slendem!

Dalam kondisi demikian, kami semua sepakat berhenti sejenak. Selanjutnya melakukan reorientasi dan saya coba mencari jalur. Alhamdulillah, menemukan juga jalur yang benar untuk dilalui! Ternyata memang sudah banyak sekali perubahan yang terjadi!

Yang gak berubah mungkin ciweknya kang Maman dan manjanya itu loh, yang penginnya minta dijemput kalau pas lagi mudik. Anu langka duite apa memang dia penakut tingkat dewa mabok mendoan ya? wkkk..

Akhirnya tepat pukul  00.15 kami sampai di puncak Gupakan. Lega rasanya !. Kami bongkar isi tas, gelar matras dan mulai istirahat sambil menikmati makanan ringan disertai obrolan haha hihi...

Mungkin karena kecapean dan malam yang sudah larut pula, tak terasa satu per satu mulai terlelap. Saya sendiri juga ngantuk. Ups.. ngantuk dilarang nyetir! Nyetir dilarang ngantuk! 

Tidur duluan yaa...hoam.. meninggalkan mereka yang masih asik ngbrol ditemani api unggun dan sinar bulan. Entah ada cerita apa malam itu, aku gak tahu karena memang  sudah ada di alam bawah sadar

Paginya... setelah shubuhan, kami gak banyak kegiatan karena emang gak niat masak sarapan. Cuma sekedar makan biskuit dan snack serta susu kotak. Sedikit foto-foto, bersih-bersih sampah hingga pukul 7:30 akhirnya  kami turun melewati jalur yang berbeda dengan  jalur ketika kami naik semalam, karena menghindari semak belukar hehehe.... Bukan ding.. intinya sih biar gak jenuh!

Tentunya ada sedikit pelajaran dari kisah diatas. Ketika kita merencanakan suatu perjalanan, memang perlu mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang tempat yang akan kita tuju.

Selain itu kita juga harus mempersiapkan segala kebutuhan untuk perjalanan yang akan kita lakukan. Dan.. harus juga ingat dengan teman kita. Gak usah egois untuk segera jelan dan jadi yang nomor satu sampai, jika memang dibelakang masih ada teman yang menyusul. Bagaimanapun, mereka adalah saudara dan memiliki minat yang sama dengan kita!

Hmm.. dalem juga ya? Sekedar mengingatkan kembali nih, bahwa
Gupakan sudah seperti rumah kedua bagi Gaspala, rumah pertama ya di Posko. Hahaha... Dari Gupakan kita bisa melihat keindahan kota Kebumen, meskipun saat ini agak sedikit terhalang oleh tingginya pohon jati
Saya Den Baguse Hari Satria Melaporkan. Oh ya kalau mau berteman dengan saya, langsung aja kesini :)